Mengungkap Kasus Korupsi
Ketum NCW Disiram Air Keras



 Drs. Iksan Nazir SH. Ketua umum
NCW Bengkulu yang disiram dengan air keras.


     Bengkulu — Krisis kepercayaan terhadap penegakan supremasi hukum di Indonesia terjadi di mana-mana dan di segala bidang, sementara segelintir orang yang taat. Terhadap hukum berdasarkan perundang-undangan yang berlaku saat harus berhadapan dengan kekerasan seperti yang terjadi pada Drs. Iksan Nazir SH. Ketua umum NCW Bengkulu yang harus terbaring di RS. Raflesia Bengkulu sejak 13 Juni 2011 akibat di siram dengan menggunakan air keras (cuka para / karet). Di jalan Kenari Kelurahan Kebun Kenang Kec. Ratu Agung no 17 Rt. 04/02 Bengkulu pkl 11.00 WIB di depan rumahnya saat pulang tugas rutin.

     Kasus ini mendapat tanggapan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penerimaan Laporan dan Penyidikan, Sopan. Dikatakannya, bahwa bila memang adanya temuan tindak pidana korupsi, pihak hukum harus memproses secepat mungkin.

     “Apabila ada temuan pelaksana proyek yang ditinggalkan para rekanan dan terlihat tidak sesuai bestek seperti yang ada pada Metro Indonesia, hal tersebut sudah jelas korupsi. Sebab sudah merugikan uang negara. Apalagi seperti foto-foto lokasi pekerjaan yang diperlihatkan, kami menunggu laporan tertulis dari Metro Indonesia untuk secepatnya kami tinjau dan diproses kasus tersebut,” ujar Sopan kepada wartawan Metro Indonesia, di ruyang kerjanya, Jumat kemarin.

     Kronologis kejadian yakni, beberapa hari sebelum kejadian ada dua orang tak di kenal, mondar-mandir di seputar rumah korban dengan ciri-cirinya satu orang mengenakan anting temple sedangkan seorang lagi agak gemuk pendek dan tampak bukan professional kerja (preman).
Mereka memberhentikan kendaraan korban di depan gang menuju rumah korban saat mengendarai sepeda motor tersebut menghapiri korban dan langsung menyiram cairan ketubuh korban karena kaca mobil korban terbuka yang mengakibatkan sebagian tubuh korban lumer, akibatnya korban tidak sempat mengejar pelaku dan dilarikan ke RS.

     ementara ini indikasi peristiwa menurut keterangan korban, saat ini pihaknya (korban) sedang menangani beberapa kasus proyek irigasi di propinsi Bengkulu di bawah kendali PU Balai Tuguk yang telah dilaporkan pada aparat penegak hukum provinsi Bengkulu di antaranya Kejaksaan tinggi dan Polda dengan Notabene penyimpangan/pengelapan uangh Negara yang nilanya mencapai 20 Milyar lebih tersebaar di beberapa Kabupaten Propinsi Bengkulu tahun Anggaran 2008 s/d 2010.
Hal ini menerut keterangan korban pihaknya sebelum pristiwa terjadi, perknah didatangi pihak PU balai terkait dengan koropsi terhadap 21 paket agar Drs. Iksan azir SH (korban). Tidak bereaksi selanjutnya pernah juga korban di ajak pertemuan di rumah makan Padang Jajati dan di tawari bantuan 50 Juta plus paket proyek terkait pengaduan LSM NCW atas 21 paket proyek irigasi pengelolahan rawa dan pengamanan pantai akan tetapi tawaran tersebut di tolak dengan alasan Drs. Iksan Nazir SH. Hanya minta proyek yang bermasalah tersebut  diperbaiki sesuai ketentuan yang ada. Sebagai mana diungkapkan oleh Iksan Nazir.

     “Saya melalui lembagai swadaya masyarakat NCW hanya ingin menyelamatkan uang Negara” masih menurut korban upaya PU balai tidak berhenti sampai disitu. Iksan Nazir diadukan dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh PU Balai, bukan itus saja Pu Balai sempat mengumpulkan LSM di Propinsi Bengkulu untuk melalukan demontrasi dengan LSM NCW.

     Ditambahkan Iksan Nazir bahwa pada bulan April Darwansyah sebagai ketua Satker dan penguasa anggaran lobi-lobi terhadap pendiri NCW untuk melakukan pembubaran lembaga NCW dan hal hasil 4 orang pendiri NCW melayangkan surat pernyataan terhdap beberapa lembaga terkait yang mencemarkan bahwa LSM NCW telah dibubarkan.

     Sehingga menurut Iksan Nazir pristiwa yang menimpa dirinya diduga kuat ada kaitannya dengan pengaduan Iksan terhadap PU Balai.
Sementara itu tekait dengan peristiwa ini kapolres kota AKBP . joko suprianto di damping kapolsek ratu agung iptu Istriqlal mz mengatakan bahwa pihaknyya telah menerima laporan atas peristiwa yang menimpa Drs. Iksan nazir sh atas laporan istri korban osmani bint no’it pada hari kejadian dan dijelaskan Iptu Istiqlal sejak adanya laporan ini pihaknya melakukan penyelidikan atas peristiwaa yang menimpa iksan nair yang tidak lain adalah ketua umum SM NCW bahkan kapolres kota Bengkulu langsung untuk mengungkap kasus dibalik peristiwa ini.

     Ditambahkan Iptu Istiqlal keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini pihaknay bersama dengan polres kota membentuk tim khusus unuk segera menagkap pelaku dan mengungkap motif pencobaan pembunuhan sekaligis menangkap siapa sesungguhnya dalang dari peristiwa ini.

     “Keterangan korban sudah  kita ambil dan saksi-saksi suda dipaks bahkan kapolres kota langsung mendatangi korban dirumah sakit,” ujarnya.
Iptu Istiqlal mengatakan, pihaknya saat ini belum dapat memastikan apakah peristiwa yang menimpa iksan nasir kriminal murni atau ada indikasi seperti keterangan korban terkait dengan profesi korban yang tertuang dalam BPA. Dan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil beberapa nama sesuai keterangan korban termasuk 4 orang pendiri NCW. Yaitu Burzani, Rustam, Efendi, dan Yudi. (Andreas/Tim)

 

Kirim Komentar Anda..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola