Polri Tangkap Satu Orang Kasus Temanggung
Timur Pradopo
Jakarta — Kepolisian RI sudah menangkap satu orang terkait kasus kerusuhan di Temanggung yang terjadi hari ini. "Satu orang yang ditangkap bukan warga Temanggung, tetapi masih warga sekitar Jawa Tengah," kata Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo di Jakarta, Selasa (8/1/11).
Namun, Timur tidak menyebutkan nama orang yang ditangkap tersebut. "Satu orang yang ditangkap akan dikembangkan dan siapa pun yang melanggar hukum," katanya.
Timur mengatakan akan menyelesaikan kasus ini secara komprehensif dan optimal mencari akar masalahnya dengan pemda melalui lintas fungsi. "Saat ini Polri dan TNI bekerjasama untuk mengatasinya," katanya. Peristiwa kerusuhan di Temanggung terjadi seusai sidang lanjutan kasus penistaan agama di pengadilan negeri setempat dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan (50), Selasa.
Sekitar pukul 09.39 WIB, mereka juga melempari gedung Pengadilan Negeri Temanggung dengan batu dan kayu setelah mendengar tuntutan hukuman terhadap terdakwa. Pada sidang lanjutan kasus penistaan agama yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwi Dayanto, jaksa Siti Mahanim menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama lima tahun.

KH Hasyim Muzadi
Waspadai Adu Domba
Sementara itu Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) KH Hasyim Muzadi menyeru seluruh umat beragama agar tetap bersatu dan mewaspadai adu domba serta pengrusakan kehormatan dan nama baik umat beragama. "Jangan tergesa-gesa menuduh agama lain dalam pengrusakan proyek dan simbol agama," kata Hasyim di Jakarta, Selasa.
Ia mengemukakan hal itu menanggapi aksi pengrusakan gereja oleh massa di Temanggung, Jawa Tengah. Para pemimpin lintas agama hendaknya menyadari bahwa lintas agama plus beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) baru saja melakukan koreksi sangat tajam terhadap keadaan yang sedang berlaku. "Pastilah banyak sekali pihak yang merasa tidak enak dengan penilaian sangat tajam tersebut. Siapa tahu ada `counter attack`," katanya.
Menurut Hasyim, peristiwa lintas agama ternyata tidak hanya di Pandeglang dan Temanggung tapi juga di Bandung, Sidoarjo, dan Situbondo.
"Peristiwa Pandeglang pun terjadinya persis waktu William Vandley (Sekjen WCRP) dari New York datang di Senayan menghadiri Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)," katanya. Oleh karena itu, mantan Ketua Umum PBNU itu mengusulkan adanya pertemuan nasional tokoh lintas agama di tingkat pusat dan daerah untuk membahas upaya mengatasi keadaan. (Iman SP. Noya)
Click here to edit
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved