Proyek H. Salman Sudah Dimakan Rayap

 


     Kerinci – Terkait Proyek Revitalisasi danau kerinci, Kecamatan danau Kerinci Kabupaten kerinci-Jambi diperkirakan dengan dana milyaran rupiah terdiri dari 9 paket pekerjaan berasal dari dana APBD Provinsi Jambi TA.2010. Hasil pantauan dan konfirmasi dengan masyarakat setempat. Baru saja rampung Kayu-kayu digunakan untuk bangunan tersebut sudah dimakan rayap. Bahkan Lobang Septikteng penyaluran bau WC hanya dibuat dengan pipa paralon rencah rendah, diperkirakan setinggi anak balita, terkesan jorok dan menggngu kesehatan.

    Proyek revitalisasi ini merupakan sarana pelayanan para wisatawan yang  terletak di objek wisata danau kerinci, terdiri dari bangunan Gazebo, Kamar ganti wisatawan, WC, dan beberapa paket lainnya untuk mendukung fasilitas wisatawan. Dikatakan sumber bahwa Proyek yang dilaksanakan H. Salman ini kayu-kayu yang digunakan disinyalir rata-rata menggunakan kayu tidak berkualitas. Kuda-kuda, reng, bahkan pintu-pintu kamar ganti terlihat jelas sudah dimakan rayap dan kumbang. Dinding bangunan banyak yang retak, Ketika dikonfirmasikan hal ini h. Salman tidak memberikan jawaban apa-apa.

     Sumber warga setempat katakan bahwa H. Salman sepertinya terlalu banyak raup untung. Pembangunan yang dilakukan tidak ada koordinasi sedikitpun dengan masyarakat setempat, bahkan camat sangat menyesalkan hal ini. “Proyek itu benar tidak ada koordinasi dengan kecamatan”, pungkas Camat Danau Kerinci “, Bazard.

     Pihak Polsek pun menyesalkan sikap H. salman tanpa koordinasi terkait pembangunan itu. Bahkan ketika proyek ini mulai berjalan, terjadi keributan diantara para pekerja bangunan.  Dimana sebanyak 17 pekerja proyek ini protes karena upah yang mereka terima sangat diskriminatif. Dikarenakan para pekerja H. Salman mendapatkan upah perhari 50 ribu rupiah, sedangkan 17 pekerja berasal dari warga setempat hanya digaji 40 ribu rupiah.

     Terjadinya keributan ini dapat diredam Polsek Kecamatan danau Kerinci bersama-sama dengan team Netro Indonesia sebagai saksi. Akhirnya gaji para pekerja yang protes disamakan seluruhnya. Kekecewaan Aggota Polsek terhadap pembangunan itu karena tidak adanya koordinasi. “Ketika Salman butuh pengamanan dan peyelesaian masalah barulah kami dipanggil”, pungkas anggota polsek. (JHON)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola