Pengangkatan Kepala Sekolah dan Guru Harus Profesional


    Sangihe, Sulut — Guru merupakan suatu profesi yang sangat mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga wajar jika mendapat gelar sebagai salah satu pahlawan tanpa jasa. Namun dibalik tugas mulia dari seorang guru kadang masih saja terdapat gesekan yang bisa menodai tugas dari guru tersebut yaitu penempatan Kepala Sekolah maupun guru pada suatu sekolah.

    Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga sering menempatkan kepala sekolah maupun guru pada lembaga pendidikan tidak berdasarkan profesional akan tetapi berdasarkan sistim kekerabatan, pertemanan atau hubungan emosional lainnya.

    Kalau dilihat dari sistim pengajaran dan pembelajaran seperti saat sekarang ini seharusnya seorang Kepala Sekolah maupun guru yang diangkat maupun ditempatkan pada suatu sekolah memiliki intelegensi dan skill yang maksimal serta didukung dengan semangat yang tinggi serta merasa terpanggil dengan profesi tersebut sebagai wahana pengabdian.

    Persoalan ini banyak dikeluhkan oleh kepala cabang Dinas Dikpora dikabupaten sangihe yang antara lain Kepala Cabang Dinas Dikpora Kecamatan Manganitu Marsensius Sinadia SPd kepada wartawan Metro Indonesia mengatakan bahwa permasalahan penempatan kepala sekolah maupun guru sebaiknya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sangihe harus benar benar jeli mengakomodirnya, jangan hanya berdasarkan kajian Tingkat kabupaten akan tetapi seharusnya memperhatikan usulan penyampaian dari tingkat kecamatan.

    Akan tetapi sangat disesalkan apa yang telah diusulkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kecamatan selalu diabaikan oleh Disdikpora Kabupaten sehingga hal ini sangat berpengaruh bagi sistim pendidikan disekolah tersebut.

    “Untuk pengangkatan maupun penempatan kepala sekolah dan guru pada masing masing sekolah sebaiknya Disdikpora Kabupaten Sangihe harus memperhatikan usulan yang disampaikan oleh Disdikpora Kecamatan, jangan hanya memperhatikan dari sisi kekerabatan maupun pertemanan atau hubungan secara emosi yang lain sehingga menyalahi kategori penilaian dilapangan berdasarkan hasil kerja pengawas, jika ini tidak diperhatikan oleh Disdikpora Kabupaten maka akan mempengaruhi sistim belajar disekolah sehingga yang rugi siswa itu sendiri,” ujar kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga kecamatan Manganitu. (GODFRIED)

Click here to edit












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola