KPK: Rekonstruksi Sesuai BAP

 


Tomohon — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pe-nanganan kasus dugaan suap terhadap 2 auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh Pemkot Tomohon untuk memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dalam pengelolaan APBD 2007. Faktanya, usai memeriksa sejumlah pejabat Pemkot Tomohon di Kantor Inspektorat Sulut, Selasa (27/9) lalu, Tim KPK yang ber-anggotakan 18 personil, Rabu lalu datang di Kantor Walikota Tomohon.
Tim tiba sekitar pukul 10.20 Wita, dengan menggunakan 4 kendaraan masing masing Toyota Inova DB 777 AL, DB 777 MS , DB 2899 AN dan Te-rios DB 123 NO dengan dikawal oleh 1 pleton anggota Brimob Sulut bersenjata lengkap.
Kehadirian Tim KPK untuk melakukan rekontruksi atas kasus indikasi suap BPK yang terjadi tahun 2008.
Dan auditor BPK yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh BPK dalam kasus dugaan suap, masing masing Bahar dan Muham-mad Munzir juga dibawa tim KPK dengan didampingi oleh kuasa hukum.
Dari pantauan harian ini, KPK langsung melapor ke petugas jaga sekretariat daerah dan menuju ke ruang lantai III Kantor walikota sambil membawa barang bukti. Dan diruangan lantai 3 telah berkumpul sejumlah mantan pejabat teras dan staf yang akan mengikuti rekontruksi.
Masing-masing Drs Jhon Mambu Msi (Mantan Sekkot Tomohon), Drs Jan Lamba (Mantan Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tomohon), Frans Sambow SE (Mantan Bendahara Umum Daerah), Eduard “Evo” Paat, (Mantan Kuasa Bendahara Sekretariat Daerah), serta sejumlah staf lainnya, seperti Denny Mangundap SH, Stevi Tumbelaka dan beberapa PNS lainnya.
Tim KPK juga sempat memberi pengarahan kepada para saksi sebelum mela-kukan proses rekontruksi. Untuk rekontruksi dari tersangka Walikota Non Aktif Tomohon, Jefferson “Epe” Rumajar SE dilakukan oleh Denny Mangundap. Begitu juga dengan rekon-truksi kedua tersangka Ba-har dan Munzir diperankan orang lain. Itu atas permin-taan kedua tersangka kepada KPK. “Iya, tapi kalian (kedua tersangka,red), harus melihat dan ikut dalam proses rekontruksi,” ujar salah satu tim penyidik KPK yang diiyakan keduanya.
Namun selanjutnya proses persiapan rekonstruksi dilantai III dilakukan secara tertutup. Dan seluruh wartawan yang berada di dalam ruangan dikeluarkan. Kemudian pintu masuk ditutup serta dijaga ketat oleh anggota Brimob.
Tak lama berselang, tim KPK bersama pelaku re-kontruksi yang di bahunya digantung nama tersangka dan saksi, melanjutkan rekontruksi dengan mema-suki ruang kerja Walikota, kemudian dilanjutkan ke ruang Asisten II Tomohon yang dulunya ruang Kadis DPPKAD. Mereka sempat kembali ke ruang kerja wali-kota dan ruang asisten II, sebelum kembali ke lantai III.
Sekitar 1 jam kemudian, tim KPK mendatangi ruang TUP Sekkot Tomohon, yang dulunya bekas ruangan Kuasa BUD. Dan nampak ada 2 barang bukti berupa uang sekitar Rp1,5 miliar yang dikeluarkan dari kas daerah. Masing masing bungkusan berjumlah Rp1,1 miliar dan Rp 400 juta.
Dalam rekon, Evo membawa bungkusan uang sekitar Rp1,1 miliar ke ruang kantor walikota. Sedangkan uang sekitar Rp400 juta dibawa oleh Frans Sambow yang didampingi Sherly Giroth ke kendaraan.
Setelah itu Tim KPK bersama pelaku rekontruksi kembali menuju lantai III kantow Walikota. Dan hingga pukul 16.00 Wita, tim KPK masih berada diruangan tersebut.
Koordinator Tim KPK, AKBP Yudiawan sendiri ketika dimintai keterangan menyatakan bahwa proses rekontruksi terhadap kasus suap BPK oleh Pemkot, sudah sesuai dengan brita acara pemeriksaan (BAP). “Sejauh ini, rekon sudah sesuai BAP,” ujarnya.
Lanjut dia, selesai rekontruksi pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkara ke jaksa Tipikor. “Tapi baru pelimpahan tahap I. Kalau nanti berkas perkara yang disodorkan dinilai jaksa sudah lengkap, maka akan masuk tahap dua. Itu nanti akan disertai bukti dan tersangka,” bebernya.
Ditanya soal jumlah tersangka, dirinya menyatakan tetap 3 orang., masing masing. “Ada tiga. Jefferson Rumajar, Bahar dan Munzir,” singkatnya.
Disinggung tentang kemungkinan akan adanya tersangka baru, dirinya enggan untuk memberi keterangan lebih jauh. “Itu saja dulu ya,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi menyangkut jumlah adegan rekontruksi yang dilakukan, dirinya hanya tersenyum. “Pokoknya masih ada lagi. Seperti yang kalian (wartawan,red) lihat. Yang pasti akan dituntaskan hari ini,” kuncinya sambil berlalu.
Hingga berita ini diturunkan, proses rekontruksi sudah memasuki adegan ke 33. Dan proses rekontruksi itu mendapat perhatian dari PNS yang ada dilingkup Setda Tomohon.
Meski demikian Sekkot Tomohon, Drs Arnold Poli SH MAP menyatakan bahwa proses rekontruksi yang dilakukan KPK tidak mengganggu aktifitas pemerintahan. “Kita menghormati dan menghargai rekontruksi yang dilakukan KPK. Itu memang sudah merupakan kewenangan mereka dalam menjalankan proses hukum. Dan kegiatan yang mereka (KPK,red) lakukan sama sekali tidak mengganggu kinerja pemerintahan. Sebab semua PNS di sini (setda,red) tetap bekerja melayani seperti biasa,” tandasnya. (Jein)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola