Harus Putus Kontrak dengan PU Bina Marga



    Mukomuko — Proyek pembangunan Jembatan Gantung yang menghubungi Desa Sibak dan Trans Mukomuko 1C, harus putus kontrak dengan PU Bina Marga Kabupaten Mukomuko padahal pekerjaan ini sudah di adendum sampai pada tanggal 31 Desember 2010, sedangkan proyek pembangunan Jembatan Gantung ini adalah lanjutan proyek Jembatan Gantung Sibak pada Tahun 2007 dulu yang kasusnya  telah di pengadilan Negeri dan tersangka jembatan gantung Sibak ini telah diproses melalui jalur hukum coba Bayangkan Pemerintah Kabupaten Mukomuko sudah dua kali melimpahkan tanggung jawab untuk pengelolaan proyek jembatan Gantung Sibak kepada Dinas PU Bidang Bina Marga Kabupaten Mukomuko dan pihak Dinas PU-BM Juga sudah merasa mendapatkan kontraktor yang handal dari Surabaya dengan memenangkan Tender atas nama PT. Sena Sanjaya Makmur Sejahtera dengan  Concultant CV. Ideal Consultant untuk pembangunan lanjutan Jembatan Sibak tersebut namun hasilnya sami mawon (sama saja-red) dengan kontraktor lokal yang ada di propinsi Bengkulu ini, coba bayangkan pembangunan proyek jembatan gantung sibak ini sudah salah duluan dari perencanan awal dana untuk pembangunan jembatan sibak ini sebesar Rp 7.149.576.000,- dengan nomor konrak 82./SPK/BM/PU/MM/2010 tanggal dimulai kontrak 30 Agustus 2010,. Sumber Dana Berasal dari DPDF Kabupaten Mukomuko, dengan  waktu tempo yang diberikan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Sibak itu  hanya 4 bulan sehingga sekarang ini jembatan tersebut tidak selesai dikerjakan oleh PT. Sena Sanjaya Makmur Sejahtera sesuai dengan Kepres No 80 Tahun 2003 PT. Sena Sanjaya Makmur Sejahtera harus di -Black Klist perusahan tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai ketentuan yang ada di keppres

    Begitu juga dengan pembangunan Jembatan Pasar Sebelah yang dikerjakan oleh kontraktor PT.Adhitiya Mulia Mitra Sejajar dan Consultan Pengawas CV.Ideal Consultant dengan Nomor Kontrak ,82.A/SPK/BM/PU-MM/2010 Sumber Dana berasal dari DPIPD Kabupaten Mukomuko dengan Nilai Kontrak Rp 7.075.106.000,- pekerjaan harus selesai pada tanggal 9 Desember 2010, sedangkan dari pihak kontraktor baru selesai dikerjakan hanya sebatas membangun botmennya saja padahal telah di addendum sampai akhir tahun 2010 namun tidak selesai pekerjaan tersebut sehingga perusahaan PT.Adhitiya Mulia Mitra Sejajar harus putus kontrak dengan PU-BM Kabupaten Mukomuko dan perusahaan tersebut juga harus di-Black Klist .
Begitu juga  dengan pembangunan Jembatan Gantung di Desa Lubuk Bangko yang dikerjakan oleh  PT.Jupiter dengan harga borongan Rp 1.142.614.000,- sumber dana berasal dari DPIPD  Kabupaten Mukomuko Tahun anggaran 2010 juga harus  putus kontrak dengan Dinas PU.BM dan perusahaan PT.Jupiter tersebut harus di-Black Klist. dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan keppres Karena pekerjaan PT.Jupiter baru sebatas membuat Botmen saja yang baru selesai dibangun.

    Kalau sudah putus kontrak bearti untuk kedepannya sesuai dengan Kepres No 80 Tahun 2003  Tiga dari perusahan ini tidak bisa lagi untuk mendapatkan proyek selama dua tahun berikutnya di- Kabupaten Mukomuko Sesuai dengan Kepres yang Resmi “Proyek pengadaan borongan jasa pemerintah harus transprans dan tidak boleh untuk ditutup-tutupi begitu juga dengan Sfekss yang ada didalam RAB harus  mengacu kepada kapres No. 80 Tahun 2003,Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Pasal 35 ayat tiga (3) Pemutusan kontrak yang disebapkan oleh kelalaian penyedia barang dan jasa dikenakan sanksi sesuai yang ditetapkan dalam kontrak (a) Jaminan pelaksanaan menjadi milik Negara,(b) Sisa uang muka dilunasi oleh penyedia barang dan jasa,(c) membayar denda dan ganti rugi kepada Negara,(d) Pengenaan daftar Hitam untuk jangka waktu tertentu dan dikenakan sanksi Pasal 37,Bila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat dari kelalaian penyedia barang dan jasa, maka penyedia barang dan jasa bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya satu per-seribu per hari dari nilai kontrak.denda dan ganti rugi adalah sanksi financial yang dikenakan kepada penyedia barang dan jasa, sedangkan ganti rugi adalah sanksi financial yang dikenakan kepada pengguna barang dan jasa karena terjadi cidera janji yang tercantum didalam kontrak.dan perusahaan PT. Sena Sanjaya Makmur Sejahtera, PT.Adhitiya Mulia Mitra Sejajar dan PT.Jupiter harus dimasukkan kedaftar hitam sekurang kurangnya 2 (dua) tahun tidak boleh mengikuti tender lelang proyek pemerintahan  di-Kabupaten Mukomuko hingga 2 (dua) tahun berikutnya.

    Menindaklanjuti pekerjaan PT. Sena Sanjaya Makmur Sejahtera dan PT.Adhitiya Mulia Mitra Sejajar serta PT. Jupiter yang telah kangkangi kepres nantinya harus menjadi tanggung jawab.  masyarakat Kabupaten Mukomuko dan juga Masyarakat perlu ikut mengawasi pemerintah terutama Dinas PU untuk memfasilitasi para kontraktor bekerja agar pembangunan di-Kabupaten Mukomuko kedepan bisa lebih Kondusif dan jangan sampai proyek yang dikerjakan kontraktor amburadul. Kalau dibiarkan, niscaya pihak Dinas PU akan mencari keuntungan pribadi untuk memperkaya diri sendiri. (HM)

Kirim Komentar Anda :

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back

 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola