Terkait Anggaran DAK Rp 71 Miliar

  Mantan Empat Pejabat Wajib Diperiksa Hukum



Mantan Walikota Sungai Penuh, Hasvia

 


     KOTA SUNGAI PENUH — Over lay jalan kota sungai penuh di alokasikan sumber dana DAK lebih kurang Rp 71 milyar lebih banyak dari anggaran PU kabupaten kerinci dan PU kota Prov.jambi.

     Hasil invistigasi lapangan Metro Indonesia, mulai item pekerjaan di laksanakan menunjukkan tidak becus pekerjaan di laksnakan oleh pihak ketiga.
Matrial stone crozer klas ACWC untuk hamparan terlihat berderai saat d gilas hal tersebut d saksikan lansung oleh Julius janit kepala kimpraswil kota s.penuh. (saat ini telah pensiun)

     Dari hasil pantauan lainnya matrial tidak layak hampar, jauh dari suhu standar seharus nya 105 derjat celcius layak hampar. Namun kenyataan lapangan matrial tersebut menempuh perjalanan lebih kurang 5-6 jam pesisir selatan via kota sungai penuh.

     Hal tersebut sangat mendapat kecaman dari komisi III DPRD kota sungai penuh Hardisal Rusan S.Sos beserta anggota. Saat di konfirmasikan senin (11/10) di ruang kerja nya dampinggi tiga angota komisinya mengatakan, “Betul anggaran untuk jalan kota sungai penuh adalah 71 milyar, mengenai mutu jalan secara teknis kita belum begitu jelas, namun secara kasat mata fisik jalan standar ACWC yang kita liat saat ini jauh dari standar.”

     Ia juga membenarkan beberapa kilo jalan belum di laksanakan sedangkan masa kerja sudah habis. “Telah dengan tegas mengimbau pihak PU kota sungai penuh tentang permaslahan tersebut, namun kenyataannya masa kerja di perpanjang oleh pihak dinas PU kota,” terangnya.

     Anehnya setelah dan saat anggaran untuk pembuatan jalan kota sungai penuh sedang berlangsung, empat pejabat daerah kota sungai penuh pensiun. Diantaranya PJS wali kota sungai penuh Hasvia (pensiun), kepala Kimpraswil Julius janit (pensiun), kapolres AKBP Rosidi pindah ke kab sarolangun dan Kajari sungai penuh Daru Trisadono SH, M.Hum pindah ke Kepri.

     Hal tersebut berlangsung secara bersamaan dan mengundang kecurigaan bahwa angaran sarana jalan sejumlah Rp 71 milyar di duga kuat telah di ciut kan mereka dengan bukti tidak selesainya proyek jalan sungai penuh di nilai asal jadi dan yang telah selesai jauh dari standard juklak dan juknis. Baik matrial dan kedataran badan jalan yang bergelombang jauh lebih baik dari pelaksanaan jalan lingkungan, terbukti saat ini belum setahun fisik jalan sudah terlihat hancur-hancuran. Dugaan kuat akibat keiukutsertaan Hasvia mantan PJS Walikota Sungai Penuh dalam pilwako baru-baru ini. (Doni Effendi)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved  

 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola