Orang Tua Siswa Protes Karena Rapot Ditahan |
SEMARANG — Rukman (42) dan Cut Azzeta (36), orang tua Fara Anzilla, mantan siswi SMP Perdana Semarang mendatangi sekolah itu, Rabu, memprotes terkait rapor anaknya yang tak kunjung diberikan oleh pihak sekolah. Keduanya mendatangi SMP Perdana Semarang untuk menemui kepala sekolah bersangkutan, namun justru pagar sekolah ditutup dari dalam dan tidak ada yang menemui mereka berdua, bahkan sempat terjadi aksi menggedor pagar sekolah.
Awalnya, Azzeta sempat bertemu dengan salah satu pegawai sekolah yang mengatakan guru-guru, termasuk kepala sekolah sudah pulang, tetapi ia kemudian menyelinap dan mendapati masih banyak guru berada di dalam sekolah. Ia kemudian menghampiri suaminya yang masih di luar sekolah untuk diajak masuk. Namun tak lama berselang gerbang sekolah yang tinggi dan rapat langsung ditutup, seraya terdengar pintu digedor dari dalam sekolah.
Keduanya yang tersulut emosi lantas balik menggedor pagar seraya berteriak meminta kepala sekolah untuk keluar, namun hingga relatif lama ditunggu tak kunjung ada satu pun guru, apalagi kepala sekolah yang menemui mereka. "Saya hanya ingin rapor anak saya, sebab itu (rapor, red.) diminta SMP PGRI Semarang, sekolah Fara sekarang. Sebelum penerimaan rapor 17 Desember mendatang, rapor sekolah lama harus sudah diserahkan," katanya.
Ia menjelaskan, awalnya Fara bersekolah di SMP Perdana Semarang dan kemudian tersandung permasalahan yakni telepon selulernya disita pihak sekolah karena kedapatan membawanya saat kegiatan ekstrakurikuler. Sebagai orang tua, Azzeta meminta maaf dan meminta telepon selulernya dikembalikan. Apalagi dirinya yang menyuruh anaknya membawa telepon itu agar mudah berkomunikasi. Saat itu anaknya tidak sedang menggunakan telepon itu.
"Ternyata sekolah tidak mau mengembalikan ponsel itu dan mengatakan akan dikembalikan sampai anak saya lulus. Kata sekolah, itu sudah tata tertib. Saya diberi opsi menerimanya atau memilih anak saya keluar," katanya. Akhirnya, ia memutuskan memindahkan anaknya ke sekolah lain atas disposisi Dinas Pendidikan Kota Semarang yakni di SMP PGRI Semarang. Persoalannya, berkas-berkas anaknya masih di SMP Perdana Semarang.
Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang Sutarto membenarkan bahwa pihaknya sempat menerima pengaduan terkait masalah itu dan sudah memanggil kepala sekolah untuk dimintai penjelasan. "Namun kepala sekolah yang bersangkutan memang belum pernah hadir memenuhi panggilan. Dihubungi lewat telepon juga tidak pernah diangkat," kata Sutarto. Namun yang jelas, menurut beberapa orangtua murid, menyesalkan kejadian tersebut. (aco)
Kirim Komentar Anda..!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved