Pabrik Es di Pasar Bantal Mubazir

 



 


     TERAMANG JAYA – Pembangunan Pabrik Es di Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko sejak mulai proyek ini dibangun hingga sekarang ini tidak pernah berpungsi dengan baik dan tidak sesuai dengan kebutuhan dan proses produksinya karena terlalu banyak masalah dari mulai tender hingga PHO proyek Pabrik Es tersebut selalu terkendala karena banyak temuan yang bernuansa KKN dari pihak Kontraktor maupun dari pihak Dinas Pertanian Katahanan Pangan Perikanan dan Peternakan (PKPP) itu sendiri.

     Proyek Pabrik Es ini yang mengerjakan dulu adalah PT. Teisa Mandiri, dengan nomor kontrak  523/42/SPK/KPA/PINJAMAN/VII/2007, besarnya biaya proyek pembangunan pabrik Es tersebut Rp 1.319.803.000,- dengan sumber Dana berasal dari APBD Pinjaman Kabupaten Mukomuko tahun anggaran 2007, dengan masa kerja diwaktu itu dimulai 1 Agustus 2007 dan selesai 28 Nopember 2007, namun dasar kontraktor nakal pekerjaan baru bisa diselesaikan pada tahun 2008 itu pun tidak selesai dikerjakan dengan baik karena seperti  pembangunan Sumur sangat bermasalah dan tidak selesai dibangun.

     Begitu juga mesin pabrik Es disinyalir mesin yang dibeli tidak bermutu baik begitu juga dengan perlengkapan lainnya, namun bagi pihak Dinas PKPP Kabupaten Mukomuko tidak mempersoalkan pekerjaan dari pihak kontraktor yang tak sesuai dengan spek yang ada di dalam RAB (Rencana Anggaran Belanja) dan pihak Dinas PKPP menerima saja hasil pekerjan dari PT. TM yang bekerja Asal Jadi itu sewaktu itu yang menjadi Kepala Dinas PKPP Kabupaten Mukomuko adalah Ir. Zamdial Ta’aladin, M.Si.

Sewaktu Tim Metro Indonesia memantau kelokasi Pabrik Es di Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya belum lama ini sangat menyayangkan keberadan Pabrik Es yang kini tidak dipungsikan lagi alias menjadi salah satu proyek Mubazir, Sadar salah seorang tokoh masyarakat Pasar Bantal mengatakan kepada MI bahwa Kami masyarakat Pasar Bantal sangat berbangga hati terhadap Pemkab Mukomuko karena permintaan warga nelayan pasar Bantal dikabulkan untuk mendirikan Pabrik Es, cuma yang disesalkan oleh masyarakat adalah pekerjaan dari pihak Kontraktor PT. TM, selaku Dirutnya Arief Andriyanto ST.MSc alias Aan bekerja asal jadi, karena katahuannya setelah pabrik Es itu dikelola oleh masyarakat setempat untuk pengolahannya dan banyak sekali menemukan kendala salah satunya untuk mengeluarkan Es dari Bak Penampung sangat susah sekali, ungkap Sadar Kepada MI.

     Selain itu juga pada dinding kotak penyimpanan Air tempat penampungan Es tidak dibuat tempat peluncuran Es dari Bak penampung dan seharusnya pihak kontraktor harus membuat tempat peluncuran Es dari batu pasangan atau dicor dengan semen demi menjaga keselamatan dan menjaga mutunya Es agar tidak cacat dan supaya tidak menyulitkan bagi pekerja untuk mengeluarkan batu Es dari Bak penampung, namun karena pihak kontraktor tidak membuat tempat peluncuran Batu Es sehingga setiap mengeluarkan Balok Es selalu jatuh kelantai dasar dan membuat Balok Es selalu pecah dan terkadang hancur inilah akibat dari pekerjaan kontraktor yang bekerja tidak sesuai dengan Spek.

     Memang pekerjaan dari PT.TM dari awalnya sangat bermasalah sekali namun tidak ada pengawasan dari pihak Dinas PKPP untuk menegur pihak kontraktor yang bekerja Asal jadi itu,coba bayangkan untuk pembangunan Lantai pabrik Es saja tidak benar karena kemiringan lantai tidak dibuat sama sekali sehingga Air tetap tergenang ditengah tengah lantai bangunan itu yang jelas pekerjaan dari pihak kontraktor tidak mempergunakan teknis,begitu juga dengan alat elektrik tombol pengangkat beban listrik yang seharusnya yang dibeli alatnya serba otomatis  dan yang bermutu baik namun yang dibeli oleh kontraktor hampir semua perlengkapan untuk peralatan pabrik Es itu Aspal (Asli tapi palsu-red) .

     Ironisnya sekarang pabrik Es yang dibangun itu telah menjadi Berhala dan untuk perlengkapan mesin mungkin sekarang sudah berkarat semua dan tidak bisa lagi difungsikan untuk membuat Balok Es karena mesin sudah sangat lama sekali tidak dipungsikan mangkin sudah termasuk tahunan pabrik Es itu tidak dipungsikan begitu juga dengan peralatan lainya disinyalir sudah pada rusak dan hancur sehingga Keberadaan Pabrik Es di pasar Bantal sekarang ini sudah menjadi sarang Hantu dan terkesan Pemkab Mukomuko hambur-hamburkan dana APBD pinjaman Kabupaten Mukomuko tahun anggaran 2007 yang banyak proyek di waktu itu  dari dana APBD pinjaman 2007 tidak bermampaat bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko pada umumnya dan juga masyarakat Kabupaten Mukomuko berharap kepada pihak Hukum Polisi dan Kajari kabupaten Mukomuko agar dapat bekerja untuk menegakkan Sufremasi Hukum dengan benar dan tolong pantau proyek yang mubazir yang ada di Kabupaten Mukomuko karena pembangunan dengan menggunakan dana APBD dan APBN harus ada pertanggung jawabannya dan harus juga ada sangsi Hukumnya pihak Hukum Polisi dan Kajari jangan pura-pura tidak mengetahuinya dan harus mengerti tentang keberadan proyek pemerintah yang ada di Kabupaten Mukomuko  Pada tahun 2011 ini akan dikucurkan kembali dana untuk Pengadaan Pendukung Pabrik Es Pasar bantal dengan  Nilai Pagu Anggaran sebesar Rp 287.500.000,-  Dana Berasal dari APBD Kabupaten Mukomuko namun sejauh mana pabrik Es Pasar Bantal itu bisa beroperasi dengan baik kita lihat saja nanti perkembangannya ungkap Japri tokoh masyarakat Bantal menuturkan kepada Tim Metro Indonesia. (KDT.01)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.


















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola