Gubernur Sulut Layak DapatPenghargaan Tona’as Banua 

Gubernur Sulawesi Utara
Sinjo Harry Sarundajang 

     MANADO, SULUT — Dengan prinsip yang sangat kuat serta ditunjang komitmen “Membangun Tanpa Korupsi”, maka sudah layaklah Dr. Sinjo Harry Sarundajang selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Utara menerima Piagam Penghargaan TONA’AS RUMONDOR IM BANUA dari Non Government Organization Team of Investigation of Watcher of State’s Finance Anty Coruption Provinsi Sulawesi Utara yang lebih dikenal dengan sebutan Tim Investigasi Pemantau Penerima dan Penyelenggara Keuangan Negara (TIP3KN) Anti Korupsi pada tanggal 10 November 2011.

     Pemberian Piagam Penghargaan tersebut didasari dan ditunjang ada beberapa hal yakni program kerja 25 langkah Menuju Sulawesi Utara Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera, Index Pembangunan Manusia (IPM) Sulut terbaik kedua tingkat Nasional dan Pengabdian selaku aparatur Negara selama kurun waktu 40 tahun.

     SHS, panggilan singkat Gubernur Sulut itu, memulai karir dari staf biasa sampai mencapai level karir/jabatan paling tinggi di Depdagri yakni Inspektur Jenderal. Selain itu satu-satunya pejabat yang pernah menjadi Gubernur di tiga Provinsi (Malut, Maluku dan Sulawesi Utara) dalam kurun waktu kerjanya sampai selesai.

     Jika dilihat dari prestasi DR. Sinjo Harry Sarundajang boleh dapat dikatakan dari sudut etnis Minahasa Tuama Minahasa Sejati menurut orang Maluku Utara melalui ucapan Panglima Jihad KH. Djafar Umar Thalib bahwa SHS mendapat julukan “Khalifa” dan orang Maluku “Malaekat Kecil”.
Dengan melihat fakta yang seperti ini melalui pengkajian secara cermat TIP3KN Anti Korupsi berani untuk maju kedepan memberikan Piagam Penghargaan Tona’as Rumondor im Banua kepada SHS selaku Gubernur Sulawesi Utara.

     Keputusan pemberian Piagam Penghargaan tersebut telah melalui empat kali diadakan rapat para Dewan Penasehat/ Pengurus dan anggota masing-masing Drs. R.V. Pepah, Prof. A.B.G. Rattu DEA, R. Pangemanan SH selaku Penasehat, Jack Gunawan SE selaku Dewan Pakar, Albert H.J. Montolalu S.Th Ketua Umum, Drs. Brury Rantung MBA Ketua, Ferdinand Tatawi SH Ketua, Robby Rorong SE, Yulius T SE.ME, Ir. Erny Tumundo M.Si, Abram Tewu SH, Noh Mintalangi SH, Novry Rantung SH, Zon Kawa SE.MM, Jaen Montolalu.

     Menurut penyampaian salah satu Pengurus kepada wartawan Metro Indonesia bahwa TIP3KN Anti Korupsi belum akan berhenti kinerjanya, melainkan tetap terus bekerja dengan tujuan serta sasaran minimal untuk meminimalisir terjadinya Korupsi dengan berpedoman pada prinsip sesuai amanat Undang-Undang Anti Korupsi yang ada dan ditambahkan pula bahwa TIP3KN Provinsi Sulawesi Utara akan membuka posko pengaduan kasus korupsi pada tentunya TIP3KN akan berkoordinasi serta konsultasi dengan para intuisi hukum yang ada.

     Masih teringat dengan kejadian pertikaian antara kampung di daerah Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut yang terjadi lebih dari satu tahun lalu. Sejumlah tokoh masyarakat pedesaan di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolmong Provinsi Sulut menyampaikan terima kasih dan rasa bangga mereka atas sikap Gubernur Sulawesi Utara, Sinjo Harry Sarundajang, pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menangani permasalahan yang terjadi di daerah mereka beberapa waktu lalu.

     Kebanggaan ini tercetus dari ungkapan beberapa tokoh masyarakat juga pemerintah setempat seusai SHS –begitu sapaan akrab Sarundajang— saat berdialog langsung di desa Toruakat. “Kami sangat banga dan berterima kasih dengan perhatian yang ditunjukkan Sarundajang. Kami merasakan kesejukan hati dan kedamaian tercipta seketika, setelah Ia (SHS) menyapa langsung dan merangkul kami, bagai anak dan orang tua dalam satu rumah tangga bahagia. Kami sangat lega,” kata Bobby Anggol dan Bahdar Lasabuda, tokoh masyarakat Desa Toruakat, disela kunjungan Gubernur Sarundajang meninjau langsung lokasi pertikaian.

     Sependapat dengan dengan Bobby, tokoh agama Haji Daeng Mapuji pun memuji kepedulian yang dilakukan Gubernur Sarundajang. “Ini suatu tindakan terpuji yang patut di catat di lubuk hati yang paling dalam. Misi perdamaian yang sering kita dengar dilakukan SHS ketika menjabat Gubernur di Maluku Utara dan Maluku (Ternate/Ambon), ternyata tidak sekedar cerita. Kehadiran Gubernur di daerah kami tercinta, Toruakat, telah melahirkan bibit perdamaian diantara masyarakat yang bertikai,” aku Mapuji.

     Sementara itu, Christovel Kamasaan, Camat Dumoga Timur waktu itu didampingi Kepala Desa Toruakat, Jeffry Pangkei, menyampaikan terima kasih atas simpati yang ditunjukkan Pemprov Sulut yang dipimpin langsung Gubernur SHS. (tim)


Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola