Musda ke XI Muhammadyah DPD Kab. Sangihe Terbentuk




Norman Stirman



     Sangihe, Sulut — Sebagai salah satu ormas Islam besar di Kabupaten Sangihe, di mana kepengurusannya telah berakhir maka DPD Muhammadyah Kabupaten Sangihe telah melakukan Musyawarah Daerah ke XI untuk membentuk komposisi kepengurusan periode 5 tahun kedepan 2011-2016. Selain organisasi Induk Muhammadyah melakukan Musda turut serta juga Aisyiah dan Nasyiahtul Aisyah yang bersamaan kepengurusannya juga berakhir.

     Ketua Pimpinan Daerah Muhammadyah Kabupaten Sangihe Norman Stirman S.Pdi di hadapan 500 orang peserta Musda maupun undangan mengatakan, Musyawarah Daerah ini dilakukan karena periode kepengurusan telah berakhir, selain itu mengajak warga Muhammadyah kiranya dalam bermusyawarah mempunyai watak dan ahklaqul karimah sehingga mempunyai rasa ikhlas antara sesama warga agar warga Muhammadyah tetap kokoh dalam persatuan dan kesatuan untuk menjalankan misi kedepan membantu pemerintah  membangun Negara Republik Indonesia tercinta demi kesejahteraan rakyat.

     Dalam sejarah perjuangan bangsa Muhammadyah lahir Tahun 1912 dan berdiri di Kabupaten Sangihe sejak Tahun 1932, di mana pelopor pendiri di Kabupaten sangihe antara lain Bombaran Makaminan, Tangkudung Mamile, Bombas Makaminan.

     Sementara Ketua DPD Muhammadyah Provinsi Sulawesi Utara Drs. H. Anwar Panawar dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadyah agar tidak pecah belah tetap bersatu karena sejak Muhammadyah berdiri di Negara Indonesia 1912 (102 Tahun) organisasi ini tidak pernah pecah belah karena memiliki sifat Istiqamah dan Ikhlas.

     “Di dalam organisasi ini tidak dibenarkan meminta-minta jabatan, akan tetapi jika dikehendaki harus memegang jabatan jangan menolak. Organisasi Muhammadyah dalam bidang pendidikan maupun kesehatan sangat maju karena dapat dibuktikan dengan adanya sekolah-sekolah maupun peguruan tinggi Muhammadyah yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara termasuk pada bidang kesehatan dimana Balai Pengobatan maupun Rumah Sakit Muhammadyah juga telah banyak berdiri pada wilayah Indonesia,” ujar H. Anwar Panawar.

     Namun sangat disayangkan dari segi ekonomi kerakyatan, secara gentlemen diakui oleh Ketua DPD Muhammadyah Provinsi Sulawesi Utara, bahwa Muhammadyah masih gagal dan perlu pembenahan lagi.

     Bupati Kabupaten Sangihe Drs. Winsulangi Salindeho dalam sambutannya yang diwakili Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sangihe Drs. Sukardi Adilang, MBA mengharapkan, kiranya organisasi masyarakat yang berada di Kabupaten Sangihe termasuk Muhammadyah turut berperan serta dalam membantu pemerintah membangun daerah Kabupaten Sangihe tercinta demi kepentingan masyarakat.

     “Dalam musyawarah ini kiranya diharapkan menelorkan program-program organisasi yang berkepihakan pada orang banyak bukan hanya kepentingan orang perorangan atau kelompok kelompok tertentu,” ujar Bupati Sangihe.

     Pada akhir Musyawarah Daerah Muhamdyah tanggal 20 maret 2011 ternyata menghasilkan Drs Sutarji Adipati S.Pdi terpilih menjadi Ketua DPD Muhammadyah Kabupaten Sangihe periode 2011-2016 dengan Sekretarisnya Drs Halim Gabriel. Sedang untuk Aisyah Ketua Djainin Makangiras dan Sekretaris Dra. Harfiah Makasaehe, sementara untuk Nasyiatul Aisyah, ketua terpilih Indri Yanti Mandahari,  S.Ag. (JANIS)


Kirim Komentar Anda...

Komentar Anda Akan Kami Muat di Indonesia.

 














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola