Pengerjaan PT AKTP Disinyalir Asal Jadi
 



Bupati Kerinci meninjau sejumlah proyek bencal di Kecamatan Danau Kerinci dan Gunung Raya bersama Sekda Kerinci. Pembangunan jalan itu untuk kepentingan masyarakat, bukan mencari keuntungan pribadi. 



     KERINCI — Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta diperkuat dengan beberapa sumber dari masyarakat setempat yang menyampaikan kepada Metro Indonesia menyebutkan, bahwa pengerjaan pembuatan jaringan irigasi di Desa Seleman, Talang Kemulun, dan cupak Kecamatan Danau Kerinci, yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tehnik Perkasa diduga tanpa menggunakan pondasi yang kokoh demikian juga ketebalan yang dimiliki paket tersebut juga papan merek tidak terlihat.

     Nada yang sama juga disampaikan oleh Bupati Kerinci, H Murasman, saat meninjau lokasi proyek irigasi tersebut, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, diduga proyek tersebut memang tidak menggunakan pondasi, karena tidak terlihat adanya bekas galian disekitar irigasi.
“Kalau memang memakai pondasi, tentunya akan ada bekas galian di sekitar irigasi ini  Namun yang terlihat dilokasi malah tidak ada bekas galian sama sekali, sehingga membuat warga curiga,” jelas Murasman.

     Selain memantau pekerjaan irigasi di Desa Talang Kemulun, bupati juga melihat hasil pekerjaan irigasi di Desa Cupak, yang juga merupakan bagian dari paket pengerjaan irigasi yang didanai dari dana bencal.
Di sana, bupati juga meluapkan kekecewaannya, terhadap PT Adhi Karya Tehnik Perkasa yang mengerjakan proyek tersebut. “Masa hasil pekerjaan yang dilakukan oleh  PT Adhi Karya Tehnik Perkasa seperti ini, seharusnya pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT, hasilnya lebih bagus dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV, Nauzubillah,” tegasnya.

     Ditempat yang terpisah, Sulaiman, SE anggota komisi II DPRD Kerinci juga menyampaikan hal yang sama, beliau menyayangkan sikap kinerja yang dilakukan oleh kontraktor tersebut, karena dana bencal yang telah diperuntukan untuk paket tersebut cukup banyak jangan terhambur begitu saja apa lagi paket tersebut dilingkup Danau kerinci,  paparnya. “Ya saya sangat menyayangkan sikap kontraktor tersebut,” tambahnya lagi.

     Untuk itu Sulaeman, SE Komisi II DPRD Kerinci dalam hal ini sangat menegaskan jika terdapat paket yang dinilai tidak pada ketentuannya lari dari spek yang sebenarnya, bongkar kembali, dan   diperbaiki  sesuai dengan RAB yang telah ditentukan jangan asal-asalan, kapan perlu saya akan monitor lansung ke TKP kegiatan, katanya sedikit nada yang agak kecewa pada Metro Indonesia. Untuk informasi, pekerjaan irigasi di Desa Cupak sepanjang 250 meter, menelan dana sebesar Rp 376 juta, sementara pembangunan irigasi di Desa Talang Kemulun, menghabiskan dana sebesar Rp 250 juta.

     Penanggung jawab Operasional Kegiatan, Anto, membantah proyek irigasi tersebut tidak menggunkan pondasi. “Tidak mungkin irigasi ini tanpa pondasi, apalagi kami sering memantau pelaksanaan pekerjaannya di lapangan,” jelas Anto.
Meskipun pengerjaannya atas nama PT Adi Karya lanjutnya, namun tenaga kerja yang mengerjakan proyek tersebut adalah pekerja lokal. “Seharusnya kedalaman pondasi 60 senti, namun akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

     Sementara irigasi yang di Desa Cupak, memang menggunakan pondasi lama, sesuai dengan bestek yang ada. “Nanti pekerjaan yang dianggap kurang bagus, akan kita minta diperbaiki ulang,” pungkasnya (Yosep/EDI.T)

Kirim Komentar Anda....!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola