Reklamasi Pantai Kalasey Banyak Menyalahi Aturan

 


     Sulut — Reklamasi Pantai Kalasey dituding banyak menyalahi aturan bahkan telah merugikan negara, berdasarkan Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengololaan Lingkungan Hidup, maka dimana demi atas kelangsungan dan keberlanjutan lingkungan hidup serta sumber-sumber kehidupan rakyat menganggap perlu untuk menjaga dengan melapor kepada pihak berwajib jika menemui ada pelanggaran tindak pidana lingkungan.

     Mengenai Reklama si Pantai Kalasey wartawan Media Metro Indonesia bertanya dan mewancarai kepada Sekertaris Pemprov Ir. Rah mad Siswa Mokongan mengatakan bahwa Reklamasi tersebut telah menabrak hukum dengan melakukan tindak pidana dimana telah merugikan uang negara.

     Sebagai diketahui bahwa sebelum dilakukan penimbulan di area pantai Malalayang  disana terlebih dahulu sudah ada Bulder (Pemecah ombak huruf T) yang dibiaya dengan anggaran APBN dan setiap satu buah Bulder harganya 1,5 miliar dan kalau seperti adanya maka pada tentunya si Reklamator harus mengganti kerugian kepada pemerintah dan cara nya tidak semudah  sebab sistem serta meka nismenya untuk mengganti harus sesuai prosudur yang patut dimana harus mengadakan Komenikasi (ijin) dengan Menteri Keuangan bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum.

     Tapi pada kenyataannya reklamator pantai Kalasey tidak lakukan persyaratan tersebut, maka pada tentunya mereka telah melakukan  pelanggaran hukum tindak pidana dan dari pihak Pemerintah Provinsi akan meneruskan persoalan ini ke jalur hukum sesuai dengan tidakan pelangga ran yang  mereka lakukan tandas Ir.Racmad Siswa Mokodongan selaku Sekeprov Sulawesi Utara.(Albert)

Kirim Komentar Anda....!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola