Kinerja PAUDNI Malut Patut Dicontoh |
Drs Abu H. Saleh, MM | Salah satu kegiatan keterampilan kecantikan yang dilakukan di salah satu LKP di Kota Ternate. (FOTO:HAMZAH) |
TERNATE, MALUKU UTARA — Kinerja Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, non formal dan informal (Paudni) Provinsi Maluku Utara patut di diberi apresiasi. Keberhasilan ini patut di contoh oleh bidang lainnya di lingkup Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikbud- sekarang). Paudi dibawah kendali Drs Abu H. Saleh, MM, terus membenahi diri terutama menggenjot program peningkatan mutu pendidikan ketrampilan kewirausahaan, kursus hingga pada peningkatan mutu keaksaraan.
Di tahun 2011, misalnya program yang di gulirkan Paudni Dikjar antara lain program Kecakapan Hidup dan Lembaga Pendidikan (PKH-LPd), Lembaga Ketrampilan dan Kursus (LKP), Program Pendidikan Masyarakat (PKM), Taman Baca Masyarakat (TBM), Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) serta Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Keseluruhan program tersebut telah mengarah pada pemberdayaan terhadap masyarakat khususnya bagi anak didik yang putus sekolah.
Kabid Paudni Dikjar Provinsi Malut Drs Abu H. Saleh, MM, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu diruang kerjanya mengatakan program PAUDNI merupakan bagian dari program pemerintah dengan tujuan untuk membantu masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu.
“Sebagai Kepala Bidang PAUDNI saya punya tanggungjawab moral mengawal program ini agar bisa menyentuh dan kena sasaran,” tukas Buces, begitu akrab disapa Abu H Saleh.
Sebelumnya program tersebut telah disalurkan ke lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar disembilan daerah kabupaten dan kota. Bahkan program yang dikelola mantan Kepala Seksi (Kasi) TK/SD boleh dibilang tergolong cepat tanpa mengabaikan tahapan dan mekanisme penyaluran. “Sejak pertengahan Agustus 2011 seluruh anggaran telah rampung didistribuikan ke lembaga. Hal ini penting agar lembaga bisa melaksanakan kegiatan tanpa harus menunggu dana,” katanya.
Sementara kaitannya dengan pelaksanaan evaluasi dan monitoring (Monev), dia mengaku telah membentuk tim guna melakukan monev ke seluruh lembaga penerima dana. Monev ini sebut dia, selain melakukan pembinaan juga bisa mengukur kinerja lembaga dalam melaksanakan program.
Disentil Metro Indonesia seputar lembaga yang terkesan setengah hati melaksanakan program. Buces, berjanji akan mengambil sikap dan tindakan tegas. “ kami tidak main-main dengan anggaran block grant yang telah disalurkan ke lembaga. Jika ditemukan temukan tidak beres saya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas, jika perlu diberi sanksi dengan tidak diberikan anggaran pada tahun berikutnya,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Komunikasi (FK-PKBM) Kabupaten Halmahera Timur Albaar Gugueman, ketika ditemui Metro Indonesia. “ Kami sangat mendukung semua program yang dilaksanakan Dikjar Malut terutama program PAUDNI yang dinakhodai Abu H. Saleh. MM, “ katanya.
Penegasan Kabid Paudni kepada seluruh lembaga penerima dana agar dapat menjalankan patut didukung sepenuhnya karena itu amanat dan tanggungjawab dalam pengembangan Paudni. “ Selaku ketua FK- P PKBM Haltim saya bangga program yang di pimpin Abu H. Saleh,” ujarnya. (Hamzah)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved
