
Rumah Murah Siap Dibangun untuk Masyarakat Miskin

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Bogor, JABAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusulkan pembangunan jutaan rumah sangat murah untuk masyarakat sangat miskin dan masyarakat miskin. "Bisa dibangun sekian juta rumah dalam waktu satu tahun dan terus berlanjut," kata Presiden dalam pidato penutupan rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Presiden Yudhoyono mengusulkan, harga rumah sangat murah itu bisa berkisar antara Rp5 juta sampai Rp10 juta per unit. Rumah tersebut masuk dalam kategori tempat tinggal sementara sebelum para penghuninya pindah ke tempat yang lebih permanen.
Usulan Presiden itu akan menjadi panduan yang akan dibahas dalam rapat-rapat kabinet. Menurut Yudhoyono, biaya pembangunan rumah sangat murah itu bisa menggunakan dana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait, dana tanggung jawab sosial perusahaan, dan dana yang dialokasikan dalam anggaran pemerintah.
Pembangunan rumah sangat murah itu adalah salah satu dari enam program baru yang diusulkan oleh Presiden. Lima program lainnya adalah program angkutan umum murah, program air bersih, program listrik murah, program peningkatan kehidupan nelayan, dan program peningkatan kehidupan masyarakat pinggiran kota. Presiden menyebut keenam program baru itu sebagai kelompok keempat dari program-program pro-rakyat.
Sebelumnya, pemerintah telah melaksanakan tiga kelompok program. Kelompok pertama adalah program bantuan langsung, seperti bantuan operasional sekolah, beras untuk rakyat miskin, dan sebagainya. Kelompok kedua adalah program nasional pemberdayaan masyarakat, sedangkan kelompok ketiga adalah kredit usaha rakyat.
Sambut Baik
Sementara itu dari beberapa masyarakat di berbagai daerah menyambut baik program rumah murah yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan sangat miskin.
“Saya sangat senang dengan program Pemerintah Pusat yang akan mengadakan rumah murah tersebut, karena selama ini saya selalu menumpang tempat tinggal. Jadi kalau itu benar adanya, saya siap untuk ikut ambil bagian membeli rumah murah tersebut,” ujar Sutina, seorang pedagang kue-kue keliling rumah di kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur.
Dikatakannya, bahwa selama ini dirinya masih menumpang tempat tinggal di rumah orangtuanya. Sehingga sangat diharapkan sekali untuk bisa mendapatkan rumah murah itu. (Usdek Kisman)
Kirim Komentar Anda…..!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved