
Kepedulian Terhadap Kelestarian dan Pemeliharaan Hutan di Minahasa Selatan

MINSEL — Perhatian Pemerintah Pusat terhadap pentingnya pelestaian alam dan lingkungan dibuktikan dengan adanya penyusunan anggaran khusus untuk kehutanan dalam upaya melestarikan hutan. Kepedulian terhadap pelestarian hutan dan pemeliharaan hutan sangatlah penting karena disamping mengurangi bencana alam nasional seperti yang terjadi akhir-akhir ini, sektor kehutanan hasilnya dapat di andalkan tanpa adanya penebangan pohon atau hutan secara liar.
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) saat ditemui wartawan Metro Indonesia mengungkapkan beberapa hal berkenaan dengan memanfaatkan hutan dan pelestatian hutan yang ada di kawasan Minahasa Selatan yaitu dengan memindak lanjuti program pemerintah Propinsi Sulut kususnya Dinas Kehutanan, mengendalikan hutan sebagai hutan wisata, hutan lindung, hutan tanaman rakyat.
“Sekalipun dalam pengananannya terkendala soal biaya dan dana namun diatur sedemikian rupa sehingga sistem keamanan rutin pelestariannya demikian juga dipertegas hukumnya guna menimbulkan efek jera”, tambah kadis.
Disamping soal industri perkayuan dan pengolahan kayu di Minsel, Kadis menyarankan agar pengusaha kayu bersangkutan melakukan penanaman hutan kembali dan melakukan pembibitan sendiri agar tidak terjadi pengundulan hutan. Namun yang lebih penting setiap pengusaha mengantongi CSR supaya dala melakukan penebangan harus disiplin, tidak bersifat acak misalnya di areal blok penebangan.
Untuk mengatasi krisis di bidang kehutanan sekaligus memenuhi target one man one three, Kadis memiliki obsesi untuk memecahkan rekor MURI yang terpogram pada tahun 2011 yaitu dengan perencanaan penanaman hutan sepanjang 40 Km dari Amurang sampai Poigar yang melibatkan seluruh unsur muspida dan berbagai elemen masyarakat. Bahkan kesadaran menanam ttelah ditetapkan di Dinas Kehutanan Minsel dengan target 1 pegawai 1 pohon perhati. (JEAN)