Pihak Kejaksaan Periksa Proyek Pembuatan Dermaga di Sulawesi Utara
SULAWESI UTARA — Pembangunan proyek pembuatan dermaga di tiga Kabupaten Nusa Utara menyalahi aturan, terlebih khusus lagi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Demikian laporan yang dikirim Kepala Perwakilan Metro Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara, Jumat (14/1/2011) kemarin.
Adapun permasalahan pembangunan dermaga tersebut mempergunakan batu karang, seharusnya memakai batu kali. Hal itu terlihat oleh tim investigasi Metro Indonesia di lapangan, sehingga ini bisa menjadikan pertanyaan bagi tokoh masyarakat setempat.
“Pembuatan pembangunan dermaga ini memang sangat tidak layak, karena tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan, dan ini dikhawatirkan dalam beberapa bulan akan hancur kembali,” ujar salah seorang tokoh masyarakat di kawasan dermaga yang tidak mau disebutkan jati dirinya kepada wartawan tim investigasi Metro Indonesia saat ditemui langsung.
Ketika tim investigasi Metro Indonesia mendatangi langsung Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Utara, Ir. F. Tambupobolon di ruang kerjanya untuk menanyakan perihal pembangunan dermaga yang tidak sesuai dengan spesifikasi bahan bangunan dan diperkirakan sangat tidak layak dipakai apa yang telah dikerjakan.
Kepala Dinas Perhubungan Sulut itu mengatakan, bahwa dirinya baru saja dilantik, sehingga belum mengetahui secara pasti proyek pembangunan dermaga tersebut.
“Namun demikian saya akan menyelidiki secara langsung proyek pembangunan yang memang tidak sesuai sepesifikasi bahan bangunan dermaga itu, bila ada indikasi diluar itu akan kami tindak,” ujar F. Tampubolon kepada wartawan Metro Indonesia, kemarin.
Dermaga merupakan tempat untuk masyarakat melakukan perjalanan termasuk juga dengan kapal-kapal yang bersandar, sehingga kalau pembangunannya hanya dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan dalam pembuatan dermaga, tentu akan kembali hancur. Belum dengan hantaman ombak yang cukup merobohkan atau menghancurkan dermaga. Tentunya akan ditunggu bagaimana kelanjutan dari pemberitaan ini, Media Indonesia akan mengupasnya secara tuntas dalam edisi mendatang. (Albert)