Kepsek SMK Nyaris Tertipu Oknum Kejaksaan Tinggi Sulut




Reinhard Tololiu, SH

 


     SITARO, SULUT – Baru-baru ini Kepala Sekolah Menengah Kejuruan nyaris tertipu oknum dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, modus operandinya menekan dengan mencari-cari kesalahan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima sekolah-sekolah di Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya. Oknum yang mengaku-ngaku dari Kejaksaan Tinggi itu, memeras dengan meminta sejumlah uang mulai dari Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.

     Sumber yang disimpan redaksi Metro Indonesia Perwakilan Sulut, langsung mengkoordinasikan kepada Kejaksaan Tinggi melalui humasnya Reinhard Tololiu, SH. Dimana beberapa oknum yang mengaku-ngaku dari Kejaksaan Tinggi keluar masuk instansi sekolah, terutama khususnya sekolah-sekolah seperti SD/SLTP/SMA/SMK yang menerima DAK.

     Kejadian tersebut berawal oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab datang kepada salah satu Kepsek SMK yang ada di sekitar Kepulauan Sitaro dengan mengaku seorang Jaksa (Red:Gadungan), mereka katakan bahwa Kepsek SMK tersebut sudah merugikan keuangan negara kerena telah terjadi penyimpangan.  Maka agar supaya persoalan penyimpangan tersebut tidak akan diusut, kepala sekolah SMK di kepulauan Sitaro harus sediakan uang sebesar Rp 75 juta dan kalau tidak kepala sekolah harus di tangkap di bawa ke Kajaksaan.

     Kerena merasa takut, maka terpaksa kepala sekolah yang bersangkutan menyetujui dengan catatan ketemu di Kota Manado. Keesokan harinya kepala SMK tersebut dijemput oleh kedua orang yang mengaku Jaksa Gadungan itu di Pelabu han Manado, dengan tanpa basa-basi kedua oknum Jaksa gadungan langsung meminta uang yang telah kesepekatan bersama Rp 75 juta agar supaya diserahkan saja.

     Namun kepala sekolah tersebut masih dilindungi Tuhan, timbul fikiran jerni dalam benak kepalanya, bahwa kata mereka dari Kejaksaan Tinggi tapi mengapa mereka minta agar uang sejumlah Rp 75 juta diserahkan di pelabuhan bukan di kantor Kejaksaan. Agar supaya tidak didesak dan takut akan diapa-apakan kedua oknum itu, apalagi uang tersebut ada di dalam tas kepala sekolah, maka dengan alasan pada kedua oknum tersebut, “Tunggu sebentar saya mau ambil uang di ATM dan ini uang makan untuk kamu berdua,” ujar Kepsek SMK itu seraya memberikan sejumlah Rp 500 ribu.

     Saat kelengahan itulah dimanfaatkan Kepsek SMK itu, bukan menuju ke box ATM melainkan berputar arah menuju pulang naik kapal motor untuk kembali ke Sitaro. Akhirnya dirinya sadar bahwa dia hampir saja tertipu kedua oknum jaksa gadungan tadi.

     Demi menjaga nama baik serta kredibilitas aparat hukum yang dalam hal ini khususnya Kejaksaan di mata masyarakat, agar menindak oknum-oknum yang mengaku-ngaku dari Kejaksaan. “Kami siap menindak para pelaku yang menjadi oknum dari Kejaksaan Tinggi tersebut, saya akan koordinasikan dengan seluruh jajajaran agar memeriksa dan menindaknya dengan sesegera mungkin,” ujar Reinhard kepada wartawan Metro Indonesia belum lama ini.

     Humas Kejati Sulut itu mengucapkan terima kasih kepada insan pers yang ikut membantu dalam kasus penipuan yang mengatas namakan Kejaksaan Tinggi Sulut. “Saya juga salut dengan Kepala Sekolah SMK itu yang bisa menghindari dari para penjahat penipu yang mengaku dari Kejati Sulut, dan tentunya saya imbau kepada semua pihak, khususnya masyarakat agar waspada dan meneliti terlebih dahulu dengan melihat surat tugas dan bila perlu menelepon konfirmasi kepada pihak kami,” tambah Reinhard Tololiu, SH.(Albert H.J. Montolalu)

Kirim Komentar Anda…..!!!

Click to enter textKomentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola