Kepsek MAN Sebukar Pukuli Siswa Hingga Trauma dan Pindah Sekolah




 


     Kerinci — Sekolah merupakan tempat mendidik serta membentuk para tunas bangsa di negeri ini, dengan pendidikan ilmu yang diterapkan dari  para Guru, agar mereka dapat menjadi seeorang yang berguna bagi bangsa dan Negara serta masyarakatnya.

     Demikian pula sebaliknya dengan para orang tua wali murid menggantung besar harapan kepada setiap guru untuk dalam memberikan pendidikan yang layak serta bermafaat bagi peserta didiknya.

     Ironinya kenyatan yang diharap oleh RK, DR, serta beberapa teman-teman lainnya yang sama bersekolah bersekolah di. Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Sebukar, yang bisa dikatan bernasib naas, yang sempat mendapat pukulan serta tendangan oleh kepala sekolahnya, hanya karena terlambat berapa menit datang ke sekolah

     Menurut RK dan DR yang berhasil ditemui Metro Indonesia, 19/3 di desanya Kemantan Hilir, membenarkan kejadian tersebut.  Menurut penuturannya, “Kejadian itu berawal dari  keterlambatan kami datang sekolah begitu juga dengan bebrapa orang teman lainya kalau ndak salah lebih dari sepuluh orang, yang berasal dari berbagai desa, ada yang dari desa Sebukar, desa Pendung Koto Padang, desa Pendung dan kami dari desa Kemantan Hilir Kec. Air hangat timur,”.

     Sewaktu kami datang terlambat pintu gerbang sekolah sudah digembok, tak lama kemudian kepala sekolah kami Pak Pahmi Adam menyuruh Satpam sekolah untuk membuka gerbang, kamipun disuruh berbaris berjejer, seraya memarahi kami karena terlambat. Kami tahu kami salah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Pak Pami yang pada waktu itu marah besar, langsung Memukul kami, pertama kali dia memukul adalah bagian bahu (Pundak) kedua meninju bagian Rusuk dan ketiga menendang pantat dengan keras. Hingga saya hampir terjatuh tertelungkup, demikian pula dengan teman yang datang terlambat mendapat pukulan serta hataman terkecuali anak–anak yang berasal dari desa Sebukar yang terlambat tidak dipukul oleh pak Kepala Sekolah mungkin ia takut atau mungkin saja ia tidak berani karena siswa tersebut berasal dari satu desa sama dengannya, setelah kejadian tersebut  kami disuruh masuk kantor semuanya dan disuruh membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan terlambat lagi jika terlambat akan dikeluarkan dari sekolah MAN Sebukar.

     Ditambahkan RK dan DR, Mengingat kejadian itu, saya tidak berani lagi masuk sekolah dan meminta kepada orang tua kami agar kami dipindahkan saja sekolahnya, akan tetapi mengurus tidak mudah dan gampang sempat payah pak’ sampai sampai kami punya kenalan orang sedusun yang katanya dia adalah seorang wartawan namanya pak Muktharidin dialah orang yang mengurus pindah kami kesekolah lain tempat dimana kami sekarang bersekolah  (–Red) apakah kamu trauma bersekolah di MAN Sebukar Tanya kami pada, Rk da DR makanya saya beserta minta pindah pak, ujar RK dan DR pada Metro Indonesia, seranya tersenyum sambil menundukan kepala dengan penuh rasa takut kalau-kalau nanti dia di sekolah dia yang baru akan dipermasalahkan, karena siswa tersebut pernah mendapat teguran dari salah seorang guru MAN Sebukar.

     Katanya Pak Pahmi orang yang punya andil untuk menginterfensi sekolah manapun yang ada di Kab. Kerinci, jika para siswanya berani menceritakan masalah ini pada orang lain, awas akan saya suruh sekolah yang telah menerimanya untuk mengeluarkanya di Sekolah tersebut. Wajar saja jika kejadian ini hingga lama terungkap pada sudah lebih dari satu bulan sebelumya yakni hari Sabtu, 5/2 pak, tegas para mantan siswa MAN Sebukar ini.
Mencermati kejadian yang dialami oleh RK Dan DR yang sekarang Sudah Mantan Siswa MAN sebukar karma sudah pindah Kesekolah lain. Metro Indonesia Berusaha Untuk Menemui Kepala sekolah MAN Sebukar Pak Pak Pahmi Adam, Dengan Susah Payah, karena tiap ditemui disekolah nya selalu satpam sekolah berusaha untuk menghalag-halagi hingga pada akhirnya Kepala sekolah Madrsyah Aliyah Negeri. Sebukar, yang terhormat bapak Pahmi Adam Berhasil Ditemui diruangan kerjanya.

     Pahmi Adam ketika ditemui Metro Indonesia tidak banyak bisa mengelak dan mengakui apa yang telah memukul bahkan menendang siswanya yang terlambat, dengan berbahasa yang mengalihkan permasalahan Pahmi adam mengatakan permasalahan ini sudah selesai dengan para orang tua wali murid sambil memperlihat beberapa carik kertas surat pindah mereka yang telah mendapatkan bugem mentahnya.
Lantas bagaimanakah sikap serta tanggapan Kakandepag Kab. Kerinci, yang belum lama ini memimpin yakni bapak Drs. Sukardi. S.Ag. Melihat kelakuan pegawainya yang diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya serta apakah sanksi yang layak diberikan kepada Kepala Sekolah MAN Sebukar ini. (bers/ yosep)

Kiirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola