Kepala Pasar Induk KJ Beckingi Pemeras PK-5



Salah satu mobil mewah milik Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Hari Sartono.


 


     JAKARTA – Kepala Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Hari Sartono ternyata sekarang ini sudah dibeckingi beberapa oknum aparat hukum, sehingga tindakan yang dilakukannya sudah diluar batas. Selain berlaku semena-mena, juga membiarkan adanya pungutan liar (Pungli) dan pemerasan lainnya terhadap para pedagang kaki lima (PK-5).

     Bahkan Kepala PIKJ sudah membentuk para Geng (preman-red) yang diperuntukkan menekan para PK-5 dalam melakukan pemerasan. Dalam tindakan tersebut, pihak penegak hukum tidak berani bertindak tegas, sepertinya membiarkan tindakan tersebut. Tentunya hal ini menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikomando Fauzi Bowo.

     Kepala PIKJ Hari Sartono yang bertindak semen-mena dan tidak sewajarnya, dimana tindakannya selalu arogan dan sombong, dan selalu tertutup kepada public dalam melakukan tugas fungsinya selaku pejabat di PIKJ agar semaunya sendiri membuat peraturan tidak didasari hukum.

     Selain tindakan Hari Sartono untuk seenaknya membuat aturan dan peraturan sendiri sejak dia menjabat sebagai Kepala PIKJ serta beberapa kali bertindak para pedagang kaki lima (PK-5) yang tidak pantas dilakukan oleh semua pihak terhadap sesama manusia dengan tanpa ada rasa kemanusiaan, akibat jabatan yang melekat di dirinya.

     Menurut beberapa sumber mengatakan tentang Hari Sartono, bahwa tindakan ini sudah yang kedua kalinya dilakukannya. Dahulu pertama kali Hari Sartono, masa sempat mengamuk dan membakar mobil pribadinya untuk melampiaskan dendam yang sudah tak terbendung, akibat ulahnya yang penuh arogan.

     Sekarang terulang kembali kelakuan Hari Sartono kepada PK-5 yang dengan seenaknya menendang pedagang, melemparkan barang dagangan serta melakukan pungutan-pungutan yang tidak jelas, seperti pungutan lampu di balerong-balerong PIKJ di Los Buah dan Los Sayuran.

     Kepala PIKJ sengaja mematikan lampu setiap hari, karena kata Hari Sartono kalau mau dihidupkan kembali lampunya, para pedagang yang berada di tempat lampu dimatikan harus bayar. “Tidak menutup kemungkinan, kami seluruh pedagang kaki 5 tidak akan membiarkan tindakan Kepala PIKJ yang semena-menanya untuk kami,” ujar pedagang.

     Takutnya seluruh PK-5 yang ada disini sudah habis kesabarannya, dan akan mengulangi kembali bertindak untuk melakukan unjuk rasa. “Yang lebih ditakutkan mereka kembali melakukan pembakaran di PIKJ ini, namun akan lebih parah,” tegasnya.

     Kepala PIKJ berbagai macam cara melakukan pungli-pungli di PIKJ agar meraup lebih besar untuk pribadi, dalam hal memperkaya sendiri agar dapat membeli berbagai jenis mobil mewah, seperti salah satu contoh mobilnya yang selalu dipamerkan di pintu masuk kantornya, yakni Honda Jazz B 1300 EFE.
Inilah yang membuat geram salah seorang tokoh masyarakat H. Deny AS. Permana SH yang juga Dewan Pembina Badan Pembinaan Potensial Keluarga Besar (BPPKB) Banten dengan adanya tindakan semena-mena dan dibiarkannya pungli merajalela di PIKJ.

     “Jelas ini sudah keterlaluan, saya mengimbau kepada semua aparat penegak hukum untuk sesegera mungkin menindak lanjuti. Karena kalau tidak, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti para PK-5 akan mengamuk dan melakukan untuk membalasnya,” ujar H. Deny yang akrab dipanggil Ayah itu.

     Dikatakannya, bahwa beberapa oknum polisi juga melakukan menyewa-nyewakan lahan-lahan parkir dan trotoar kepada PK-5 serta mengadakan parker liar di sekitar PIKJ. Padahal sebelumnya parkir yang ada sekarang ini binaan dari Pospol Induk.
Ada oknum yang berinisial KW yang dijadikan sebagai beckingan bentukan dari Kepala PIKJ untuk menangani Timsus bentukan sendiri, yang tidak jelas dari mana anggaran dibuat oleh Kepala PIKJ untuk anggarannya.

     “Sedang status dan struktur yang dibentuk Kepala PIKJ sama sekali tidak jelas apa dasar hukumnya. Sekarang semakin merajalela pungli dan pemerasan yang dilakukan oleh antek-antek Kepala PIKJ dengan adanya anggota Polri sebagai becking dalam menjalankan tindakan tersebut. Jelas dalam hal ini sudah merusak citra Polri,” tegas Ayah Deny. (Hasbi/Ronald)


Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia

















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola