Masyarakat Butuh Air Bersih

Penyediaan di Manado Kualitasnya Kurang

 

Foto Ilustrasi


    Dengan segala macam cara pemerintah memprogramkan rencana kegiatan demi terwujudnya transparansi dalam menyikapi proyek pembangunan yang melibatkan segala unsur terlebih lagi pembangunan yang sumber dananya dari APBN dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kendati telah dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat tetapi bukan berarti menjadi jaminan bahwa pengadaan dan penyediaan air bersih melalui UPTD SPAM menghasilkan kualitas yang maksimal.

    Dari hasil pemantauan, sampai saat ini pengawas tetap yang bertanggung jawab sepenuhnya belum ada dan siaga di  tempat pada hal system pengendalian air minum ini mengangkat kebutuhan orang banyak sehingga tidak menutup kemungkinan ada elemen-elemen yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal tidak diinginkan yang sudah pasti merugikan bahkan terjadi yang lebih buruk berdampak pada kesehatan masyarakat pengguna.
Tidak adanya pengawasan yang ketat mebuktikan bahwa sekalipun proyek telah rampung secara fisik akan tetapi belum berarti bisa langsung digunakan. Apalagi secara klinis belum jelas hasilnya laboratorium oleh yang berwenang.

    Bahkan ketika dikonfirmasikan ke perusahaan daerah dalam hal ini PT. Air Manado, Manager Sales & Marketing Departemen Joshua Rantung, SE diruangannya menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada koordinasi mengnenai jaringan yang digunakan oleh UPTD SPAM atau ada salah satu pelanggan SPAM yang datang untuk menguji air di lab PT. Air Manado layak dikonsumsi atau tidak.
Kepala PK-PAM Abubakar Idrus ST ketika di konfirmasi beberapa waktu lalu dinyatakan bahwa setelah dibangun maka proyek ini sudah diserahkan ke UPTD SPAM untuk dikelolah sesuai tujuan dan fungsi tapi anehnya pekerjaan yang diserahkan tidak jelas selesai sampai seperti apa yang kemudian dilanjutkan, karena penyediaan air tersebut tidak akan sampai kepemukiman penduduk disebabkan jaringan yang digunakan belum ada. Hanya ada beberapa perumahan yang menikmati dengan menggunakan pipa-pipa lama perusahaan daerah air minum minahasa utara yang diduga belum ada koordinasi.
Lebih aneh lagi yang ada di SPAM Malalayang, airnya sudah mengalir dan digunakan oleh masyarakat perumahan tapi pembangunan fasilitas berupa rumah tinggal untuk pengawas dan pagar pengaman lokasi belum selesai sampai berita ini diturunkan. Itu berarti diduga air yang diairkan tidak terjamin secara klinis dan dapat berakibat buruk bagi masyarakat pengguna, padahal menurut Dahlan Lapanda bahwa ditiap-tiap rumah penduduk sudah ada meter penghitung pemakaian air dan sudah ditarik pembayaran. Jadi biaya untuk pemeliharaan operasional sudah ada tapi proyek ini belum rampung.
Sekali lagi proyek ini perlu ditelusi oleh aparat hukum karena setiap kasus tindak pidana korupsi tidak ada yang kebal hukum, untuk itu wartawan Metro Indonesia akan terus mengikuti perkembangan penanganan penggunaan keuangan Negara khusus di PK–PAM dan UPTD SPAM Manado.(Jein Montolalu)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola