Pelantikan Sekda Minsel Menyalahi Aturan

    MINSEL, SULUT – Bupati Minsel Drs.  Mecky Marthin Onibala menunjuk dan mengangkat seorang Pamong Senior Drs M.C Kairupan Msi sebagai Plt Sekretaris Darah Kabupaten Minahasa Selatan (SekdaKab Minsel) menggantikan Drs. N.A. Mangangantung yang masih aktif, hal ini terjadi secara tiba-tiba dimana Drs. Mecky M. Onibala melengserkan seorang birokrat yang handal.

    Jika dalam peraturan Menteri Dalam Negeri No 5 Tahun 2005, tentang pedoman penilaian calon Sekertaris Daerah Propinsi, Kabupaten/Kota serta pejabat struktural Eselon II di lingkungan Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut: Berusia setinggi-tingginya 1 tahun sebelum mencapai batas usia pensiun sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah setempat. Dan apa bila ada Bupati/Walikota menetapkan kebijakan batas usia pensiun pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai struktural Eselon II hanya sampai pada umur 56 tahun dan tidak dapa di perpanjang lagi, maka persyaratan usia Sekretaris Daerah Kab/Kota disesuaikan setinggi-tingginya 1 tahun sebelum mencapai usia pensiun 56 tahun.

    PP Mendagri Nomor 53 tentang mutasi kepagawaian Drs. M.C. Kairupan, Msi sebelum menjabat Plt Sekda Minsel masih menjabat Inspektoran Provinsi Sulawesi Utara Eselon 2 a, namun jika ditetapkan sebagai Plt Sekda Minsel, jabatan tersebut tidak ada eselon. Kalau diangkat serta dilantiknya sebagai Sekda definitif, hal ini telah menyalahi aturan Mendagri.

    Seharusnya Kepalah Daerah Gubernur maupun Bupati serta Baperjabat harus bijak, apakah dapat memenuhi syarat. Bahkan dalam pencalonan Sekda Minsel Drs. M.C. Kairupan tidak mengikuti fit and proper test. Hal ini sangat janggal, dimana pejabat Kabupaten Minahasa Selatan masih ada pangkat/golongan IV C, waktu di usulkan calon Sekda tidak sama golongan.

    Misalnya: 1. Drs M.C Kairupan Msi golongan IV C,  2. Drs. Boy Pandeirot golongan IV B, 3. Drs. Ben Watung, SH golongan IV B.
Dari ketiga yang diusulkan tersebut masih ada lagi pangkat golongan IV C yaitu: 1. Deny kaligis, SH golongan IV C, 2. Donald Wagey golongan IV C, 3. J. Sendow golongan IV C, 4. Wempi Monomimbar golongan IV C, 5. Arifin Kadenak golongan IV C, 6. Drs. Rolly Karamoy golongan IV C.

    Apakah pemilihan calon Sekdakab ini hanya di ikuti oleh pendamping saja (proforma) di ibaratkan seperti mengikuti tender proyek. Seyogianya Drs M.C.Kairupan, MSi sebagai calon Sekda seharusnya pangkat/golongan disamakan. Adapun pengusulan calon Sekda Kabupaten Minsel sampai dengan FPT dilakukan oleh Bupati 2 bulan sebelum masa pensiun umur 56 tahun.

    Ada apa dibalik ini semua? Bila di perpanjang jabatan eselon II sepengetahuan kami 6 bulan menjabat sebagai eselon II masa pensiun dapat di perpanjang, namun pengusulan perpanjangan Sekda pada saat menjabat staf ahli bupati kurang lebih 2 bulan sebelum pensiun, demikian dikatakan mantan Sekdakab Minsel Drs. Novi Mangangantung. “Juga apakah ada intrik politik atau kebijakan lain (balas dendam),”

    Selain itu masyarakat Minahasa Selatan serta para tokoh politik seperti Robby Sangkay SPd, Mpd memberi masukan, bahwa seorang Bupati harus sering berada di kantor bukannya sering keluar kota apalagi bukan urusan dinas. “Dimohonkan apabila tidak ada kaitan dinas jangan meninggalkan kantor, ini sudah sering kali bupati meninggalkan kantor menuju keluar kota,” ujar Robby Sangkay. (IWAN)

Click here to edit












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola