Ratusan Juta Siap Dikucurkan Untuk Program Gerakan Desa 

Infrastruktur yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa. 


     MALINAU, KALTIM — Untuk menyukseskan program Gerakan Desa Membangun (Gerdema) yang mulai tahun 2012 mendatang, banyak hal yang harus dilakukan. Salah satu dengan diadakan kegiatan Pra Musrembangdes yang dipelopori Camat Malinau Utara Armansyah SPi MSi dan kini terus berjalan di setiap desa. Kali ini desa Putat yang dijadwalkan melakukan pra musrenbangdes, Kamis, (15/12) kemarin. Di hadapan masyarakat desa, camat yang suka guyon ini, sewaktu memperkenalkan dirinya di setiap desa, selalu mengaku kalau dirinya punya dua istri yakni satu istri sah yang di rumah ,dan satu lagi istri di kantor yaitu Sekretaris Camat (Sekcam) Paridan SE.

     Dalam membuka kegiatan tersebut, Armansyah mengatakan, kegiatan pra musrenbang ini dilakukan bertujuan agar setiap usulan masyarakat desa melalui forum ini dapat dijadikan usulan baku. Sehingga pada saat musrenbangdes nanti, semua usulan-usulan dari desa sudah siap disodorkan.  Usulan yang dibuat pun adalah usulan-usulan yang sudah dalam bentuk Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Mengapa dikatakan dalam bentuk anggaran?

     Karena, lanjut Armansyah, anggaran yang dirumuskan tersebut adalah anggaran yang akan digunakan untuk kegiatan satu tahun yakni di tahun 2012. “Saya berharap kepada masyarakat yang hadir, di dalam mengajukan usulan harus usulan yang berskala prioritas dan maksimal 12 usulan skala prioritas. Dari usulan tersebut nantinya akan menjadi sebuah APBDes yang akan dilaksanakan tahun 2012”, ujar camat.

     Dikatakan, pola Gerdema yang sedang dilakukan ini harus dipahami dulu oleh masyarakat dengan baik. Maka sangat diharapakan, keterlibatan masyarakat  didalam memunculkan pola Gerdema itu sendiri. Mengenai anggaran desa senilai Rp 700 juta yang akan di laksanakan mulai tahun 2012, Armansyah menuturkan, semua desa yang ada di Malinau mendapatkan porsi yang sama. Melalui pra musrenbangdes diharapkan pada saat musrembangdes pada Januari 2012 mendatang sudah ada usulan desa yang sudah jadi dan tinggal menyepakati bersama. “Saat ini, LPM juga di tuntut lebih esktra dalam bekarja. LPM bertugas merekap semua usulan dari hasil pra musrenbangdes dan harus memilah mana yang usulan ke APBD melalui SKPD program 2013 dan APBDes untuk program 2012,"  ujar mantan sekcam Malinau Kota ini.

    Kades Putat Lores Paliro mengatakan, saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat mengadalkan dari hasil pertanian seperti sawah dan ladang. Memang tidak banyak dari hasil pertanian yang dialami masyarakat, tapi masih perlu bantuan bibit yakni bibit padi unggul. “Kami akan mengusulkan bibit padi unggul untuk ditanam di sawah warga," katanya. Selain itu ada juga kebun karet milik masyarakat, walaupun tidak banyak tetapi kades mengakui hampir semua warganya memilki namun kurang dari dua hektare.

     Kades menginformasikan, saat ini jumlah penduduk Desa Putat seluruhnya berjumlah 505 jiwa dari 101 kepala keluarga (KK). Tapi sayangnya dari jumlah yang sudah cukup banyak, Desa Putat hingga saat ini belum memiliki bangunan puskesmas pembantu (Pustu). “Selama ini pernah kami ajukan untuk dibangun Pustu di desa kami, tapi belum ada realisasinya. masyarakat Putat jika hendak berobat harus ke Pustu Desa Salap. Karena disana Pustu yang terdekat dengan pemukiman kami,” imbuhnya. Ia mengharapkan, semua usulan nanti harus benar-benar direalisasikan untuk kepentingan masyarakat.

     Sekretaris LP3MD Pusfajar Rimawan yang ikut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, bahwa LP3MD akan berperan aktif dalam proses pembangunan. Salah satu bagian dalam keikutsertaan LP3MD salah satunya melalui forum ini yaitu forum perencanaan partisipasi pembangunan masyarakat desa (FP3MD). Melalui forum ini, lanjut Fajar, LP3MD akan terus membantu dan mendampingi masyarakat dalam mencetuskan ide yang menjadi rencana dalam usulan-usulan masyarakat desa.

     “Dalam hal ini, program Gerdema memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan di desanya. Mulai dari merumuskan dalam musrenbangdes, menetapkan usulan sampai realisasi pembangunan dan pengawasannya, semua melibatkan dan butuh partisipasi masyarakat.  “LP3MD juga merupakan mitra bagi masyarakat desa yang akan menggali kebutuhan masyarakat menjadi program untuk direalisasikan,” pungkasnya.

     Sementara itu, Kabid Litbang Bappeda Henock Markus mengharapkan agar rencana yang diusulkan masyarakat harus benar-benar merupakan kebutuhan prioritas dari masyarakat itu sendiri. Dalam perencanaan, harus mencantumkan lokasi kegiatan untuk memudahkan proses pelaksanaan nanti. Kedepannya pola Gerdema akan berjalan mulai dari desa oleh desa dan untuk desa. Dengan demikian masyarakatlah yang menjadi objek pembangunan dalam konsep Gerdema.
Menanggapi apa yang disampaikan Henock Markus terkait masyarakat sebagai objek pembangunan desa, David Demoking salah seorang warga Putat, disela-sela diskusi mengatakan “Saya pikir masyarakat tidak hanya sebagai obyek dalam pola pembangunan kedepan, tetapi harus juga menjadi subyek dalam konsep Gerdema. Itu baru betul. Ungkapnya dengan tegas. (Zainal

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola