Pemakaman Kuntet Mangkulangit

Ditanggung Paramida Manajemen


Nampak Bunda DR. Hj. Nurhayati Annisya Permana saat memeluk dan memberikan kegembiraan kepada anak sulung Kuntet Mangkulangit, Dandini yang didampingi Tiwul Petrani dan H. Yus Yunus.

    CIOMAS, JABAR — Blantika musik dangdut kembali berkabung, pencipta lagu Kuntet Mangkulangit yang sukses melalui lagu “Terlena”, “Trauma” dan “Judul-judulan” akhirnya menutup mata untuk menghadap Allah Swt Yang Maha Pencipta, 6 Desember 2010 pada pukul 10.30 WIB di rumahnya, daerah Ciomas, Jawa Barat.
    Menurut Johny Iskandar, bahwa dirinya pernah ditelepon Kuntet Mangkulangit, bahwa Kuntet besok akan pergi untuk menghadap Al-Khalik. “Ternyata tak disangka dan diduga, saya terima telepon pada dua hari yang lalu dari sahabat saya itu (Kuntet-red). Dia merupakan teman, sahabat dan keluarga yang baik di kalangan musisi dangdut,” ujar Johny dengan penuh haru.
    Sementara itu DR. Hj. Nurhayati Annisya Permana, pimpinan PT. Bunda Gemilang Creatifindo mengatakan, semua proses pemakaman ditanggung langsung oleh Paramida Manajemen. “Kuntet memang sudah pergi, tetapi dangdut tak pernah mati. Masih ada Kuntet-Kuntet lain. Hargailah karyanya, hargailah perjuangannya yang telah mensukseskan para penyanyi melalui karyanya,” ujar Bunda, panggilan akrab Paramida Manajemen itu didampingi H. Yus Yunus, Tiwul Petrani, H. Mara Karma, Leo Waldy.
    Hetty Sanjaya mengaku ditelepon pada Jumat (3/12) oleh Kuntet. Almarhum memberi tahu bahwa stroke yang dideritanya makin parah dan minta dibawa ke rumah sakit. "Namun, karena kesibukan saya mengurus acara perkawinan pada Sabtu (4/12) dan Minggu (5/12) di Cileungsi dan Condet, saya tidak sempat menanggapinya. Tapi, saya sudah menghubungi teman-teman yang lain seperti Yus Yunus tentang kondisi Kuntet," ujar Hetty.
    Nah, ketika Senin (6/12), Hetty jatuh sakit karena kesibukan kerja dua hari sebelumnya. Saat itulah, kabar meninggalnya Kuntet ia terima. "Kuntet meninggal pada Senin sekitar pukul 11.00 WIB di rumahnya di Ciomas," ucapnya.
    Kuntet meninggal di rumah mantan istrinya yang juga ditinggali anaknya dan suami baru dari istrinya. "Luar biasanya, mereka sangat welcome kepada Kuntet," ujar H. Yus Yunus, penyanyi senior juga.
    Di mata Yus Yunus, almarhum orang yang sangat cuek. "Dia hidup seperti seorang gipsi yang suka mengembara. Di mana dia berada di situ dia tidur," ungkapnya  Di awal 1980-an, Kasino Warkop menemukan bakat musik dari beberepa pemusik yang membentuk Orkes Moral Pengantar Minum Racun (PMR). Kelompok ini sering diajak manggung bersama Warkop Prambors.
    Kuntet yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah, lalu menulis banyak lagu yang dinyanyikan Johnny Iskandar bersama OM PMR seperti Judul Judulan. Selain itu, lagu Galau ciptaannya dinyanyikan juga oleh Cici Paramida.
    Menurut Yus Yunus, Kuntet Mangkulangit bersama almarhum Mbah Surip meniti karir bersama di kawasan Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Johnny Iskandar menambahkan, Kuntet meninggal dalam usia 49 tahun dan meninggalkan tiga anak.
    Kuntet Mangkulangit yang bernama lengkap Slamet Effendy alias Pepen meninggalkan dua orang putrinya, Dandini dan Senja serta seorang cucu. Di mana Senja telah berkeluarga dan kini sedang hamil menantikan anak keduanya. Kuntet telah mengalami penyakit stroke berkepanjangan. (Ilham)


Kembali ke Menu Utama

Kirim Komentar Anda

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola