
Pendemo Tuding Campur Tangan Gubernur Jambi
Protes Kemenangan AJB-Adinal

DANAU KERINCI – Kunjungan kerja Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA), pekan lalu (6/5) dalam rangka pembukaan acara MTQ Provinsi Jambi ke 41 yang diadakan di objek wisata Danau Kerinci Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci Jambi, mendapat kritikan pedas dari dua masa pendemo.
Rombongan yang terdiri dari iring-iringan Gubernur, Pj Walikota Sungai Penuh, Bupati Kerinci serta para pejabat lainya dihadang dua rombongan pendemo dalam waktu bersamaan sekitar jam 9.25 WIB di lokasi berbeda.
Satu Ormas yang mengatas namakan dirinya masyarakat kota sungai penuh, menghadang iring-iringan gubernur ini didepan rumah Pj Wali kota Sungai Penuh Ir Akmal Thaib di jalan Muradi desa Koto Keras. Iring-iringan itu melambat karena dipenuhi masa pendemo. Pasukan pengamanan dari Polres Kerinci ternyata sudah siaga sebelumnya untuk mengamankan situasi semenjak pendemo menantikan iringan gubernur itu. Terlihat Kapolres Kerinci terjun langsung ke lokasi para Pendemo.
Gubernur Jambi sempat melambaikan tangannya ketika berhadapan dengan para pendemo, namun iringan mobil tetap melaju dan demo tidak menimbulkan kegiatan anarkhis.
Pendemo diduga pihak team pemenangan Calon Walikota Sungai Penuh tersisihkan dalam Pilwako yang digelar 7 april lalu yaitu pasangan Ahmadi Zubir–Mushar. Mereka memprotes kemenangan pasangan AJB-Adinal dalam pilwako itu.
Dalam orasinya, mereka menuding pejabat Provinsi Jambi sampai pejabat Kota Sungai Penuh telah menjalin konspirasi dan menata penundaan pelaksanaan Pilwako. Padahal sesuai Permendagri Nomor 151/15/170-2011 tentang proses penundaan pilwako ini hanya ditetapkan karena anggaran dana/biaya yang belum ditetapkan demi mendukung salah satu kandidat.
“Masyarakat Kota Sungaipenuh telah diobok-obok dan bukanlah masyarakat yang bisa dibodohi. Jadi proses penundaan Pilwako ini sengaja tersusun dengan rapi ditata pejabat-pejabat yang ada di Kota Sungai Penuh untuk mengumpulkan pendukung kepada salah satu kandidat,” ujar orator pendemo.
Pendemo juga memasang beberapa poster kritikan pedas di pagar rumah dinas pj Wako sungai penuh. Diantaranya berbunyi “Pihak keamanan bagaikan macan ompong tak bertaring”, “Pj walikota sungai penuh hanya boneka”, “SKBD sungai penuh hanya antek AJB dan HBA”, dan berbagai kritikan lainnya.
Intinya pendemo menuding Gubernur Jambi HBA dan pj. Walikota sungaipenuh Akmal Thaib telah berpihak ke salah satu kandidat, yakni pasangan Asyafri Jaya Bakri (AJB) dan Ardinal Salim. Sedangkan, pasangan yang mereka dukung Ahmadi Zubir dan Mushar Azhari kalah pada Pilwako.
Hasil klarifikasi Metro Indonesia kepada salah satu pendemo yang enggan sebutkan namanya katakan bahwa pada putaran pertama pilwako sungaipenuh seharusnya Cawako AJB yang selama ini menjabat sebagai Ketua STAIN Kerinci dipanggil pihak Kejari sungaipenuh lantaran adanya indikasi dugaan penyelewengan diinstitusi yang dipimpin.
Namun diduga Kejari terpaksa lepas tangan lantaran indikasi kasus itu diambil alih pihak kejati jambi. Sumber ini beranggapan adanya indikasi campur tangan HBA dibelakang hal ini, tuturnya seraya berucap, “Daat ini kita tak enak buka indikasi kasus ini, karena enggan dituding mencak-mencak cari kesalahan, karena pasangan yang kami dukung terkalahkan”.
Sumber ini berjanji akan berikan info ke Metro Indonesia setelah suasana kondusif, namun indikasi di peti eskan dugaan peyelewengan Asyafri Jaya Bakri tetap akan kita buka nantinya “Karena hukum tetap harus kita tegakkan,” sebut sumber tadi lagi.
Di tempat berbeda beberapa Organisasi mahasiswa/i “Gempur” menggelar demo di lokasi tugu Adipura kota sungaipenuh. Dalam orasinya mereka mengatakan Kabupaten Kerinci telah dianaktirikan. Infrastruktur sudah tidak layak lagi, tapi tidak ada upaya perbaikan. Di Bundaran Tugu Adipura itu dijejer poster dengan berbagai kritikan diantaranya “Jalan Kerinci jalan neraka menuju surga”, “Gubernur jambi Ingkari janji tak pedulikan kerinci”.
Suasana demo berjalan kondusif, apalagi kondisi demo tidak dilalui iring-iringan rombongan gubernur jambi, lantaran rombongan sudah mengetahui adanya demo dilokasi ini, hingga rombongan gubernur melalui jalan alternatif lainnya di kota sungaipenuh.
Di lokasi, demo Kapolres Kerinci AKBP Hastho Rahardjo mengatakan ke Metro Indonesia. “Demo, ya… silahkan saja itu kan hanya penyampaian aspirasi masyarakat,” tukasnya. Namun sedikit kritik keluar dari kalimatnya terkait poster “Pihak Keamanan bagai macan ompong tak bertaring”. (Jhontech)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar
Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved