Puluhan Kepala Sekolah Batam Palsukan Kenaikan Golongan 

     BATAM, KEPRI — Sebanyak 46 guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) dikota Batam mendapatkan kenaikan pangkat secara illegal, yakni dari golongan  4 A menjadi  4 B.Sebagian diantaranya langsung menempati posisi sebagai kepala sekolah di sejumlah SMAN, SMPN dan SDN terkemuka yang tersebar dikota Batam. 

     Diketahui berdasarkan surat, pembatalan surat kepuusan (SK) kenaikan golongan yg bernomor No.036/K.X11/1/3-2010 yang disampaikan oleh kantor regional X11 badan kepegawaian Negara Provinsi Kepri yang ditujukan ke Gubernur Kepri  tertanggal 3 maret 2010.

     Di mana dalam surat  tersebut dinyatakan batal naik golongan dari 4 A ke 4 B. Ada tiga poin yang dijelaskan dalam surat tersebut,pertama surat pengajuan kenaikan golongan tidak mendapatkan tanda tangan dari PAK (Penetapan angka kredit) ke guru Pembina tingkat 1. Kedua, karakter tanda tangan dipalsukan  dan terakhi, stempel pada PAK tidak sesuai dengan stempel di PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidikan dan tenaga Pendidikan) Depdiknas.

     Koordinator Federasi LSM Batam Ahadi Reso Hutasoit mengatakan, ke 46 guru yang mendapatkan kenaikan golongan diduga tertipu secara sistematis oleh oknum atau mafia dibandan kepegawaian daerah (BKD) Batam. Hal itu untuk mendapatkan rekomendasi kenaikan golongan utk diteruskan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri Kenaikan golongan tersebut ditenggarai terjadi antara tahun 2005 hingga 2010.

     Atas temuan tersebut, pihaknya sudah menyampaikan laporan kepihak-pihak terkait,salah satunya mengirim surat ke kapolda Kepri Untuk mengusut kasus tersebut serta minta penjelasan krDPRD Kepri. Namun hingga kini tidak juga ada kecelasan tindakan kongrit. Akan tetapi, pada perjalanan 2010 keluarlah surat pembatalan kenaikan golongan, dan setiap guru yang bersangkutan diberikan sangsi administrasi dengan diturunkan kembali kegolongan semula.

    ”Anehnya, hanya pembatalan, tetapi tidak ada sanksi yang tegas dan tidak jelas pengembalian sisa tunjangan yang mereka terima atas kenaikan golongan tersebut,” ujar Ahadi sambil memperlihatkan surat pembatalan tersebut kepada wartawan. Yang sangat disayangkan, ujar Ahadi, bahwa sebagian dari ada yang jadi kepsek karena adanya kenaikan golongan dari 4 A ke 4 B, setelah ada surat pembatalan masih menempati posisi kepsek dan tidak mendapatkan saksi yang tegas dari tidakan penyelewengan tersebut.

     Selain itu, kata Ahadi dalam kenaikan golongan tersebut ada kenaikan uang tunjangan jabatan dan golongan yang diterima bersangkutan dan diberikan sangsi utk mengembalikan uang tersbut,namun hingga kini, namun hingga kini tidak jelas dan terkesen ditutup-tutupi informasi pengembaliannya.

(Pariadi / EF / Tim)


Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola