Pembangunan Pustu di Kawasan Transmigrasi Kontraktornya Kabur


    Kapuas, Kalteng — Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk untuk mengangkat derajat kesejahteraan rakyat, namun kalau persiapan sarana dan pra sarana para transmigran tidak terpenuhi, dipastikan masyarakat sampai kapanpun tidak mau untuk bertransmigrasi.

    Padahal Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi dengan memberikan bentuk penghargaan. Akan tetapi apa jadinya, kalau sarana yang dipersiapkan Pemerintah yang dalam hal ini Departemen Transmigrasi dan Tenaga Kerja RI disalahgunakan para oknum yang tak bertanggung jawab.

    Seperti pembangunan Pustu wilayah transmigrasi di Desa Dadahup Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas dengan jumlah 16 buah menghabiskan anggaran Rp 198.631.000,- ternyata dibuat dengan asal jadi, bahkan diduga kontraktor yang menangani pembangunan tersebut kabur entah kemana.

    Proyek pembangunan pustu dengan kontrak No. 60/APBN-Pustu/UKM/VII/2010 tanggal 5 Juli 2010 itu seharusnya tanggung jawab pelaksana pekerja hingga selesai, karena kontraktor dengan pihak pemerintah setempat sudah membuat kontrak pekerjaan tersebut. Jadi apapun resiko kendala di lokasi, semestinya pekerjaan fisik transmigrasi harus dituntaskan sampai selesai. Tetapi justru bangunannya menggunakan batako tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan, dan kini malah ditinggalkan kontraktornya.

    “Jangan terkesan seperti kontraktor tidak professional, yang hanya ingin mengambil keuntungan saja akan tetapi mengorbankan uang rakyat,” demikian ungkapan beberapa sumber yang layak dipercaya di lokasi transmigrasi kepada wartawan Metro Indonesia, baru-baru ini.

    Sumber tadi menuturkan, bahwa kami disini mengeluh dengan keadaan seperti ini fasilitas fisik pustu tidak ada penyelesaiannya, sehingga terbengkalai. “Kami selaku warga mengharap kepada yang berwenang terutama kepada Dinas Kesehatan Propinsi jangan sudah tidak perduli dengan permasalahan di lapangan,” ujarnya.

    Pihak Dinas Kesehatan Propinsi terutama dengan PPTK Hendri ketika dikonfirmasi Metro Indonesia, namun beliau menghindar. Padahal sudah dihubungi melewati Short Message Service (sms) untuk menyampaikan kasus yang terjadi di lapangan, akan tetapi tidak berhasil ditemui. Begitu ketika menunggu diluar ruang kerjanya, yang dikatakan sedang rapat, justru langsung pulang dengan menaiki mobil pribadinya.

    Salah seorang tokoh masyarakat Gumer L. Satu kepada wartawan mengatakan, seharusnya kepada pihak pemberi pekerja tersebut khususnya dari Dinas kesehatan Propinsi paling tidak mereka harus menanggapi permasalahan itu, karena fasilitas yang dibangun diperuntukkan untuk kepentingan umum terutama bagi masyarakat ex PLG Desa Dadahup G3.

    “Kedua, mengingat daerah tersebut masih banyak warga yang kurang mapan taraf kehidupan sehingga mereka tidak terlalu jauh untuk berobat meskipun ada jaminan kesehatan (Askeskin) dari Pemerintah tetapi mereka warga setempat itu masih tidak mampu untuk berobat jauh,” kata Gumer L. Satu.
Tokoh masyarakat yang benci dengan para koruptor itu juga menyinggung masalah yang terjadi pada pustu tersebut, kenapa sampai terjadi terbengkalai. Mungkin saja itu kurangnya pengawasan dari pihak Dinas Kesehatan Propinsi sehingga mengakibatkan kerugian waktu serta mengakibatkan masyarakat resah akibat ulah oknum kontraktor yang tidak bertanggung jawab itu.

    Seharusnya pihak Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Propinsi bertindak tegas terhadap pelaksana itu paling tidak apabila sudah menyalahi dari ketentuan kontrak berarti bisa diputuskan hubungan kerja berdasarkan Keppres No 80 Tahun 2003 antara pelaksana dengan pemerintah, apabila pihak kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan fisik itu bisa diputus kontrak, seandainya terjadi keterlambatan pekerjaan maka pihak kontraktor pelaksana mendapat di dendakan satu per mil kali jumlah nilai pagu borongan tersebut. (Gaya)

Kirim Komentar Anda..!!












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola