Proyek Paiching Tambal SulamPenegak Hukum ‘Tutup Mata’

 



 


     Mukomuko — Proyek pelaksanaan jalan Nasional wilayah Barat Balai besar jalan Nasioanal III Provinsi Bengkulu dengan kegiatan Preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dari Mukomuko Selatan Ipuh hingga Bantal yang dikerjakan oleh kontraktor siluman karena tidak ada dipasang papan merek proyek disekitar pekerjaan jalan yang diperbaiki dan masyarakat tidak mengerti dana untuk pembangunan jalan tersebut berapa nilainya dan dananya berasal dari APBN/APBD namun yang Nampak jelas pekerja dari perusahaan siluman itu bekerja asal jadi.

     Ironisnya jalan yang berlobang hanya ditambal-tambal dengan Aspal Hotmik dingin lalu digilas dengan mesin Stemper yang kecil  sehingga sangat diragukan sekali untuk pemadatan jalan itu dan disinyalir proyek Paiching proyek tambal sulam jalan  itu tidak akan bertahan lama begitu juga dengan pihak pengawas proyek  dari Dinas PU Provinsi Bengkulu tidak matang dari perencanaan awal.

     Sedangkan jalan lintas barat sumatera yaitu Bengkulu Sumbar banyak sekali  dilewati oleh mobil besar-besar seperti mobil Fuso yang sarat dengan muatan  begitu juga dengan mobil pengangkut CPO hampir berjumlah ratusan unit mobil besar-besar lewat setiap harinya sehingga  untuk pembangunan proyek Paiching itu sangat  diragukan untuk ketahanannya.

     Dan yang menjadi pertanyaan masyarakat Kabupaten Mukomuko selama pihak kontraktor mengerjakan tambal sulam jalan ipuh- Bantal tidak ada satu orang pun terlihat pengawas dari Dinas instansi terkait sehingga dengan semaunya pihak dari kontraktor mengerjakan proyek tambal sulam itu.

     Yang mengherankan masyarakat Kabupaten Mukomuko hampir mayoritas proyek dari anggaran dana APBN Provinsi Bengnkulu yang masuk bekerja di Kabupaten Mukomuko hanya dikerjakan asal jadi oleh pihak kontraktor nakal namun tidak satupun pernah dilirik oleh pihak Hukum di Provinsi Bengkulu ini apakah Hukum Di Bengkulu bisa dikatakan mandek alias jalan ditempat, dan apakah pihak oknum penegak Hukum itu bekerja sama dengan pihak kontraktor untuk menggrogoti dana proyek APBN itu? 

     Menindak lanjuti pekerjaan dari kontraktor Siluman  yang pekerjaannya terkesan amburadul masyarakat Mukomuko mengatakan kepada Tim Metro Indonesia bahwa pekerjaan dari kontraktor Siluman  yang mengerjakan proyek jalan Ipuh-Bantal harus dicek cara pekerjaan dari kontraktor Siluman itu karena disinyalir tidak sesuai dengan Sfeks yang ada didalam RAB dan kental dengan Nuansa KKN.

     Sesuai dengan Undang-undang KKN,pasal 2, No. 31 Tahun 1999 jo.Undang-undang N0 .20 Tahun 200, Setiap orang melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara.

     sehingga Kontraktor dari perusahaan Siluman itu dapat dipidana dengan pidana penjara, namun Sejauh mana Tindakan Hukum Polda dan Kajati Provinsi Bengkulu untuk menyikapi pekerjaan kontraktor siluman yang sedang mengerjakan proyek tambal sulam jalan Ipuh hingga Bantal  Kabupaten Mukomuko yang terkesan asal jadi itu dan diduga fisik dari pekerjaan yang dikerjakan sangat buruk sekali. Metro Indonesia akan menyikapi pekerjaan kontraktor Siluman itu edisi mendatang lebih detail dan Akurat.(Alfian Tanjung)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.



















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola