Tangkap PT Dimitri Putra Ronata

 


     BENGKULU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wajib memeriksa proyek yang ada di Provinsi Bengkulu, yakni proyek pekerjaan Pembangunan Revetment Air Selagan Desa Sungai Gading Kabupaten Mukomuko dan proyek Rehabilitasi Jaringan Rawa Peninjauan Kabupaten Seluma. Begitu juga dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung RI segera menangkap oknum Pejabat dan pemenang tender proyek yang hanya mengeruk uang negara melakukan tindak pidana korupsi.

     Pemenang tender dalam pelaksanaan proyek Sumatera VII ternyata berbau tindak pidana korupsi, karena pemenang tender tersebut dalam pelaksanaannya, tendernya justru dialihkan kepada perusahaan lain. Mengakibatkan jadi pertanyaan beberapa pihak, bahkan disebutkan oknum pejabat Pemerintah Daerah ikut ambil bagian dalam memutuskan pemenang tender yang dilaksanakan.

     Tim Metro Indonesia melakukan investigasi ke daerah Kabupaten dan Kota se Provinsi Bengkulu, dimana terdapat mark-up anggaran dari APBN 2009 dan 2010 di Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Seluma. Proyek yang dananya bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2009 tersebut, dimenangkan oleh oknum pejabat dalam pelaksanaannya kepada PT Dimitri Putra Ronata yang beralamat Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dimana tender yang diajukan PT Dimitri Putra Ronata sebesar Rp 5.004.680.000,- (Lima miliar empat juta enam ratus delapan puluh ribu rupiah), padahal pemenang tender proyek tersebut mengajukan penawaran Rp 3,4 miliar lebih yang sudah melakukan sesuai Keppres No. 80 Tahun 2003 jo Keppres 53 Tahun 2010, tentang evaluasi harga dan system gugur.

     Oknum pejabat daerah di Bengkulu justru memilih dan memenangkan PT Dimitri Putra Ronata yang nilainya jauh lebih tinggi dari pada perusahaan lain (maaf, nama perusahaan pemenang tender ada pada redaksi) yakni dengan selisih Rp 1,5 miliar lebih,-. Dimana PT Dimitri Putra Ronata posisinya di urutan 17 dari 21 rekanan yang memasukkan Surat Penawaran Harga (SPH). Sepertinya ada dugaan bahwa PT Dimitri Putra Ronata adalah bentukan dari Pejabat Daerah di Bengkulu, antara lain Depertemen Pekerjaan Umum, karena dengan harapan dapat melakukan korupsi besar-besaran.

     Seharusnya pelelangan pasca kualifikasi dengan system gugur yang dimaksud dengan penawaran terendah yang diusulkan sebagai calon pemenang, setelah dilakukan evaluasi memenuhi persyaratan Evaluasi Adminsitrasi, Teknis, Kewajaran Harga dan dilakukan penilaian kualifikasi. Namun justru perusahaan itu malah kalah oleh PT Dimitri Putra Ronata yang harganya sangat tidak wajar. Artinya, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PT Dimitri Putra Ronata bahu membahu menguras uang Negara untuk memperkaya diri.

     Sementara pekerjaan tersebut bahwa dalam pelaksanaannya pihak perusahaan dan PPK mengalihkan pekerjaan pokok untuk rehab jalan inspeksi, selain itu membuat PHO fiktif pada tanggal 7 Januari 2011, pihak perusahaan masih melaksanakan pekerjaan pengecoran box calvit dimana berindikasi volume pekerjaannya di mark-up atau tidak sesuai dengan Bistek yang ada. Pekerjaan itu untuk pembangunan revetment air selagan di Desa Sungai Gading Kabupaten Mukomuko yang kontraknya sebesar Rp 2,5 miliar lebih. Akibatnya dampak pekerjaan yang tidak berkualitas itu, menjadi hancur.

     Sementara dari proyek lain, pekerjaan PT Dimitri Putra Ronata untuk rehabilitasi jaringan rawa peninjauan di Kabupaten Seluma yang bernilai Rp 5 miliar lebih Tahun Anggaran 2010 tidak dikerjakan, dengan membuat pekerjaan lain. Yaitu, pengurasan saluran jaringan rawa tidak dikerjakan, tanpa alasan teknis sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku.

     Dapat kita lihat pekerjaan tanggal 7 Januari 2011, box calvit amburadul. Sepertinya pekerjaan itu hanya dibuat-buat atau diada-adakan saja. Karena nilai proyek tersebut cukup besar dan jelas-jelas hanya untuk mengeruk keuangan Negara. Pihak Kejaksaan dan Kepolisian harus segera menindak karena perampok berkedok kontraktor. (Tim)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola