Proyek Pikitring SBS Merangin-Kerinci

 Masyarakat Tuding Pemkab tak Memihak Rakyat


 



    Kerinci — Warga penerima ganti rugi tanaman tumbuh dibawah jalur transmisi Kabel SUTT yang akan dibayarkan nantinya merasa kecewa dan menganggap menganggap Pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci tidak memihak rakyatnya. Pasalnya harga ganti rugi tanaman tumbuh yang sudah ditetapkan sebelumnya dan sudah merupakan kesepakatan antara pihak PLN-Pembangkit Induk dan Jaringan (Pikitring) Sumatera bagian Selatan (SBS) TL. 150 KV Merangin Kerinci, disetujui bersama baik secara lisan maupun tulisan.

    Bahkan kesepakatan itu sudah ditandatangani oleh pihak Pemkab Kerinci melalui Kasubbag Pertanahan Asyari, Camat danau Kerinci dengan beberapa wakil pemerintahan desa. Kesepakatan terjadi dikantor camat danau kerinci 19 juli 2010 disaksikan oleh utusan PT PLN palembang, sebut warga di Kecamatan ini.

    Pihak PLN sudah menyetujuinya, namun Kabag Pemerintahan Kabupaten Kerinci (Team 9 pembebasan tanah) mengatakan, bahwa harga itu terlalu mahal. “Bupati Kerinci tidak menyetujui hal ini, karena harga tanaman tumbuh dimintai masyarakat, mahal “, kata warga menirukan ucapan Kabag Pemerintahan Daripus.

    “Negara sudah membijaksanai hal ini, Pemkab kerinci melalui oknum malah mengklaim, memangnya uang bapaknya yang bayar kami”, kata warga pemilik tanah kesal.

    Camat Danau Kerinci Drs. H. Bazard Ibrahim, MM ketika dijumpai di kantornya membenarkan hal ini. Camat mengatakan, memang benar persetujuan nilai harga tanaman tumbuh sudah disetujui pihak PLN, ketika acara kesepakatan diadakan di kantor Camat Danau Kerinci.

    Warga pemilik tanaman tumbuh yang mendapatkan konpensai ganti rugi dari negara, terhadap pembebasan tanaman tumbuh dibawah jalur transmisi SUTT yang akan dipasang oleh pihak PLN sangat menyesalkan sikap pemerintah melalui oknumnya, disinyalir tidak memihak rakyat. Seharusnya pelaku di pemkab kerinci berpihak pada masyarakatnya, karena harga itu sudah disetujui.

    Dikatakan warga bahwa kalau kita berpedoman pada faktor skala resiko terhadap pemasangan SUTT mungkin warga akan menolaknya. Mengingat ini juga merupakan tujuan kesinambungan pembangunan kerinci terhadap fenomena krisis listrik indonesia, tidak munafik warga juga mengharapkan pembangunan SUTT ini.

    Kalau harga itu dianggap terlalu mahal oleh pemkab kerinci, kenapa pihak PLN menyetujuinya. “Beliau (Daripus) sepertinya tidak mengerti skala resiko dialami warga nantinya ketika SUTT sudah aktif, fenomena dampak negatif diduga kuat pasti akan terjadi”, kata warga ketus.

    Contoh skala resiko secara ekonomis dan medis, “Tanah saya tahun 2009 ukuran 15 x 15 M terletak hanya 15 meter dari jalan pinggir raya propinsi dan sudah dibebaskan untuk SUTT. Harga saya terima sudah cukup lumayan. Namun karena kebodohan saya, setelah tower SUTT dibangun, semula disampingnya direncanakan akan membangun rumah pribadi saya. Melihat kondisi bangunan tower yang begitu tinggi dan terobsesi dampak dari SUTT saya terpaksa membatalkan rencana. Bahkan nilai jual tanah yang saya miliki di samping tower itu anjlok, alias tidak ada peminat. faktor skala resiko inilah diharapkan kepada pemerintah agar peduli terhadap rakyatnya”, cerita warga ini menghiba.

    “Jangan oknum pemerintah menganggap harga pembebasan tanah itu mahal, kita harus bisa memikirkan skala resiko. Resiko medis dampak magnetis yang akan kita alamai nantinya merupakan depresi warga, buktinya..!, tanaman tumbuh yang berada dibawah jalur transmisi saja, dibebaskan, apalagi rumah pemukiman berada dibawah bangunan ini.”, lanjut warga ini.

    Lain halnya dengan jawaban Kabag Pemerintahan Kabupaten Kerinci, Daripus ketika dijumpai dikantornya. Daripus malah menuding pihak PT PLN Pikitring SBS yang tidak setuju dengan harga demikian. Daripus katakan bahwa tidak benar saya katakan demikian, Pihak PLN sebenarnya juga tidak menyetujui harga yang dimintai masyarakat karena terlalu tinggi.

    Ketika Metro Indonesia meminta daftar nama-nama penerima pembebasan tanaman tumbuh yang akan segera diakomodir TA.2011 ini, Daripus tidak bersedia memperlihatkannya dengan alasan rahasia negara.

Kirim Komentar Anda :

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back

 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola