Pasar Hewan Modern Dibangun di Tengah Hutan




 


     Mukmuko — Terlalu Banyak pembangunan Dinas Peternakan Kabupaten Mukomuko yang terlantar seperti proyek pembangunan Kandang Sapi yang hanya jadi berhala karena sudah ditinggal raib oleh sapi-sapi nya begitu juga dengan pembangunan pasar Hewan yang  lokasinya di tengah hutan yang bangunannya terletak di-antara Desa Koto Jaya Dan Desa Tanah Rekah tepatnya di-Jalan Raya Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko yang menelan biaya Ratusan juta Rupiah yang dikerjakan oleh kontraktor Hantu karena selama kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan pasar ternak itu tidak ada papan merek terpasang disekitar pembangunan proyek tersebut.

     Hebatnya sewaktu Ir.Muaz menjabat Kadis Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Mukomuko memprogramkan untuk penambahan pembangunan di Pasar Hewan tersebut yang pertama untuk membuat pagar disekeliling Danpos jaga dilokasi pasar Hewan dan yang mengerjakan proyek tersebut adalah CV. Asiaf Bersaudara  dengan nilai kontrak Rp 299.380.000,- sumber dana dari DAK tahun anggaran 2010,namun  yang pasti bukan dana pribadi dari Kadis Peternakan Kabupaten Mukomuko kalau kadis Peternakan Ir. Muaz disinyalir hanya sekedar mengejar Fee 10% dari anggaran proyek untuk keuntungan pribadi dan bisa buat modal untuk menambah beli sapi dan membangun Rumah mama muda namun selaku kontraktornya adalah Ujang Suharto yang mengatakan kepada Tim Metro Indonesia melalui Hpnya memang yang mengerjakan proyek Pagar Pasar Ternak itu adalah perusahaan miliknya.

     Dan juga proyek pembangunan jalan dilingkungan Pasar Hewan juga di Aspal sekalian dengan tempat parkir juga di aspal yang dikerjakan oleh CV. Pulau Tengah dengan Dirutnya Almasih yang mernelan biaya  Rp 201.150.000,-dengan penambahan bangunan Pasar Hewan tersebut tambah enak bagi muda mudi untuk bersantai ria sekaligus tempat melakukan maksiat nantinya maklum bangunan dibuat ditengah-tengah hutan yang lokasinya agak sepi dan jauh dari perkampungan penduduk dan mungkin sekarang ini pasar Hewan itu sekarang dipergunakan untuk transaksi jual beli oleh mahluk gaib alias hantu.

     Selaku tokoh masyarakat Desa Tanah Rekah Adral mengatakan  kepada Metro Indonesia bahwa pihak dari Dinas Peternakan bangun Pasar Hewan ditengah Hutan siapa yang mau belanja di Pasar Hewan itu dan juga siapa pula pedagang yang mau berjualan ditempat yang terpencil itu sedangkan disekeliling Pasar Hewan Modern itu masih dikelilingi oleh hutan, namun yang jelas pasar Hewan yang dibangun itu sekarang ini akan menjadi tempat orang pacaran dan membuat maksiat namun keberadaan bangunan Pasar Hewan Itu akan menjadi bangunan mubazir nantinya, seharusnya selaku Kadis Peternakan Ir.Muaz harus jeli melihat lokasi proyek untuk pembangunan Pasar Hewan tersebut setidaknya Pasar Hewan didirikan atau dibangun di belakang Pasar harian Koto Jaya dekat terminal  baru bisa pasar Hewan itu difungsikan karena berdekatan dengan Pasar Harian kabupaten Mukomuko akan tetapi kalau di tengah hutan ini lihat saja nanti tidak akan ada perkembangan pasar Hewan yang dibangun itu ungkap Adral dengan nada kesal dan penuh tanda Tanya seperti bangunan BLK yang tidak beberapa jauh dari Pasar Hewan itu  hanya difungsikan sekali dalam setahun sewaktu pelatihan CPNS saja.

     Menyikapi banyak bangunan pemerintah yang terlantar di Kabupaten Mukomuko semua nya ini adalah kesalahan dari perencana awal yang tidak membaca stuasi dan kondisi keadaan ,yang penting pihak Dinas Instansi terkait merancang proyek yang bisa mendatangkan hasil dan keuntungan dengan memperkaya diri sendiri atau kelompok dengan menghambur-hamburkan dana pemerintah yang tidak ada safaatnya bagi masyarakat Mukomuko pada umumnya.

     Menindak lanjuti banyaknya proyek pembangunan gedung pemerintah di-Kabupaten Mukomuko yang terlantar dan tidak dimafaatkan oleh Dinas instansi terkait masyarakat berharap kepada Bupati agar mengambil tindakan langsung apa motif dari pembanguan proyek mubazir itu karena gedung yang dibangun dan terlantar itu agar secepatnya difungsikan karena dana dari pembangunan proyek itu adalah dana dari pajak masyarakat Kabupaten Mukomuko yang harus dipertanggung jawabkan oleh Pemdakab Mukomuko untuk kegunaannya pembangunan gedung atau proyek tersebut jangan asal hambur-hamburkan dana pemerintah itu saja.

     Yang menguntungkan para Dinas dan kelompok ungkap salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko yang enggan namanya ditulis menuturkan kepada MI dan banyak lagi proyek di lingkungan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan sewaktu dijabat oleh Ir. Muaz yang tidak jelas fungsinya disinyalir amburadul.perlu dilidik demi tegaknya supremasi Hukum di Kabupaten Mukomuko. (Alfian)

Kirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

 














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola