
Gubernur Sulut Restui Belasan Pejabat Manado |

Tampak Gubernur Sulut DR. Sinjo Harry Sarundajang bersama Walikota Manado Vicky Lumentut di salah satu acara kegiatan di tingkat Pemda.
MANADO – Jumat pekan lalu, Wali Kota Manado, Dr. GS. Vicky Lumentut didampingi Wawali Manado, Harley Alfredo Mangindaan, berkunjung ke Gubernur Sulut, DR Sinjo Harry Sarundajang. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu, berbagai hal dibicakan, diantaranya solusi mengenai rolling 16 pejabat di Pemkot Manado yang sempat menuai polemik.
Kabarnya, Gubernur Sulut, telah melunak dengan merestui 16 pejabat termasuk Sekkot Manado, Harold Monareh diganti. Hanya kabarnya dalam pertemuan itu, SHS mengingatkan kepada Wali Kota Manado, agar tidak lagi menonjobkan pejabat eselon dua. ”Kemungkinan Pak Harold Monareh akan dikembalikan sebagai Sekkot Manado sehari, kemudian diganti. Dan, Pemprov Sulut akan segera memproses tiga nama calon Sekkot yang diusulkan Pemkot Manado,” ujar sumber yang layak dipercaya dan tidak mau disebutkan namanya.
Informasi lain menyebutkan, Monareh, jika tidak ada perubahan akan diplot sebagai Kadis Diknas Sulut, dalam rolling yang akan dilakukan akhir tahun. Termasuk juga Pemprov Sulut akan mengakomodir beberapa pejabat Pemkot yang telah dinonjobkan Wali Kota Manado. Terpisah, Sekprov Sulut, Siswa Rahmat Mokodongan, membenarkan, bahwa tim Baperjakat sedang menggodok rolling yang akan dilakukan di Pemprov. Hanya dia masih enggan membeberkan tepatnya rolling pejabat dilakukan.
Pintu Gerbang Pasifik
Sementara itu di bagian lain, Gubernur SHS menegaskan, Sulawesi Utara siap menjadi the new gate from Indonesia to Pasifik. Hal itu ditegaskan gubernur pada kegiatan sosialisasi terpadu Konvensi Wina 1961 dan 1963 mengenai aplikasi fasilitas diplomatik keprotokolan dan keamanan diplomatik dalam rangka menunjang peningkatan potensi daerah, Selasa (22/11) di Aryaduta Hotel Manado.
Penegasan Sarundajang ini bukan tanpa alasan, dilihat dari sumber daya Sulut khususnya sumberdaya alam, Sulut mampu bersaing dengan daerah lainnya. “Sulut kaya akan hasil agro industry dan holticultura. Bahkan SDA di Sulut dapat bersaing dengan daerah lain,” ujar SHS. Belum lagi kalau melihat geoposisi Sulut yang sangat strategis, membuat daerah ini sangat tepat dikembangkan menjadi HUB internasional.
Hal tersebut mendapat pengakuan pihak Kementerian Luar Negeri. Lewat Direktur Fasilitas Diplomatik Wiwit Wirsatyo, Direktur Hukum Diar Nurbintoro, Direktur Keamanan Diplomatik Ignatius Kristanyo, dan Direktur Protokol Harry Kandou, yang dalam kegiatan sosialisasi tersebut bertindak sebagai nara sumber.
Sulut dinilai tepat menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia untuk terhubung secara langsung dengan Negara lain khususnya di bagian pasifik.
“Dilihat dari posisi perbatasan diakui Sulut cukup rentan dengan berbagai konflik yang bisa saja masuk di Sulut. Tapi selama ini Sulut mampu menjaga integritas keamanannya sehingga terhindar dari kekacauan. Dan hal ini patut diberikan apresiasi,” ujar Direktur Keamanan Diplomatik Ignatius Kristanyo.
Sekalipun begitu, Sarundajang tetap berharap agar sumberdaya manusia di Sulut terus melakukan pembenahan agar bisa bersaing di era globalisasi ini. Pembenahan yang dimaksud diantaranya mampu menguasai bahasa dan ilmu pengetahuan teknologi.
“Siapa yang menguasai teknologi dia akan menguasai pasar. Siapa yang menguasai pasar akan menguasai dunia,” tegas Sarundajang yang mencontohkan Negara China yang ketika Pemerintah semakin banyak membuka pintu gerbang, China semakin maju.(Albert Montolalu)
Kirim Komentar Anda :
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved