Polisi Segera Periksa Kepsek SD 055 Jambi Misdarwati |

Sekolah Dasar 055/XI Pinggir Air. (Inset Kepsek Misdarwati).
Sungai Penuh, JAMBI — Kepala SD No.055/XI Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi diduga membuat Laporan SPJ Bantuan Operasional Sekolah tidak sesuai dengan jumlah murid yang sebenarnya. Jumlah murid yang sebenarnya menurut keterangan Majelis Guru sebanyak 72 orang dari Kelas I sampai Kelas VI saat Majelis Guru saat di wawancarai oleh Wartawan Koran Metro Indonesia.
Misdarwati, S.Pd mengelembungkan Data Murid dari 72 orang dinaikkan menjadi 78 orang berarti kelebihannya 6 orang, Misdarti,S.Pd diduga telah melakukan Korupsi dalam 1 tahun 4 kali Triwulan dalam setahun dikalikan selama Misdarti,S.Pd menjabat sebagai Kepala Sekolah. Misdarti,S.Pd telah merugikan Keuangan Negara & Daerah dengan cara barangsur – angsur dengan pelahan – pelahan, demi untuk kebutuhan Pribadinya.
Dana bantuan operasional sekolah yang diambil Misdarti,S.Pd tidak digunakan menurut petunjuk dalam peraturan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Banyak membuat Laporan Luar dari yang sebenarnya. Kwitansi, bukti belanja sekolah, tidak sesuai dengan yang sebenarnya demi untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Misdarti,S.Pd telah mengambil 2 kali keuntungan dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOS), belum lagi dana–dana yang lain. Misdarti,S.Pd dengan berani membuat peraturan disekolah demi untuk mendapatkan keuntungan untuk Kepala Sekolah itu sendiri. Peraturan yang dibuat Misdarti,S.Pd tertera sebagai berikut:
a. Setiap Guru SD yang dia Bina itu mau menandatangani surat, diwajibkan membayar uang Administrasi sebanyak Rp. 20.000,- sehingga merugikan orang lain itu namanya Korupsi.
b. Banyaknya 1 lembar atau lebih lembaran tetap membayarnya sebanyak Rp. 20.000,- sama juga dengan Korupsi.
Misdarti,S.Pd yang amat rakus bukan memimpin untuk kemajuan, pimpinan yang semata-mata mengejar keuntungan Misdarti,S.Pd berani membawa Alat Mobiler Sekolah dijadikan milik Pribadi, seperti Meja Sekolah, Lemari Sekolah dibawa ke rumah untuk jadi milik pribadi. Menurut keterangan dari masyarakat saat di wawancarai.
Misdarti,S.Pd merasa dirinya sebagai haus dengan kekuasaan di SD No.055/XI Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi Misdarti,S.Pd tidak segan – segan mengeluarkan kata – kata ancaman pada Majelis Guru. Misdarti,S.Pd merasa bangga dirinya sebagai Pimpinan di Sekolah SD.No.055/XI Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi tidak segan-segan memarahi Majelis Guru dihadapan murid banyak dan dihadapi masyarakat sekitar Pinggir Air.
Misdarti,S.Pd memegang Jabatannya selama lebih dari 2 tahun di Sekolah yang dia pimpin, Misdarti,S.Pd berbuat sekehendaknya dan berani meninggal Sekolah dalam Jam Dinas.
Misdarti,S.Pd tidak betah di Sekolah, selalu keluar dengan alasan Dinas mana ada Kepala Sekolah yang setiap hari keluar dari Sekolah itu menurut keterangan Guru yang ada di Sekolah tersebut. Saat majelis Guru diwawancarakan Majelis Guru tidak segan – segan mengatakan minta ditukar Kepala Sekolahnya, dengan segera. Kalau tidak di ganti SD ini akan mengalami kehancuran.
Semakin banyak uang bantuan Operasional sekolah semakin banyak buku sekolah yang kurang, Buku Pelajaran Murid dari kelas I sampai kelas VI masih banyak kekurangannya. Bantuan Operasional Sekolah sebanyak Rp.15.000.000,- yang digunakan untuk pasang Listrik, Buku SD dan lain-lain, yang kelebihan Dana bantuan hanya di Gunakan untuk kepentingan pribadinya.
“Bendahara, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak difungsikan. Hanya Kepala Sekolah yang memegang Dana tersebut seharus nya Bandaharawan sekolah yang memegang Dana tersebut, mengambil Dana Sekolah yang mengambilnya Kepala Sekolah Misdarti,S.Pd”. Inilah ungakapan kata – kata Majelis Guru saat diwawancarai oleh Metro Indonesia. (Eka)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved