H. Murasman Gencar Beli Tanah Setempat

 Penetapan Ibukota Kerinci Ricuh 




Bupati Kerinci H. Murasman (kanan depan) saat mendampingi Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (tengah) dalam Festival Masyareakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) tahun lalu.

 


     Kerinci – Perbedaan pendapat antar anggota DPRD Kabupaten Kerinci serta unsur pimpinan dewan DPRD, tentang penetapan Ibukota Kabupaten Kerinci. Paripurna tersebut yang di laksanakan secara tiba-tiba bersifat mendesak membuat beberapa kalangan anggota DPRD Kabupaten Kerinci kalangkabut.

      Pimpinan dewan serta unsur pimpinan dewan terlihat jelas saat kericuhan terjadi ngotot agar ibu kota Kabupaten Kerinci di tetap kan di kecamatan gunung Kerinci mukai mudik desa kelahiran H. Murasman Bupati Kerinci. Dalam debat penetapan ibu kota Kabupaten Kerinci sengit antar pro dan kontra hingga beberapa anggota dewan menepuk meja dan menendang meja hingga terlihat berantakan.

     Awal kericuhan paripurna mendesask  diawali debat antar anggota dewan fraksi hanura M Rusdi tentang keabsahan rapat paripurna tertutup yang mendesak terhadap pimpinan dewan ketua DPRD Kabupaten Kerinci H. Liberty. Saat debat adu mulut awal kericuhan terdengar M Rusdi fraksi partai Hanura mempertanyakan agenda paripurna yang d nilai berbau politik praktis  kepentingan pribadi dan kelompok.

     “Dalam agenda paripurna seharusnya melalui tahapan tahapan pansus dan legislatif setelah itu baru di paripurnakan. Sedangkan saat ini usulan pemkab Kerinci lansung d paripurnakan,” protes M rusdi.

     Dalam hal ini pantauan Metro Indonesia ketua DPRD Kabupaten Kerinci sering berkunjung ke pemkab Kerinci. Secara dewan terhormat tidak etis H. Liberti mengunjungi Bupati Kerinci. Seharusnya ketua dewan H. Liberti memanggil bupati Kerinci ke dewan perwakilan rakyat. Bukannya dewan terhormat yang menyembah ke pemkab Kerinci aneh Liberti!?

     Ironisnya lagi Irmanto S.Pd. selaku pimpinan rapat nota bone wakil ketua DPRD Kerinci fraksi Demokrat, ketua tim sukses H. Murasman saat mencalonkan diri sebagai bupati Kerinci dan berasal dari dapil 4 kecamatan gunung Kerinci. Ngotot melanjutka paripurna ricuh tersebut dengan dalih telah telah memenuhi koata sebab sudah d setujui separuh anggota paripurna.

     Alot nya paripurna penetapan ibu kota Kabupaten yang memanas melibatkan kericuhan, adu mulut sengit terjadi antar anggota paripurna diantaranya ketua dewan H. Liberti fraksi PAN, wakil ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irmanto S.pd fraksi Demokrat, Jhoni Effendi fraksi PPP dan Yulius Ridwan sedangkan anggota rapat lainya terlihat pilih berdian diri dan tutup mulut.

     Dalam kericuhan tersebut anggota dewan Tri Tama Arsyad saat itu terlihat menahan emosi saat di konfirmasi MI menyesali kejadian tersebut ia mengatakan, kita boleh adu pendapat dan argumen namun jangan sampai menepuk meja, menendang meja dan membalik meja.

     Ketua DPRD Kabupaten Kerinci saat itu melihat kericuhan paripurna yang di gelarnya ricuh dan tidak di tanggapi oleh beberapa anggota paripurna langsung memerintahkan anggota Satpol PP mengamankan anggotanya. Saat anggota Satpol PP menjalankan perintah juga terjadi ketegangan antar Satpol PP dan oknun dewan. “Ini intrik biar anggota dewan yg menyelesaikan,” ujar Tri Tama Arsyad.

     Dalam hal paripurna penetaspan ibu kota Kabupaten Kerinci, belum mendapat titik temu antar anggota dewan tetantang usul pemkab Kerinci bahwa ibu kota Kabupaten Kerinci akan d tetapkan di bukit tenggah mukai mudik kecamatan gunung Kerinci. Desa kelahiran H. Murasman Kabupaten Kerinci.

     Sementara Bupati Kerinci dan DPRD Kabupaten Kerinci tidak mengikuti hasil survey dari salah satu universitas Indonesia. Yang telah meneliti letak strategis ibu kota Kabupaten Kerinci yaitu di daerah pungut.

     Hal ini di duga kuat adanya kepentingan pejabat daerah seperti Bupati Kerinci H. Murasman yang di sinyalir gencar memaksa masyarakat setempat bukit tenggah dan sekitarnya untuk menjual tanah mereka dan sebahagian telah di jual masyarakat dengan dalih kaki tangan Murasman bahwa nanti tanah meraka akan diambil pemerintah secara gratis untuk pembangunan kantor-kantor pemerintahan.

     Di samping itu juga menurut masyakakat setempat di daerah bukit tenggah memang banyak terdapat tanah milik keluarha besar H. Murasman lainya tanah mertuanya Ali Bukit yang nota bene adalah orang yang memiliki bukit-bukit yang ada di Kecamatan Gunung Kerinci.

     Dalam hal ini pemerintahan pusat presiden republic Indonesia dan menteri dalam negeri di harapkan kinerjanya demi kepentingan masyarakat bukan kepentingan kelompok dan pribadi H Murasman selaku Bupati Kabupaten Kerinci yang saat ini terpantau semena-mena dalam jabatannya.(Doni Effendi)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.


















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola