PT Handaru Adhiputra akan ‘Hajar’ Bila ada yang Mempublikasikannya

     Mukomuko — Kalau manusia sudah sangat serakah berarti jiwa raganya sudah dirasuki Jin dan Setan, kalau sudah membaur dengan setan manusia itu tidak pernah ingat lagi kesengsaraan dan kemelaratan hidup sebelumnya inilah sekelumit perjalanan kehidupan kuasa direktur  PT. Handaru Adhiputra yang mau cari untung besar tanpa lagi mengurus izin galian C di Kabupaten Mukomuko cukup saja pihak perusahaan menyiapkan alat berat berupa Exsepator untuk mengeruk batu kali disekitar proyek membangun Batu Beronjong.

     Maklum yang mengerjakan proyek ini orang yang paling jagoan dan gagah di Kabupaten Mukomuko karena kontraktornya pernah dulu sesumbar didepan wartawan Metro Indonesia, barang siapa pihak dari wartawan yang coba-coba mengusik proyeknya akan di tabrak dengan mobil maklum OKB (Orang Baru Kaya-Red). Ancaman ini harus menjadi perhatian pihak hukum di Kabupaten Mukomuko, padahal pihak Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera VII SNVT PJSA Sumatera VII Provinsi Bengkulu.

     Untuk Kegiatan Sungai dan Pantai Seperti proyek pembangunan Revetment Air Selagan di-Kabupaten Mukomuko dengan nomor kontrak 28/SPPK/PPK-SP.I/2011 tertanggal 28 Februari 2011 dengan nilai kontrak Rp 6.958.057.000,- waktu pelaksanaan 240 hari Kalender sumber dana berasal dari APBN Murni Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2011 dengan lingkup pekerjaan pengaman tebing sungai Selagan/Normalisasi alur Sungai Selagan yang mengerjakan proyek itu adalah PT. Handaru Adhiputra dengan consultan pengawas tidak tertulis dipapan merek proyek alias Consultan Siluman alias Jin.

     Namun sangat disayangkan ungkap Budun salah seorang tokoh masyarakat Transos mengatakan kepada Tim Metro Indonesia bahwa cara kerja dari pihak PT. Handaru Adhiputra untuk pengambilan material batu kali pihak kontraktor hanya mempergunakan alat berat seperti Eksepator dan pihak perusahan PT. Handaru Adhiputra tidak mempergunakan ijin ­­­­­­­­­kuari dan terlepas dari pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah-Red) karena batu kali untuk mengisi beronjong hanya diambil oleh pihak kontraktor PT. Handaru Adhiputra hanya disekitar proyek dan akibat dari perbuatan dari kontraktor tersebut bisa merusak DAS (Daerah Aliran Sungai) tutur Budun menjelaskan kepada Tim Metro Indonesia.

    Begitu juga dengan minyak Solar alias BBM untuk kebutuhan Alat Berat Exsepator seharusnya pihak dari perusahan  PT. Handaru Adhiputra mempergunakan minyak industri akan tetapi Anto Lahib alias Anto Pelit membeli BBM melalui  Arzan selaku oknum PNS yang tinggal di Sungai ipuh padahal ada masyarakat dari Desa Surian Bungkal yang siap menyediakan BBM itu akan tetapi Anto Pelit tidak bersedia memperkaryakan masyarakat Desa Surian Bungkal padahal proyek Beronjong yang dibangun itu sebagian proyek tersebut terletak di alur  Sungai Selagan dekat dengan Desa Surian Bungkal.

     Masyarakat Desa Sungai Ipuh berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup agar dapat memantau kelokasi proyek pekerjaan pengaman tebing sungai Selagan/Normalisasi alur Sungai Selagan yang batu kali yang dipergunakan untuk mengisi Beronjong hanya diambil disekitar lokasi proyek oleh pihak kontraktor  begitu juga dihimbau kepada pihak Dinas Dispenda harus ikut memantau pihak PT. Handaru Adhiputra mengambil Batu Kali disekitar proyek yang dapat merugikan Pemkab Mukomuko nantinya.

     Sewaktu Tim Metro Indonesia menemui Kepala Dinas Dispenda Kabupaten Mukomuko Ir. Kasmidi Kasim dikantornya belum lama ini sangat menyayangkan tindakan perhusahaan PT. Handaru Adhiputra yang tidak pernah lapor tentang kegiatan pengambilan batu kali dan beliau mengatakan akan menyelidiki dulu kalau memang terbukti maka akan diambil tindakan tegas bila perlu kita akan berhentikan pekerjaan tersebut, tutur Kasmidi Kasim.
Menindak lanjuti pekerjaan dari PT. Handaru Adhiputra yang terkesan akan monopoli untuk pengadaan Batu Kali masyarakat Transos Budun  mengatakan kepada Tim Metro Indonesia bahwa pekerjaan dari PT.Handaru Adhiputra yang mengerjakan proyek  pengaman tebing sungai Selagan/Normalisasi alur Sungai Selagan perlu diawasi oleh masyarakat kalau tidak diawasi akan terjadi KKN nantinya sesuai dengan Undang-undang KKN,pasal 2 ,No.31 Tahun 1999 jo Undang-undang N0. 20 Tahun 2001.

     Setiap orang melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, akibatnya nanti Kontraktor dari perusahan PT.Handaru Adhiputra dapat dipidana dengan pidana penjara,namun Sejauh mana Tindakan dari Badan Lingkungan Hidup dan Dispenda Kabupaten Mukomuko untuk menyikapi pekerjaan PT.Handaru Adhiputra yang mempergunakan batu kali disekitar proyek yang terkesan akan merugikan Pemkab Mukomuko nantinya dengan tujuan dari pihak kontraktor hanya memperkaya diri sendiri dan Metro Indonesia akan selalu menyikapi pekerjaan PT. Handaru Adhiputra edisi mendatang lebih detail dan Akurat.

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













 

© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola