Masalah Tender Pengolahan Sampah

KPK Periksa Walikota Batam


    BATAM, KEPRI — Walikota Batam Ahmad Dahlan diduga kuat menerima suap Rp 1 miliar, guna memuluskan proses tender pengolahan sampah di Batam melalui kontrak kerja pemerintah swasta (KPS) yang dimenangkan oleh PT. Surya Sejahtera (SS).

    Berdasarkan data yang diperoleh Metro Indonesia, selain Walikota Ahmad Dahlan, di dalamnya juga tercantum wakil Walikota Batam, Ria Saptarika juga di duga menerima uang Rp. 350 juta. Sementara Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, juga diduga mendapatkan dana suntikan Rp. 500 juta.
Suntikan dana-dana tersebut tercantum di dalam kegiatan penanda tanganan perjanjian konsesi. Sementara dana untuk tim ekonomi, diantaranya Asisten Ekbang untuk satu orang Rp. 300 juta, Kepala Bappeko Rp. 300 juta, Kepala Dinas DKP Rp. 300 juta, Kabag Ekonomi Rp. 50 juta, Kabag Hukum Rp. 50 juta, Kabag Umum dan Asset Rp. 50 juta.

    Sementara dana untuk tim pengawas (Bawasko) satu orang sebesar Rp. 100 juta, rekomendasi kontrak konsesi Ka DPRD Rp. 400 juta. Sumber Metro Indonesia di lapangan menyebutkan, aliran dana tersebut juga diterima anggota DPRD Kota Batam, Asmin Patros pada tanggal 24 September 2007 senilai Rp. 200 juta.

    “Saya punya bukti-bukti dan data lengkap. Siapa-siapa yang menerima uang suap itu, ada ditangan saya. Termasuk Walikota menerima Rp. 1 miliar, Wakil Walikota Rp. 350 juta, Sekdako Rp. 500 juta, serta sejumlah pejabat Pemkot lainnya, termasuk Asmin Patros. Anggota DPRD Kota Batam menerima dana saat itu Rp. 200 juta. Semunya ada bukti rekaman maupun tertulis,” kata sumber sambil meminta identitasnya tidak dikorankan.

Jadi Pengacara Gratis
Menanggapi dugaan suap senilai Rp. 4,5 miliar yang dilakukan oleh PT. Surya Sejahtera (SS) kepada para pejabat Pemkot dan oknum anggota DPRD Kota Batam periode 2004-2009 Praktisi Hukum Irwan Tanjung, SH bersedia menjadi pengacara kepada pihak yang memegang bukti jika diperlukan.
Kesiapannya dalam  mendampingi saksi ataupun pemengang bukti akan dilakukan tanpa pamrih atau gratis demi tegaknya hukum dan kebenaran di negeri ini. “Saya tak mau nantinya di fitnah, selama ada bukti yang kuat maka saya siap menjadi pengacara si pemegang bukti,” tegasnya.

    Menurut Irwan, memberikan sesuatu kepada pejabat dengan imbalan untuk memuluskan sesuatu itu sudah namanya gravitasi. Dan kalau besarnya dana diatas 2 Miliar itu sudah harus dilaporkan ke KPK. “Apapun namanya, yang memberikan ataupun yang menerima baik itu pejabat maupun sipil kalau tujuannya untuk imbalan itu wajib diproses hukum,” katanya.

    Irwan mengatakan bahwa suap ataupun gravitasi merupakan lingkaran setan yang harus diputus mata rantainya. Jadi apapun alasannya, kata Irwan mencontohkan, sebuah mobil tidak akan jalan kalau tidak ada roda maupun bahan bakar. Nah seperti itu juga dengan suap atau gravitasi. Orang sipil mau memberikan sesuatu guna mendapatkan kemulusan dalam kemauannya. Dan begitu juga pejabat mengharap sesuatu dari orang sipil.

    “Jadi apapun alasanya, baik itu pejabat dan siapapun pejabatnya juga orang sipil wajib diproses hukum selama orang yang memiliki bukti dan fakta bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

    Atas nama keadilan dan kebenaran, dan demi tegakknya hukum saya siap untuk menjadi pengacara dipemegang bukti tanpa dibayar. “Selama itu bukti yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan,” katanya.

Upaya Penyuapan
    Adanya upaya yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk mempengaruhi proses hukum harus dihindari. Penegak hukum harus bersikap tegas dalam menegakkan supremasi hukum, dengan mengusut tuntas kepada oknum tertentu yang mencoba melakukan transaksi dan menjadi mafia hukum. Ini agar semua pihak dapat menghormati hukum dan kesadaran masyarakat terhadap hukum semakin tinggi.

    Disinggung mengenai adanya pihak tertentu yang diduga menggunakan sejumlah dana untuk dapat mengupayakan penangguhan penahanan, Faizal  menyatakan, bahwa di dalam hukum tidak ada cara-cara seperti itu. Penangguhan bisa dilakukan, jika ada yang menjamin. (Tim)                 

Kirim Komentar Anda..!!













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola