Jaga Nasionalisme Bentuk Karakter di Sekolah Kebangsaaan |
Dr. Yansen TP.M.Si
MALINAU, KALTIM — Selain perbaikan bidang kesehatan, dalam upaya peningkatan kualitas sdm masyarakat, Pemkab Malinau juga akan membangun sekolah menengah umum (SMU) kebangsaan. Sekolah kebangsaan ini menjadi sekolah unggulan bagi putra-putri terbaik Kabupaten Malinau.
Model pendidikan yang akan diterapkan adalah mengede pankan pembentukan karakter (character building). Bupati Dr Yansen TP MSi menyebutkan, pendidikan itu tidak semata harus membentuk kemampuan in telektual dari siswa. Tetapi yang terpenting juga adalah pembentukan ahklak dan menumbuhkan jiwa nasionalisme dengan berbasiskan budaya bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Hal ini sangat penting disamp ing sebagai kewajiban semua pihak membentuk karakter kebangsaan kepada generasi penerus perjuang an bangsa, juga mengingat daerah Malinau ini berada di wilayah per batasan Indonesia dan Malaysia. Sistem pendidikan pada sekolah kebangsaan ini mengadopsi model semi boarding school, yakni siswa siswinya diasramakan dengan pengawasan dan jadwal belajar yang sangat ketat. Sehingga proses belajar menga jar berjalan dengan lebih baik.
Demikian juga siswa-siswi dari SMU kebangsaan ini akan direk rut dari siswa-siswi yang berbakat dari seluruh SMU yang berasal dari kecamatan se-Kabupaten Malinau melalui pemanduan bakat sejak dini. Upaya ini dilakukan dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul dan mampu bersaing baik dalam tataran re gional maupun nasional bahkan internasional yang memiliki jiwa nasionalisme dan idealisme kebangsaan Indonesia yang tinggi.
Selain membangun sekolah ke bangsaan, dalam upaya peningkatan SDM masyarakat, Pemkab saat ini tengah mematangkan ran cangan peraturan daerah (Raperda) tentang pendidikan. Tujuannya, memberikan ruang yang cukup bagi keluarga dan masyarakat untuk lebih berperan dalam dunia pendidikan. Seperti pengaturan jam belajar di rumah, larangan merokok bagi siswa dan bagi masyarakat di lingkungan sekolah dan di tempat umum serta peran penting lainnya dari masyarakat dan dunia usaha dalam memaju kan dunia pendidikan.
Bupati Yansen juga juga meminta semua pihak harus menyadari bahwa pembentukan sebuah pribadi manusia tidak hanya terjadi dalam ruang dimensi sekolah saja. Tetapi penga ruh pendidikan keluarga dan situasi lingkungan tempat tinggal dan beraktifitasnya anak-anak, juga sangat besar pengaruhnya. Bahkan sangat erat dan saling mempengaruhi antara ketiga pilar utama pendidikan yang seharusnya bersinergi yaitu antara sekolah (pe merintah), keluarga dan masyarakat. Ke depan semua harus sepenuhnya bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan pembangunan bidang pendidikan ini.
Karenanya Yansne TP juga mengajak semua menyikapi secara ber sama terhadap berbagai hal dan nilai yang mempengaruhi pemben tukan intelektual, karakter dan budaya anak-anak dan generasi muda Malinau. Seperti nilai-nilai keteladanan, kepemimpinan yang baik, prilaku buruk dimasyarakat, miras, narkoba dan berbagai gejala sosial kemasyarakatan yang tidak mengakses dan membangun semangat anak cucu dan generasi muda Malinau untuk berkompetisi. (Muri/*)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved