Burhan-Arifin Setengah Hati Bangun Sektor Kepariwisataan Ternate

 


     Ternate, Maluku Utara — Tidak dipungkiri sektor pariwisata merupakan satu dari sekian banyak sektor yang dianggap mampu menopang pembangunan di Kota Ternate, namun sayang perhatian pemerintah  kota Ternate terhadap sektor ini masih kurang. Bahkan terkesan “setengah hati”.

     Padahal, salah satu visi-misi pemerintahan Kota Ternate di bawah kepemimpinan Walikota Drs. Hi. Burhan Abdurahman SH.MM dan Wakilnya Ir.Arifin Djafar, adalah mewujudkan Ternate sebagai Kota Bahari yang sejahtera dengan tidak mengenyampingkan pembangunan sektor pariwisata daerah.
Kenyataan kini terbalik, dalam waktu kurang dari 1 tahun sektor kepariwisataan di Ternate sepertinya tidak digarap secara serius oleh Pemkot Ternate. Hal ini ditandai dengan berbagai  fasilitas penunjang di sektor tersebut dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari harapan pengunjung .

    Salah satu potensi di sektor kepariwisataan yang berada di kawasan pantai tobololo dan pantai kastela misalnya dalam 1 bulan saja bisa memberikan kontribusi puluhan juta terhadap pendapatan asli daerah kota Ternate jika di berlakukan retribusi sesuai peraturan daerah dan di imbangi dengan fasilitas penunjang kepada wisatawan .

     Kepala kelurahan Tobololo Bapak Hadi saat di temui metro indonesia sabtu 25/6/2011 menyebutkan bahwa “potensi wisata yang ada di tobololo seperti pantai dengan pasir putihnya sepanjang 800 meter dan sumber air panas, sajauh ini Instansi terkait atau Dinas pariwisata Kota Ternate hanya  duduk diam dan tidak melakukan sentuhan apa-apa “padahal kata Hadi, potensi ini seharunsya dapat dijadikan pemasukan daerah dan kontribusi pada masyarakat jika Dinas terkait melakukan aksi nyata.

     Lanjut Hadi,”di pantai tobololo sendiri belum ada fasilitas seperti Toilet,air bersih,tempat parker dan jalan menuju pantai pasir putih hingga  sumber air panas” saya sebagai kepala kelurahan disini juga heran” mengapa sampai saat ini belum juga di manfaatkan?

     Terpisah Kepala kelurahan Kastela saat di temui metro indonesia 26/6/2011 juga menuturkan hal serupa “kami hanya menunggu pemerintah berbuat aksi nyata jika tidak pantai ini hanyalah menjadi penghuni tak bertuan”ungkap pak ama sapaan akrabnya .

     Lanjut pak lurah kastela  “sekarang kami sudah membentuk koperasi serba usaha bersama dengan lembaga pemberdayaan desa yang juga menangani pantai wisata kastela “kami juga membuat program merelokasi pedagang kaki limadan menarik pemuda untuk menjaga pantai ini . namun hingga saat ini belum jalan krena terkendala anggaran. paparnya

     Yeni Rahman sebagai salah satu pengunjung dari kota surabaya  saat di tanyai metro indonesia minggu 26/6/2011 mengaku pantai tobolo dan kastela  sangat bagus ,namun sayang masih kurang fasilitas contohnya jalan nya  rusak parah dan Toiletnta juga tidak ada ,ini adalah salah satu pantai favorit yang ada di kota ternate tapi mengapa pemerintah tidak peduli terhadap pantai ini”Tanya yeni kan juga salah satu pendapatan daerah .

     Sementara itu komunitas jejaring sosial Status Ternate yang di temui metro indonesia mengatakan “kami sebagai salah satu inisiator gerakan peduli lingkungan wisata di Ternate menilai bahwa pemerintah kota ternate saat ini masih 5% menangani kawasan wisata sejarah maupun wisata pantai . Pada tahun 2012 nanti adalah titik awal kemajuan wisata kota Ternate “pungkas GunGun . Sejauh ini kami para pemuda hanya melakukan aksi nyata tanpa menunggu kebijakan pemerintah kota Ternate .kami bersedia di libatkan tanpa menginginkan imbalan apapun, tegasnya

     Masyarakat tentunya dapat menilai sejauh mana tingkat kepedulian pemerintah menaruh perhatiannya terhadap sector kepariwisataan yang berpotensi sebagai penggenjot pemasukan daerah . jika pemerintah tidak serius menangani asset daerah maka jelas pemerintah bisa dikatakan gagal menjalakan tugas dan fungsinya belum lagi visi-misi bersama Bahari berkesan nantinya hanya menjadi symbol pencitraan kota Ternate sebagai kota pantai tanpa ada apa-apanya . (GUN/HAM)


Kirim Komentar Anda..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola