Pembangunan Rumah PRRB Mukomuko Seperti Kandang Kambing


Rumah proyek Pengembangan Rumah Rawan Bencana ternyata dibangun seperti kandang kambing.

    Mukomuko — Setelah rumah Proyek Pengembangan Rumah Rawan Bencana (PRRB) yang dibangun oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) yang lokasi bangunan terletak Dekat Muara Selagan & Manjuto Kabupaten Mukomuko dengan anggaran dana berasal Dari DIPA APBN Tahun 2008  yang dikerjakan oleh PT.Dame Uli Jadi Aman Indah,namun cara pelaksanaan kinerja dari perusahaan ini tidak sesuai dengan nama perusahaan tersebut, yang pertama sekali pembuatan Pondasi bangunan tidak siku, begitu juga dengan kontruksi bangunan pencong meot dan  matrial kayu bangunan diperkirakan asal kayu saja yang tidak bermutu baik begitu juga dengan pembatasan kamar yang dibuat dari papan traplek yang tipis dan tidak dibuat tulang penyangga yang kokoh sehingga tidak ada seni untuk kenyamanan kamar yang dibuat itu.

    Ironisnya lobang wc banyak diantaranya piktif tidak digali lobang sama sekali coba bayangkan anggaran Rp 894.615.000,-untuk membangun perumahan yang berjumlah 40 unit dengan nomor kontrak KU.08.08/PK-PP/P2P/RUSUS 08-10/357 yang dibangun perumahan seperti membangun kandang kambing layaknya, begitu juga seperti kontruksi pembuatan pintu jendela hanya ditempel-tempel dengan papan triplek bekas seperti papan dinding rumah diduga papan dipakai jenis kulit kayu yang tidak pres baling semua, jangankan masyarakat mau menghuni rumah itu melihat saja masyarakat enggan karena lebih bagus pembangunan kandang sapi dari pada pembangunan rumah PRRB itu.

    Terbukti proyek tahun anggaran 2008 sekarang tahun 2010 rumah RRB tersebut tidak ada juga masyarakat yang mau menghuninya sehingga kini banyak diantara bangunan rumah sudah mulai rusak begitu juga dengan Rumah yang dibangun secara permanen yang berjumlah 40 unit juga hampir hancur kalau dirinci bangunan yang dibuat di lokasi PRRB adalah berjumlah 80 unit rumah terdiri dari 40 unit rumah papan dan 40 unit rumah yang permanen.

    Selaku Kuasa Pengguna Anggaran  (KPA) dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Ir. Muaz saat ditemui MI diruangan kerjanya belum lama ini mengakui bahwa dana anggaran untuk pembangunan PRRB sangat minim sekali dan pihaknya akan menyerahkan untuk pengaturan PRRB itu kepada pihak Pemkab Mukomuko dan pihaknya juga akan mengusulkan untuk membuat fasilitas lengkap agar masyarakat nelayan mau pindah kelokasi PRRB yang sudah lama selesai tersebut dan juga kita berupaya membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di lokasi PRRB agar masyarakat nelayan betah untuk menghuni perumahan itu.

    Sekaligus dekat dengan usaha nelayan  yang digeluti sehari-hari namun cerita dan angan angan dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Ir.Muaz hanya sekedar lip servise belaka kenyataannya apa yang direncanakan itu hanyalah bohong belaka karena hingga kini tidak ada penambahan bangunan untuk mensejahterakan lingkungan Pengembangan Rumah Rawan Bencana itu.

Tidak Menyentuh Masyarakat
    Belum lama ini rumah PRRB tersebut telah dibagikan kepada masyarakat nelayan namun sangat disesalkan cara penyaluran rumah PRRB itu tidak menyentuh masyarakat miskin umpat  salah seorang tokoh masyarakat nelayan.

    Pril mengatakan kepada Metro Indonesia bahwa pembagian rumah itu tidak menyentuh terhadap masyarakat miskin yang layak untuk menerima rumah PRRB itu yang dapat bagian rumah hanya masyarakat nelayan yang mampu saja.

    Pril menuturkan kepada Metro Indonesia dengan penuh kekecewaan coba bayangkan masyarakat miskin yang sewajarnya menerima jatah rumah PRRB itu hanya dijadikan penonton sembari menggigit jari apakah pihak Pemdakab kita tidak punya hati nutani lagi sehingga masyarakat miskin tidak lagi menjadi perhatian hal begini yang sangat kita sayangkan.

    Imbuh Pril dengan nada penuh kecewa menjelaskan denga rinci bahwa walaupun rumah yang yang akan dibagikan itu tidak layak huni namun dimana letaknya keadilan sosial Pemdakab Mukomuko untuk memperhatikan masyarakat miskin.

Perlu Perhatian Serius
    Pril mengharapkan untuk pembagian rumah PRRB agar ditinjau ulang kembali dan pihak Pemdakab Mukomuko benar-benar menyeleksi siapa yang pantas untuk menerima jatah Rumah PRRB itu, sehingga para nelayan yang miskin ikut menjadi perhatian pihak Pemdakab Mukomuko tidak ada istilah dalam pembagian rumah itu terkesan ada anak tiri dan anak kandung.

    Pril mengatakan kepada Metro Indonesia dengan penuh harap dan sekali lagi Pril sangat berharap kepada pihak Pemdakab Mukomuko agar dapat meninjau ulang kembali untuk pembagian rumah PRRB itu salurkanlah kepada masyarakat yang berhak menerima.(HM)

Kirim Komentar Anda..!!













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola