Pelestarian Tanaman Kelapa

 


     MANADO — Sulut di kenal dengan Bumi Nyiur Melambai karena dari hasil rekapitulasi luas areal dan produksi tanaman tahunan tahun 2009 pada semester II berjumlah 397, 086.32 Ha di dominasi oleh perkebunan kelapa dengan jumlah 273,194.75 Ha.

     Sekalipun terus mengalami peningkatan produksi namun tidak bias di pungkiri kalau tanaman kelapa ini akan mengalami penurunan ini di sebabkan karena meningkatnya industri kerajinan bahan baku pohon kelapa belum lagi kalau ada serangan hama atau penyakit antara lain, Busuk Pucuk yang berakibat tanaman ini harus di musnahkan.

     Mengantisipasi akan hal ini maka terus di adakan peremejaan dari tahun ke tahun dengan sumber dana APBN dan APBD namun dengan nominal yang tergolong minim. “Itu sebabnya di harapkan kepada para petani kelapa  agar setiap kali panen dapat menyisihkan 10% dari hasil yang ada”, jelas Ir. Jeff Rumbajan, MM kepala dinas perkebunan Provinsi Sulut kepada wartawan Metro Indonesia.

     Namun di sayangkan kesadaran dari pada petani yang ada masih sangat kurang, dengan alasan ada perbedaan antara bibit yang di sediakan oleh dinas perkebunan dengan bibit yang di buat sendiri. “Padahal kalau ada petani yang ingin menyisihkan 10% dari hasil panen mereka dinas perkebunan menyiapkan petugas yang akan membimbing dan mengajarkan bagaimana cara sehingga bibit yang di buat oleh petani tersebut kwalitasnya sama dengan bibit kelapa bantuan pemerintah melalui dinas perkebunan”, Tambah Rumbajan.

     Dengan demikian tanaman kelapa ini akan terus lestari sebagai ciri khas Sulut yang menjadi salah satu potensi yang mendatangkan hasil  dapat mensejahterakan masyarakat sekaligus PAD bagi pemerintah. (Jean)


Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola