Oknum Dewan Ngaku Konsultan Proyek

Niat Baik Kepala UPTD Dicekal

 


    Kerinci — Sudah tidak asing lagi ketika kita bertanya proyek siapakah ini?, untuk Tahun Anggaran (TA) 2010 orang akan menjawab, itu proyek si “Anu” Anggota dewan Kerinci. Mereka tidak akan pernah tahu siapa kontraktor atau pelaksana proyek yang sebenarnya. Alasan tepat pertama, karena rata-rata proyek tidak punya identitas diri, dengan tidak terpampangnya papan merek, kedua, setiap proyek yang dilaksanakan selalu saja menggunakan CV. orang lain bukan pemilik yang sebenarnya dan ketiga, mayoritas proyek titipan oknum DPRD.

    Jual beli jasa untuk proyek pembangunan disinyalir kuat sudah merupakan fenomena tersendiri buat Kabupaten Kerinci-Jambi, tak luput hal serupa juga terjadi untuk wilayah Kota Sungai Penuh. Hingga ironisnya para kontraktor/pemilik perusahaan dapat dikatakan bukan lagi sebagai pihak ketiga, tapi  merupakan pihak ke lima.

    Sumber mengatakan, disinyalir kuat pemimpin daerah sepertinya sudah membijaksanai hal ini, lantaran diduga kuat merupakan pengamanan terhadap LKPJ tahunan yang harus dipertanggung jawabkannya, serta beberapa kelulusan dan kemulusan birokrasi yang membutuhkan keabsahab dari dewan. Biasanya setiap menjelang habis tahun anggaran riak kecil, sering dan wajar terjadi adalah klaim terhadap kegiatan proyek pembangunan bermasalah.  Namun pada akhir tahun 2010 yang baru kita lewati, kegiatan proyek berjalan seolah kondusif dan aman-aman saja.

    Diduga kuat beberapa oknum dewan yang frontalis dan agresif mendapatkan paket-paket proyek yang disuguhkan melalui anak kandung mereka, kemenakan, team sukses atau keluarga terdekat dan kolega lainnya. Sedangkan dewan yang adem-adem saja dan idealis hanya gigit jari, namun diantaranya masih ada pelaku wakil rakyat ini punya nurani walaupun ia sendiri dianggap dalang provokasi nantinya, sebut sumber ini ke Metro Indonesia.

    Dampaknya hasil pembangunan amburadul, karena dana diterima pihak kontraktor menjadi minim, diduga kuat dana disunat oknum secara konspiratif sangat besar nilainya diperkirakan 10% hingga 17%, belum lagi halnya potong Pajak, Fee oknum dan biaya lainya.  Hal ini diakui beberapa sumber kontraktor, “Lumayan dari pada kita tak dapat proyek sama sekali, kalau proyek kita disalahkan juga, yaah…!, terpaksa kita tuding saja oknum yang memberikan kami proyek”, ujar seorang kontraktor yang enggan ditulis namanya.

    Subur Budiman salah satu anggota dewan dari partai Hanura mengaku hany sebagai konsultan proyek tersebut. “Saya hanya sebagai konsultannya”, tegasnya, ketika ditanyai terkait Proyek Rehabilitasi Kolam Pendederan Balai Benih Ikan (BBI) Talang Kemulun Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci-Jambi TA 2010.

    Subur Budiman Anggota DPRD Kerinci yang mengaku sebagai Konsultan Proyek itu, ketika ditanyai siapa kontraktor pelaksana malah tidak mengetahui sama sekali.

    Niat Baik Kepala UPTD BBI talang kemulun Adrizal kepada Metro Indonesia mengatakan, bahwa proyek Subur Budiman yang dikerjakan adiknya Ferdi dari CV. Oriza, sangat tidak layak, masih banyak yang bocor dan asal jadi. Anggaran diperkirakan 220 juta rupiah dari dana APBD Kerinci.
Ardizal menyampaikan pesan, agar subur dapat memperbaiki kolam yang masih bocor karena tahun anggaran akan habis (akhir Desember 2010). Namun pesan Adrizal dijawab Subur dengan sinis, “Tolong katakan kembali ke Adrizal, apakah dia (Adrizal) sanggup merehab kolam BBI dengan dana sebanyak itu,” tandas Subur melontarkan kalimatnya untuk Adrizal.

    Di hari lain, Subur Budiman dengan sedikit terbata-bata tetap bersikukuh mengaku sebagai konsultan pada proyek itu dan tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana proyek. Subur malah menyarankan agar menanyakan hal ini kepada pihak Dinas Peternakan Kabupaten Kerinci. “Tanyakan saja ke Dinas apakah benar proyek yang direhabnya banyak yang bocor,” paparnya.

    Sumber Dinas Peternakan yang sepertinya enggan sebutkan namanya mengatakan, memang benar proyek itu adalah keluarga anggota Dewan Subur Budiman dengan menggunakan CV Oriza.

    Kemudian Metro Indonesia mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kadis Peternakan Kabupaten Kerinci, Gazdinur Gazam dikantornya, beliau berjanji akan menindak lanjuti masalah ini. Balai Benih Ikan (BBI) Talang Kemulung, diperkirakan dibangun semenjak TA 2006.
Hingga berita naik cetak gedung tersebut dibangun sangat tidak efesien, bahkan beberapa warga desa yang ada di lokasi tersebut menginformasikan, puluhan gedung banyak tidak ada manfatnya sama sekali.

    “Ini buang-buang uang negara, merupakan santapan empuk untuk para oknum kontrkator untuk meraup untung besar. Bapak dapat lihat sendiri malah ada gedung kantor BBI yang sudah dibangun, patah dua. Bahkan Subur Budiman sebelum menjadi anggota dewan sudah menjadi konsultannya di setiap kegiatan proyek pembangunan BBI ini,” tambah sumber. (Jhontech/yosep)

Kirim Komentar Anda.....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola