SMKN 1 Tahuna Produksi Minuman Segar Sirup Pala


   Sangihe, SULUT — Sebagai salah satu sekolah kejuruan dengan jumlah siswa sebanyak 800 orang, SMK Negri I Tahuna membuat gebrakan baru yaitu memberdayakan siswanya melalui salah satu mata pelajaran Muatan Lokal untuk meproduksi minuman segar dengan bahan bakunya dari buah pala.
Usaha ini dilakukan pihak SMK Negri I Tahuna sejak Tahun 2004 hingga sekarang ini, dengan maksud mengajarkan pada setiap siswa bagaimana hidup mandiri dengan menciptakan lapangan kerja sendiri. Mengingat buah pala merupakan salah satu komiditi andalan bagi Kabupaten Sangihe dimana bijinya maupun kulit arinya mempunyai harga pasaran yang sangat menjanjikan bagi kehidupan masyarakat maka dagingnya digunakan untuk diproduksi menjadi minuman segar.

    Hasil produksi ini dapat mencapai 200 btl sampai 400 btl setiap minggunya dimana dari hasil ini sebagiannya untuk biaya operasional sekolah sementara yang lainnya diperuntukan bagi kepentingan siswa yang kurang mampu dalam menuntut ilmu di sekolah tersebut. Selain itu produksi minuman segar ini telah mendapat lisensi dari pemerintah dengan hasil analisa nomor 278/1/Sp/X/2006,Keterangan Hygiene Perusahaan No 443.51/811/1RT/XII/2006, Sertifikat Produksi (IRT) p-IRT No 1.14.71.03.14.079, Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan No 079/7103/2006 serta berlabel halal.

    Kepala SMK Negri 1 Tahuna Drs. Julius Toar Kaunang saat ditemui wartawan Metro Indonesia di ruang kerjanya mengatakan, program ini telah dilakukan sejak Tahun 2004 sebagai wujud dari salah satu mata pelajaran yaitu muatan lokal, dimana mengajarkan setiap siswa agar dapat berkreasi untuk memanfaatkan sumber daya alam, maka secara tidak langsung siswa tersebut dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

    “Program ini merupakan implementasi dari pelajaran muatan lokal di sekolah dimana setiap siswa diajarkan untuk dapat hidup mandiri dengan segenap kreasi bagaimana menciptakan lapangan kerja sendiri, dari pada hanya mengharapkan menjadi pegawai negri sipil pada setiap instansi pemerintah yang pada akhirnya tidak kunjung berhasil, maka kami mengajak para siswa untuk berkreatif sehingga apa yang mereka dapat di SMK Negri 1 bisa dimanfaatkan untuk kepentingan siswa itu sendiri,” ungkap Kepsek itu.

    Sementara salah seorang pengurus komite sekolah P. Makagansa kepada wartawan Metro Indonesia mengatakan, apa yang dilakukan oleh pihak SMK Neg 1 Tahuna itu merupakan program yang sangat positif dimana mengajarkan cara memberdayakan tenaga tenaga yang potensi, untuk itu kiranya pemerintah Kabupaten Sangihe segera memperhatikan hal ini karena ini dapat menambah inkam perkapita bagi masyarakat serta dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD), janganlah pemerintah seakan akan tutup mata terhadap hal hal untuk pemberdayaan masyarakat, akan tetapi segera menindak lanjutinya.

    “Apa yang dilakukan oleh pihak sekolah kejuruan ini sebaiknya mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Sangihe, karena hal ini sangatlah berarti bagi pemanfaatan kehidupan masyarakat sehingga dapat menghindari tingkat pengangguran di Kabupaten Sangihe, program seperti ini sebaiknya pemerintah jangan menganut sistim jemput bola tapi sebaliknya pemerintah mengejar bola sehingga program yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dapat berjalan lancar karena bisa bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Pitol panggilan akrab pengurus komite tersebut. (Janis)

Kirim Komentar Anda..!!

Back 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola