Kesepakatan Pelayaran Lokal

Tarif Jenazah Simbol Belaka


    Sangihe, Sulut — Polemik tentang tarif pemuatan jenazah Manado-Tahuna,Siau Manado, maupun Tagulandang Manado menjadi pembicaraan masyarakat ramai. Pasalnya kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh beberapa perusahaan pelayaran lokal tidak pernah dilaksanakan oleh beberapa perusahaan pelayaran sehingga  masyarakat menjadi heran, karena hal ini dapat membuat keresahan  para pengguna transfortasi kapal laut baik dari Manado ke Siau, Manado-Tagulandang maupun Manado ke Tahuna.

    Ulah dari beberapa perusahaan pelayaran tersebut benar benar sudah tidak lagi mengenal nilai kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam keadaan berduka.

    Hasil pemantauan wartawan Metro Indonesia dilapangan mendapatkan hasil bahwa hal ini ternyata masih saja terjadi pemunggutan tarif pengangkutan jenazah diluar kesepakatan yang telah disepakati secara bersama. Misalnya saat wartawan Metro Indonesia melakukan aktifitas pagi hari dipelabuhan tahuna, dimana sebuah kapal penumpang TS memuat sosok jenazah yang berasal dari kecamatan Tamako dan yang sangat mengherankan saat akan membayar ongkos pemuatan ditagih tidak sesuai hasil kesepakatan yaitu sebesar Rp.1.500.000,-. Tindakan perusahaan pelayaran seperti ini jelas sudah diluar kewajaran nilai sosial dan kemanusiaan.

    Kepala kantor pelabuhan Tahuna Mocodompis Muhaling SIP ketika ditemui wartawan Metro Indonesia di ruang kerjanya mengatakan, bahwa tindakan perusahaan pelayaran seperti ini tidak bisa diterima secara logika karena ini mengenai persoalan kemanusiaan dimana sudah menjadi kewajiban setiap perusahaan pelayaran untuk membantu masyarakat yang ditimpah musibah.

                                 Mocodompis Muhaling, Sip

    “Untuk itu diharapkan kepada masyarakat yang mendapat musibah seperti ini segera berkoordinasi dengan perusahaan kapal atau dengan petugas pelabuhan yang ada,” ujar Mocodompis.

    Telah banyak informasi dari komponen masyarakat termasuk dari wartawan Metro Indonesia, maka pihak kantor pelabuhan Tahuna dalam waktu dekat akan melakukan penyelidikan langsung kelapangan untuk membuktikan kebenaran tentang informasi yang disampaikan. Jika ternyata hal ini memang benar terjadi maka pihak pelabuhan akan mengambil tindakan atau sanksi sesuai aturan atau hukum yang berlaku bagi perusahaan  pelayaran yang melanggar tentang kesepakatan yang telah ditentukan.

    “Dalam waktu dekat kami akan menurunkan Tim kelapangan untuk menyelidik persoalan ini, jika persoalan ini memang benar terjadi maka kami tidak main main langsung memberi sanksi sesuai aturan yang berlaku kepada perusahaan yang nakal, jika memang dimungkinkan kami akan melarang perusahaan tersebut beroperasi dilokasi pelabuhan Tahuna agar mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan sesungguhnya jauh dari nilai kemanusiaan, juga diharapkan kepada masyarakat yang mendapat musibah seperti ini segera berkoordinasi dengan perusahaan kapal tersebut termasuk petugas pelabuhan yang ada,” tegas kepala pelabuhan tersebut.

    Sementara aktivis pemerhati kemanusiaan kabupaten sangihe Panji Ramdhani Sadewa kepada wartawan Metro Indonesia mengatakan, sangat  sependapat jika Tim pelabuhan Tahuna melakukan penyelidikan ke lokasi tempat beroperasinya kapal pelayaran lokal tersebut, agar supaya bisa membuktikan benar tidaknya tindakan ini dilakukan oleh pihak perusahaan pelayaran lokal Manado-Tahuna, Manado-Siau, Manado-Tagulandang.
Apabila hasil pemantauan mendapat indikasi kebenaran tentang pelanggaran ini maka dimintakan pihak pelabuhan Tahuna mengambil langkah tegas untuk menindaki perusahaan yang tidak mematuhi pada kesepakatan yang telah dibuat bersama.

    “Pada dasarnya kami sangat setuju dengan program kantor pelabuhan Tahuna untuk segera melakukan pemantauan kelokasi kegiatan kapal pelayaran lokal tersebut, agar supaya dapat membuktikan benar tidaknya perilaku perusahaan seperti yang dikeluhkan masyarakat pengguna jasa pelayaran tersebut, jika terdapat indikasi kebenaran terhadap perbuatan ini maka kami minta dengan sangat pihak pelabuhan Tahuna segera memberi sanksi yang berat sesuai aturan yang berlaku, sehingga perusahaan tersebut tidak melakukan lagi perbuatan yang merugikan masyarakat banyak,” ungkap Panji dengan nada serius.

    Untuk persoalan kemanusiaan seperti ini sebaiknya pemkab Sangihe jangan hanya tinggal diam, tapi sebaliknya turut bekerja sama dengan pihak pelabuhan Tahuna agar cepat diselesaikan persoalan ini sehingga tidak terlalu lama membuat keresahan pada masyarakat. Bila persoalan ini dibiarkan larut sekian lama maka terkesan pemerintah kabupaten tidak peduli lagi dengan kepentingan masyarakat sendiri. (JANIS)

Kirim Komentar Anda...!!













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola