Proyek Rumah Warga Hancur

Kajari Hanya “Tutup Mata”, KPK Harus Selidiki Kasusnya


    Mukomuko – Banyak Kontraktor yang mendapat proyek di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu selalu mengerjakannya asal jadi, diduga hanya mendapatkan keuntungan pribadi. Di samping itu juga ada permainan “kongkalikong” dengan para pejabat, yang penting asal bisa mengeruk dana APBD.

    Sementara pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Mukomuko tidak pernah menindak para kontraktor nakal, juga para pejabat pemerintah yang diduga ikut mengeruk dana dari proyek tersebut. Kemungkinan pihak Kejari hanya “tutup mata” tidak mau tau atau bahkan tidak berani menyelidiki kasus tersebut. KPK harus selidiki kasus proyek yang merugikan negara tersebut.

    Proyek yang mubazir dan hanya mementingkan beberapa oknum tersebut, yakni proyek Pengembangan Rumah Rawan Bencana (PRRB) yang dibangun di lokasi Dekat Muara Selagan dan Manjuto Kabupaten Mukomuko. Anggaran dana berasal tersebut dari DIPA APBN Tahun anggaran 2008  yang dikerjakan oleh PT. Dame Uli Jadi Aman Indah. Namun cara pelaksanaan kinerja dari perusahaan ini tidak sesuai dengan nama perusahaan tersebut.

    Pembuatan Pondasi bangunan tidak siku, begitu juga dengan kontruksi bangunan pencong meot dan matrial kayu bangunan diperkirakan asal kayu saja yang tidak bermutu baik, begitu juga dengan pembatasan kamar yang dibuat dari papan triplek yang tipis dan tidak dibuat tulang penyangga yang kokoh. Sehingga tidak ada seni untuk kenyamanan kamar yang dibuat itu.

    Anggaran Rp 894.615.000,- untuk membangun perumahan yang berjumlah 40 unit, dengan nomor kontrak KU.08.08/PK-PP/P2P/RUSUS 08-10/357 yang dibangun perumahan seperti membangun kandang kambing layaknya. Begitu juga seperti kontruksi pembuatan pintu jendela hanya ditempel-tempel dengan papan triplek bekas seperti papan dinding rumah, diduga papan dipakai jenis kulit kayu yang tidak pres baling semua.

    “Jangankan masyarakat mau menghuni rumah itu, melihat saja masyarakat enggan. Karena lebih bagus pembangunan kandang sapi dari pada pembangunan rumah PRRB itu,” demikian ungkapan yang keluar dari masyarkt setempat.

    Terbukti proyek tahun anggaran 2008, sekarang tahun 2010 rumah RRB tersebut tidak ada juga masyarakat yang mau menghuninya. Sehingga kini banyak diantara bangunan rumah sudah mulai rusak begitu juga dengan rumah yang dibangun secara permanen yang berjumlah 40 unit juga hampir hancur. Kalau dirinci bangunan yang dibuat di lokasi PRRB adalah berjumlah 80 unit rumah terdiri dari 40 unit rumah papan dan 40 unit rumah yang permanen.

    Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Ir. Muaz saat ditemui Metro Indonesia di ruangan kerjanya belum lama ini mengakui, bahwa dana anggaran untuk pembangunan PRRB sangat minim sekali dan pihaknya akan menyerahkan untuk pengaturan PRRB itu kepada pihak Pemkab Mukomuko.

    “Pihak kami juga akan mengusulkan untuk membuat fasilitas lengkap agar masyarakat nelayan mau pindah ke lokasi PRRB yang sudah lama selesai tersebut, dan juga kita berupaya membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di lokasi PRRB agar masyarakat nelayan betah untuk menghuni perumahan itu,” ujar Muaz.

    Dekat dengan usaha nelayan yang digeluti sehari-hari, namun cerita dan angan angan dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Ir. Muaz hanya sekedar life sevice belaka, kenyataannya tidak ada penambahan bangunan untuk mensejahterakan lingkungan pengembangan rumah rawan bencana itu. Namun dengan keberadan dari proyek PRRB itu sampai kapanpun rumah itu tidak akan berpenghuni karena tidak ada masyarakat nelayan yang mau pindah kelokasi PRRB tempat Jin buang anak itu.

    Banyak di antara bangunan rumah rawan bencana yang sekarang ini sudah mulai rapuh dan kotor yang sebentar lagi jadi hutan, di samping karena ilalang disekitar bangunan sudah hampir sama tingginya dengan atap rumah PRRB, juga sekarang ini sudah mulai menjadi kasus publik. (HM)

Kirim Komentar Anda..!!












  © 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola