MK Tolak Rama Alexander, Ismael Thomas Gembira




Nampak Ismael Thomas begitu gembira didampingi para pendukungnya seperti Laskar Pemuda Adat Dayak Kaltim.



     JAKARTA — Ismael Thomas dan Kuasa Hukumnya, Denny Kailimang DKK Sangat Gembira, usai sidang Pembacaan Putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilukada Kab. Kubar terlihat juga Tim Sukses  (THD II) dan Ketua DPC  Kubar Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADTK) maupun Ketua Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (PADKT) sangat senang.

     Kami sangat berterima kasih atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang suda memberikan keputusan yang tepat kepada Ismael Thomas H. Didik Effendi (THDII), ujar Rudof, Ketua DPC (LPADKT), “Tidak lupa Juga kepada segenap Tim pengamanan yang dibantu Pemuda Maluku,dan Rekan Media yang selalu memantau berkembangan persidangan dari awal sampai dibacakannya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

     Mahkamah mengatakan, dalil-dalil mengenai terjadinya pelanggaran sistematis, terstruktur dan masif yang diusung dalam permohonan pasangan cabup/cawabup Kutai Barat (Kubar) Rama Alexander Asia - H. Abdul Azizs (Raja) tidak terbukti menurut hokum, dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilukada Kubar yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (3/3/2011). Dalam amar putusan, Mahkamah menolak seluruh permohonan Raja.

     Dalam permohonan, Raja mendalilkan terjadinya sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Termohon KPU Kubar dan pihak terkait pasangan Ismael Thomas-H. Didik Effendi (THDII). Raja menuduh THDII yang merupakan pasangan incumbent, telah melakukan pelanggaran bersifat sistematis, struktural, dan masif.

     Pelanggaran bersifat sistematis yang didalilkan Raja yaitu yang tertuang dalam buku berjudul “Dokumen Publik (Iklan, Media Massa) Bersama THD II” Warga Berdaya, Kubar Sejahtera!! Bupati-Wakil Bupati & Calon Bupati-Wakil Bupati Ismael Thomas, S.H., M.Si–H. Didik Effendi, S.Sos., M.Si. Membangun Kubar Untuk Semua!” bertanggal 23 Agustus 2009.

     Dalil Raja tersebut dibantah oleh Tim Kuasa Hukum THDII yang menyatakan tidak pernah membuat atau menyuruh pihak lain untuk membuat dokumen yang berisikan strategi, taktik, dan siasat. THDII dan Tim Suksesnya dalam pengakuan di persidangan mengakui hanya pernah membuat dokumen “Visi, Misi, Strategi, Kebijakan dan Program Pembangunan Daerah Kabupaten Kutai Barat (2011-2016)”.

     Mahkamah menilai Raja tidak dapat membuktikan validitas Bukti P-14 benar-benar dokumen resmi yang dikeluarkan oleh THDII. Oleh karenanya, Mahkamah menilai bukti tersebut tidak valid dan tidak dapat dipergunakan untuk menilai dalil-dalil Pemohon yang didasarkan pada Bukti P-14. Dengan demikian dalil-dalil Raja tidak terbukti menurut hukum.

     Pelanggaran bersifat struktural yang didalilkan Raja yaitu mengenai pelibatan pegawai negeri sipil, camat, petinggi, dan Badan Perwakilan Kampung, serta KPPS sebagai Tim Sukses dan ikut terlibat aktif dalam rangka pemenangan THDII. Dalil ini juga dibantah THDII melalui bukti-bukti dan keterangan saksi. Mahkamah menilai Pemohon tidak memiliki cukup bukti bahwa telah terjadi pelanggaran terstruktur yang melibatkan aparatur pemerintahan sebagaimana didalilkan Pemohon.

     Jikalaupun dalil Raja benar, Raja tetap tidak dapat meyakinkan Mahkamah bahwa keterlibatan aparatur tersebut dilakukan secara masif dan memberi pengaruh yang signifikan terhadap perolehan suara masing-masing pasangan calon, khususnya mengurangi perolehan suara Raja. Terakhir, dalil Raja mengenai pelanggaran bersifat massif. Pelangggaran yang sistematis dan terstuktur tersebut di atas terjadi secara luas (masif) di wilayah Kubar yang dilakukan oleh Pihak Terkait THDII dan Termohon KPU Kubar. (Iman Sp Noya)


Kirim Komentar Anda.....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesi.
















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved  

 


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola