Saatnya Aparat Hukum Tindak Korupsi di Tingkat Kelurahan

Lurah Cempaka Putih Barat
Korupsi Dana Penguatan 2010

 


     JAKARTA — Anggaran untuk dana penguatan pada tahun anggaran 2010 di Kelurahan Cempaka Putih Barat Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat sebesar Rp 3.274.288.268,- ternyata diduga sebagian di korupsi Lurah Ibu Tri Mulyani, S.IP. Karena anggaran yang seharusnya disalurkan ke tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) di lingkungannya itu dianggap sudah disalurkan.

 


     Namun kenyataannya, tim investigasi Metro Indonesia yang terjun langsung ke tingkat RW dan RT di lingkungan Cempaka Putih Barat berbeda jauh dari anggaran penguatan tersebut. Ini membuktikan, bahwa korupsi di DKI Jakarta khususnya yang dipimpin Gubernur Fauzi Bowo semakin menjadi-jadi.
Belum lagi kita mengikuti seluk beluk kasus korupsi Nazaruddin, mantan anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, justru di tingkat paling bawah sekalipun korupsi juga terjadi. Ibu Tri Mulyani sebagai lurah yang sebentar lagi akan pensiun, berbuat sewenang-wenang dengan mengeruk dana rakyat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta TA 2010.

     Hal itu juga diperkuat dari data Dana Penguatan Kelurahan dalam APBD 2010 Provinsi DKI Jakarta yang disampaikan pada diskusi anggaran partisipasi warga oleh Taufiqurrahman, Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat. Menurut Taufiqurrahman, bahwa anggaran tersebut wajib bagi kelurahan untuk menyalurkannya kepada masyarakat yang ada di lingkungan. Dana tersebut harus diberikan kepada semua kegiatan yang peruntukkannya dari proposal dan atau sesuai dari laporan keinginan warga, seperti Penggerakan masyarakat dan fasilitas penanganan kesehatan, pemeliharaan asset-aset lingkungan dan pemerintah.

     Taufiqurrahman yang juga Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu juga memberikan data-data yang peruntukkannya dengan volume dan satuan secara rinci dan akurat. Tim investigasi Metro Indonesia langsung menyelusuri di lingkungan khususnya Kelurahan Cempaka Putih Barat yang di pimpin Ibu Tri Mulyani, S.IP.

     Kenyataannya, tidak satupun RW menerima anggaran itu tidak sesuai dengan data-data yang secara tertulis dari Anggota DPRD DKI Jakarta. Sehingga jelas-jelas bahwa Lurah Cempaka Putih Barat Ibu Tri Mulyani S.IP mengeruk dana tersebut, kalau boleh dibilang, hitung-hitung uang pensiun sebagai akhir dari jabatannya sebagai Lurah. Ketika dikonfirmasi ke Ibu Tri Mulyani, bahwa pengakuannya dana itu sudah disalurkan sesuai apa yang menjadi keinginan di tingkat RW dan RT. Namun bila di audit, anggaran tersebut jauh berbeda dari apa yang disebutkan Ibu Tri Mulyani.

     Apa yang dikemukakan Lurah Tri Mulyani melalui pengakuannya tidak sejalan dengan beberapa komentar Ketua-Ketua RW yang ada di Kelurahan Cempaka Putih Barat. “Seperti dana dana operasional RT-RW, dana kehormatan dan dana operasional Dekkel (LMK), dana operasional Jumantik, dana operasional posyandu, sebagian dana operasional Lansia, PKK memang ada yang disalurkan,” ujar salah sorang Ketua RW yang tak mau disebutkan namanya.

     Bahkan yang katanya buku-buku PKK yang diperuntukkan bagi srikandi-srikandi di Kelurahan Cempaka Putih Barat dibagikan secara gratis, justru harus membayar. “Berbeda-beda sich harganya, ada yang Rp 400.000 hingga Rp 600.000. Ini memang sudah dijadikan lahan bisnis jual buku, apa dari Walikota demikian,” ujar Ketua RW lainnya dengan nada bertanya.

     Kemudian sejak tahun 2006, dana penguatan sudah di sosialisasikan ke Kecamatan dan Kelurahan dari APBD. Ternyata Lurah dan Camat tidak semua dana-dana tersebut yang di sosialisasikan ke tingkat RW dan RT. Lurah Cempaka Putih Barat itu belum secara rinci menjelaskan penyaluran dana anggaran penguatan TA 2010 itu yang datangnya dari APBD. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa Lurah Cempaka Putih Barat telah melakukan korupsi besar-besaran. (Tim MI)

 

Taufiqurrahman, Anggota DPRD DKI
Fraksi Partai Demokrat

 Ibu Tri Mulyani, S.IP, Lurah Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.

Kirim Komentar Anda..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola