Ikuti Jejak Melinda Dee Pembobol City Bank

 Ada Tiga Gadis “Gayus” Bobol Uang Koperasi PNS



     Mukomuko, Bengkulu — Bukan Gayus saja yang bisa menipu Dinas perpajakan, di Kabupaten Mukomuko juga ada Trio PNS diduga bisa menipu dan pembobol dana Koperasi Pegawai senilai dua milyar rupiah dengan cara membobol koperasi tersebut melalui modus membuat dokumen jaminan SK PNS Palsu yang dibuat hampir mirip dengan SK aslinya.

     Mereka langsung mengajukan pinjaman melewati koperasi pegawai, selaku pemain dalam penipuan dalam pemalsuan SK PNS itu di tenggarai oleh tiga orang pelaku oknum PNS yaitu Linda Yetita Binti Syopian Dirin dan Shinta yang berperan sebagai pembuat Dokumen berupa SK PNS Palsu dan Asminarti Binti Bakarudin alias BKR berperan selaku peminjam.

     Ketiga wanita perlakuannya mirip Gayus itu, rupanya ada dugaan mengikuti jejak Melinda Dee yang berhasil membobol uang di City Bank dengan cara modusnya hampir sama, yakni penipuan terhadap PNS. Pengakuan Asminarti hanya meminjam lebih kurang Seratus juta rupiah lebih dengan modusnya Asminarti ikut berperan menggadaikan Dokumen SK asli bercampur dengan SK Palsu yang berjumlah lebih kurang 13 SK. Sedangkan SK Palsu yang tidak jelas pertanggung jawabannya di koperasi itu ada berkisar lebih kurang 200 SK.

     Cara mereka menggadaikan SK PNS Palsu di Koperasi Pegawai itu mereka bertiga mampu meraup keuntungan milyaran rupiah, perbuatan ini mereka lakukan sejak April 2010 diwaktu itu Linda Yetita diangkat menjadi bendahara disalah satu SKPD  pada bulan Februari 2010, awalnya Asminarti datang menemui Linda Yetita untuk meminjam sejumlah uang  kebetulan Linda Yetita juga merupakan salah seorang pegawai di koperasi yang bersangkutan diwaktu itu Asminarti menyerahkan Dokumen SK Asli untuk memperoleh pinjaman dikoperasi itu dan selanjutnya Asminarti selalu menyerahkan setoran angsuran pinjaman kepada koperasi melalui Linda Yetita pada bulan April 2010 Shinta yang berteman dengan Asminarti meminta pertolongan Asminarti untuk membantunya memperoleh pinjaman di koperasi dengan cara menggadaikan SK PNS milik suaminya.

     Lantas Asminarti mengajak Shinta untuk bertemu Linda Yetita dan Linda Yetita bersedia membantu Shinta untuk memproses pinjaman atas nama suaminya, setelah itu mereka bertiga menjadi berteman akrab, selanjutnya Shinta mulai memberanikan diri untuk menawarkan Dokumen SK Temannya yang bekerja di Dinas Sosial (Dinkessos) sebanyak 5 lembar yang waktu itu diakuinya dipinjamkan bermodalkan SK Pinjaman tersebut Linda Yetita kemudian memproses pinjaman dikoperasi yang sama.

     karena koperasi telah menaruh kepercayaan terhadap Linda Yetita proses pencairan pinjaman pun berjalan mulus, diwaktu itu Linda Yetita meminta imbalan setiap SK Rp 300.000,- sebagai ucapan terimakasih setelah itu mulai timbul rencana penipuan dengan membuat Dokumen SK Palsu yang diperankan untuk pembuatan SK palsu itu adalah Shinta dengan pinjaman dari SK Palsu itu uangnya mereka gunakan untuk kemewahan mulanya setoran kekoperasi berjalan mulus dan lancar  namun lama kelamaan setoran yang harus mereka bayar setiap bulannya mencapai jutaan rupiah ketiganyapun merasa kebingungan bermacam akal dilakukan untuk menutupi setoran dikoperasi itu,namun sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga.

     Pada bulan Februari 2011 ketiganya diminta untuk menyetorkan angsuran pinjaman sebesar Rp 130 juta tentu saja jumlah ini sangat memberatkan dan mengingat ketiganya hanya PNS biasa dari sinilah Koperasi pun mengambil tindakan  dengan memanggil pemilik SK yang digadaikan hingga aksi yang semula tertutup rapat mulai terkuak dalam kejadian ini Linda Yetita dan Asminarti membantah bahwa mereka berdua tidak terlibat kasus pemalsuan Dokumen SK PNS itu mereka mengatakan bahwa Shinta lah merupakan pelaku yang menyediakan seluruh berkas yang diajukan kepada Koperasi itu.

     Sementara Linda Yetita hanya berperan sebagai untuk  memproses pinjaman hingga dapat dicairkan,dirincikan oleh Koperasi dari 200 lembar SK yang digadaikan sebanyak 34 lembar SK merupakan SK Asli dan sisanya 166 lembar disinyalir SK PNS “Aspal” kalau mengenai proses memang saya yang melakukan namun saya tidak tahu sama sekali kalau itu SK palsu karena warna dan bentuk SKnya tidak kelihatan berbeda dengan yang aslinya begitu juga dengan surat-surat lainnya, termasuk KTP semuanya seperti aslinya dan saya hanya menerima berkas dari Shinta untuk diproses agar pinjaman dapat dicairkan kalau mengenai SK itu palsu saya benar-benar tidak tahu sama sekali dan saya baru tahu bulan Februari kemaren ini setelah Koperasi memanggil pemilik SK itu, setelah saya cari tahu ternyata SK aslinya masih ada pada PNS itu dari situlah saya mengetahui bahwa SK yang diberikan Shinta kepada saya adalah SK palsu, ungkap Linda Yetita.

     Dia menuturkan kalau dari awal dirinya tidak tahu bahwa SK itu palsu tidak mungkin saya mau melakukannya padahal diwaktu itu Shinta mengaku bahwa SK itu pinjaman dari temannya dengan hal senada  Asminarti juga membantah dirinya terlibat dalam aksi memalsukan Dokumen dan SK PNS palsu tersebut dia sendiri merincikan 5 lembar SK yang sempat digadaikan merupakan SK Asli sedangkan 8 lembar SK lainnya baru ia ketahui palsu pada akhir tahun lalu  mengetahui SK yang diberikan Shinta kepadanya adalah SK PNS palsu.

     Ulah dari ketiga Oknum PNS itu telah ditangani oleh pihak Hukum namun masyrakat Kabupaten Mukomuko berdecak kagum mulai dari kalangan pejabat sesama PNS hingga masyarakat biasa bagai mana tidak melihat Aksi penipuan yang mereka lakukan dengan menggadaikan SK PNS yang diduga Aspal dengan status ketiganya sebagai abdi Negara biasa mereka bertiga nekad melakukan perbuatan yang melanggar hukum karena koperasi telah dirugikan mencapai Rp 2 milyar dengan cara mereka bertiga menggadaikan SK PNS palsu karena setiap SK Koperasi memberikan pinjaman lunak dalam satu SK Rp 10 Juta namun karena ulah dan perbuatan mereka bertiga telah merusak nama baik PNS dan juga untuk pemeriksaan ketiga oknum PNS itu diarahkan pada pelanggaran disiplin dan kode etik PNS yang tercantum dalam PP nomor 53 tahun 2010 dan ketiga Oknum PNS itu terancam dipecat dari jabatan selaku PNS di-Kabupaten Mukomuko.

     Namun kalau kita lihat dengan kasat mata seperti Linda Yetita Binti Syopian Dirin,ia PNS Golongan IIA, memiliki Mobil dan rumah mewah sementara itu penampilan Linda Yetita lama kelamaan mengundang kecurigan rekan-rekan kerjanya pasalnya Linda Yetita hanyalah PNS golongan IIA yang baru diangkat pada tahun 2007 yang lalu namun setiap harinya Linda Yetita berangkat kekantor mempergunakan mobil sedan Toyota Soluna yang harganya ditafsir sampai puluhan juta rupiah selain itu diketahui belakangan ini Linda Yetita telah membeli tanah seluas satu kapling dan membangun rumah di tanah tersebut di jalan mangga kawasan Danau Nibung yang ditafsir nilai rumah yang dibangun berkisar Rp 100 juta selain itu ketiga oknum PNS itu kerap kali berpoya-poya dengan bepergian keluar daerah bahkan tak jarang trio PNS itu yang kini dijuluki Gayus ala Mukomuko membelanjakan uangnya jutaan rupiah dalam waktu sekejap.

     Perlakuan tiga Oknum PNS yang telah merugikan Koperasi dengan jumlahnya milyaran rupiah telah diperiksa oleh pihak Polda Provinsi Bengkulu dan pihak polda telah memeriksa pelaku pemalsuan Dokumen trio PNS sekalian 5 orang PNS yang berstatus saksi pada hari senen 11/4/2011 untuk diambil keterangannya berdasarkan data dihimpun oleh pihak Polda Bengkulu lantaran delik aduan berdasarkan laporan pihak Koperasi yang kebetulan manajemennya dipusatkan di Bengkulu laporan tersebut di informasikan terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan yang dilakukan oleh trio oknum PNS yang bersangkutan demikian ketiganya diprediksi bakal dijerat pasal berlapis dalam KUHP dan ketiganya dapat dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan kalau yang melapor itu koperasi kemungkinan besar ketiga pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni dugaan pemalsuan dokumen pinjaman dan penipuan ini termasuk tindak Pidana  murni.

     Namun demikian ketiganya tidak akan mendapatkan hukuman yang sama dimana sejauh ini diduga Shinta menjadi dalang pemalsuan Dokumen, sehingga dimungkinkan Shinta yang dapat hukuman terberat, kalau soal tersangka ketiganya bakal menjadi tersangka begitu keterangan dari saksi sudah diambil dan sudah cukup bukti hanya saja Linda Yetita yang belum ikut diminta keterangan namun Linda Yetita siap memenuhi panggilan Polda pasalnya hingga saat ini dia tidak merasa tidak ikut terlibat dalam kasus penipuan ini saya belum kepolda,karena belum dipanggil kalau sudah dipanggil saya siap menghadap, ungkap Linda Yetita dengan santai. (Alfian)


Kirim Komentar Anda…..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.















  © 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola