
Posko Sehat Lambat Dibangun

Zumi Zola Zulkifli
MUARASABAK – Pasca kebakaran di Kelurahan Mendahara Ilir, Kecamatan Mendahara, belum lama ini, Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur Zumi Zola Zulkifli langsung menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk mendirikan tiga posko kesehatan. Seperti posko kesehatan balita, ibu hamil dan menyusui. Namun, sayangnya posko ini bukan didirikan oleh Dinas Kesehatan, melainkan inisiatif warga setempat.
Kabarnya, keberadaan tiga posko kesehatan tersebut baru didirikan setelah Zumi Zola meninjau korban kebakaran untuk kedua kalinya beberapa waktu lalu. Padahal Zumi Zola pada kunjungan pertama sehari setelah kebakaran sudah menginstruksikan pihak Dinkes mendirikan tiga posko khusus. Di luar posko umum.
Saat bupati meninjau korban kebakaran untuk yang kedua kalinya, dan menyempatkan diri Salat Jumat bersama warga setempat. Zumi Zola tampak kesal, karena saat itu dari hasil peninjauannya belum tampak dididirikan posko kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan menyusui secara terpisah seperti yang diinginkannya.
“Pak Bupati waktu itu tampak kesal, setelah mengetahui ketiga posko itu belum didirikan,” ungkap sumber yang enggan identitasnya disebutkan. Terpisah, Camat Mendahara Mustafa saat dikonfirmasi kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ketiga posko itu baru didirikan setelah kunjungan Zumi Zola yang kedua kalinya. “Ya posko itu didirikan karena saya mengambil inisiatif,” bebernya.
“Kalau Dinkes memang ada mendirikan posko kesehatan, tapi bukan untuk ibu hamil, balita, atau menyusi. Melainkan semacam posko kesehatan untuk masyarakat umum,” ungkapnya. Sementara Kadis Dinas Kesehatan Thamrin yang mendengarkan langsung instruksi bupati saat mendatangi korban kebakaran pada kunjungan pertama, saat dikonfirmasi dengan tegas membantah hal ini. Menurut Thamrin, ketiga posko kesehatan tersebut telah ada. Hanya saja tidak dengan mendirikan posko, melainkan menggunakan rumah warga setempat.
“Itu tidak benar, posko kesehatan seperti posko ibu hamil, menyusui, dan balita telah didirikan. Hanya saja tidak berbentuk posko, tapi menggunakan rumah warga setempat, salah satunya rumah Dang (nama warga setempat yang juga merupakan pelatih PBSI Tanjabtim, Red),” ucap Thamrin.
Dang, yang disebut Thamrin, dikonfirmasi via ponsel membenarkan bahwa rumahnya dijadikan posko kesehatan sekaligus posko kesehatan balita, ibu hamil dan menyusui dalam satu rumah.
“Sebelumnya saya tidak tahu kalau obat-obatan yang di-drop dari kabupaten dan provinsi ini, sudah ada di rumah saya. Ya, posko ini didirikan atas inisiatif warga dan camat karena mendengar instruksi bupati,” bebernya. (Yosep/Donny)
Kirim Komentar Anda....!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved