Pertama di Dunia dengan 200 Desain
Produksi Kayu Anti-Rayap

Mr. Teo PN
BATAM — PT. Latrade Batam, pengelola Kawasan Industri Latrade yang juga perusahaan yang memproduksi bahan bangunan kayu (wooden building/wood pbc) terus mengembangkan jenis produknya. Hingga saat ini, perusahaan tersebut sudah memproduksi 200 jenis (desain) bahan bangunan kayu.
Owner Latrade Pte, Mr. Teo PN, di ruang kerjanya mengatakan, banyak negara di dunia yang memproduksi jenis yang sama. Namun, kebanyakan hanya memproduksi 7-10 jenis saja. “Kita yang pertama memproduksi hingga 200 jenis. Sampai akhir hidupku nanti, saya ingin memproduksi 3.000 – 5.000 jenis,” ujarnya kepada wartawan Metro Indonesia, baru-baru ini.
Awalnya, produknya tersebut hanya dipasarkan di Eropa, China, Singapura, Australia dan Jepang. Namun, seiring dengan tingginya minat miliader Indonesia untuk membangun rumah kayu, produknya itu kini dipasarkan di Jakarta dan Batam. “Nah, di Batam sudah ada beberapa orang berduit yang menggunakan produksi kita. Ada di Perumahan Sukajadi dan lainnya. Khususnya untuk warga Batam, pembelian bisa langsung ke perusahaan kita. Bisa melihat langsung semua jenis bahan bangunan yang kita produksi,” tambahnya lagi.
Dengan 200 jenis produknya tersebut, konsumen makin mudah membangun rumah mulai dari tiang, lantai, dinding, jendela, kamar, kamar mandi, tangga, lemari, meja, tempat tidur, rak teve, rak piring, dapur, dan lainnya.
Dijelaskannya, bahan bangunan tersebut berbahan kayu dicampur dengan bahan kimia dan perekat. Bahan kayu dan kimianya tersebut didatangkan dari Jerman, Amerika Serikat, Jepang dan Indonesia. Umumnya, bahan kayu tersebut adalah bekas-bekas seperti serbuk dan sisa-sisa pemotongan kayu. “Produk ini sangat ramah lingkungan. Sebab, kita menggunakan sisa potongan kayu. Bukan asal menebang kayu,” paparnya lagi.
Meskin bahannya terbuat dari kayu dan kimia, namun dinyatakan bebas dari racun. “Bebas racun. Tak bahaya bagi manusia. Produk ini tak mungkin bisa masuk Eropa dan negara lain jika mengandung racun. Benar-benar bebas racun dan sangat aman dipakai,” ungkapnya.
Banyak keuntungan menggunakan bahan bangunan ini, jika dipakai di dalam ruangan bisa tahan hingga 100 tahun tanpa harus dicat ulang. Jika di pakai di luar ruangan misalnya, lantai luar, tangga, dinding dan lainnya bisa bertahan 30-50 tahun. Semua bahan bangunan ini anti rayap, jika terbakar tidak mengeluarkan api (hanya bara), tak perlu di cat ulang, penggunaan mudah, fleksibel, bisa didesain sesuai keinginan si pemilik rumah (gedung), serta pemasangan mudah.
“Meskin menggunakan bahan perekat dan kimia, namun wood pbc tersebut masih bisa di cat karena masih memiliki kandungan air 5 persen. Jika kayu biasa, harganya mungkin 70 persen dan upah pasang 30 persen. Kalau menggunakan ini, harganya bisa 70 persen dan upah pemasangan 30 persen. Jadi tidak terlalu mahal,” tambahnya lagi.
Wood pbc ini juga bisa di desain menggantikan gorden maupun gordyn dan asbes rumah. Jika atap bocor, kayunya tidak lapuk karena daya serap airnya sangat kecil. “Suasana di dalam rumah pun hangat. Saat matahari panas, suhu rumah tak panas. Karena kayu ini tak menyimpan panas seperti tembok,” ungkapnya.
Konsep pembangunan rumah orang kaya dengan tak kaya mulai terbalik. Selama ini, pembangunan dari batu alias beton merupakan pembangunan rumah untuk orang kaya. Sedangkan rumah dari kayu dilakukan warga berpenghasilan pas-pasan. Sejak harga kayu mahal, pembangunan rumah beton menjadi pilihan utama bagi orang yang berpenghasilan sedang. Sedangkan rumah kayu paling diminati kelas atas baik pengusaha, pejabat dan lainnya. (Arin Efendi)
Kirim Komentar Anda..!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved