Tindak Pelaku yang Melakukan Pungli 

    Manado – Membangun tanpa korupsi, demikian motto Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dalam membenahi semua jenis korupsi yang terjadi di Sulut. Bahkan Gubernur Sinjo Harry Sarundajang yang terpilih kembali dalam Pilkada beberapa waktu lalu menyatakan, akan menindak setiap prilaku korupsi hingga sekecil apapun.

    Namun tindak pidana korupsi masih saja terjadi, itu terpantau wartawan Metro Indonesia saat menerima laporan dari berbagai pihak yang terjadi di Kantor Balai Pelelangan Ikan Kota Manado. Ternyata masih ada pungutan liar (pungli) yang terjadi, sehingga tidak saja meresahkan para pedagang ikan, juga para pemilik kapal yang sering berlabuh di Dermaga PPI Bailang Tuminting Kota Manado.

    Kenyataan ini langsung didengar terucap dari mulut Kepala Kantor Balai Pelelangan Ikan Baialang Tuminting Manado Drs. Angky Terok, di hadapan wartawan Metro Indonesia, bahwa untuk mendapatkan uang gampang saja dimana hanya menghubungi kepada para nelayan serta pemilik kapal, maka pasti dengan mudahnya akan mendapat uang, yakni mengadakan pendekatan serta pakai cara memeriksa kelengkapan surat-surat kapal.
 
   “Berpura-pura memperlambat keberangkatan kapal, disanalah berpeluang untuk mencari celah agar supaya gampang bernegosiasi dengan para nelayan dan ABK,” ujar Angky Terok. Entah sadar atau tidak, Kepala Kantor Balai Pelelangan Ikan itu mengungkapkan cara-cara dengan panjang lebar yang dilakukan untuk menghasilkan uang kepada wartawan.

    Ini benar-benar menjadi pertanyaan besar, karena cerita panjanglebar kepala kantor PPI Menado Drs. Angky Terok, sehingga wartawan Metro Indonesia termangu-mangu. Begitu berani membuka dengan sejelas-jelasnya tentang praktik pungli tersebut. Namun yang jelas dengan keberanian pejabat Balai Pelelangan Ikan itu, tentunya seperti tidak takut hukum atau kebal terhadap hukum. Atau mungkin juga, sudah ada yang memback-upnya. Siapa yang menjadi backing pejabat kantor Balai Pelelangan Ikan Kota Manado tersebut?

    Ketika mencoba kembali lagi untuk mewawancari atau mengkonfirmasi ungkapannya itu, namun yang bersangkutan tidak mau menerima wartawan Metro Indonesia. Bahkan ketika mencoba mengubungi melalui telepon genggamnya, Angky Terok tidak bersedia dan tidak mau menerima telepon.
Menurut masyarakat yang ada di sekitar lokasi, seharusnya tindakan pungli yang sudah merajalela itu dilaporkan kepada aparat penegah hukum. Bila perlu ditindak sesegera mungkin, sehingga tidak meresahkan masyarakat nelayan dan pemilik kapal nelayan.

    Wartawan Metro Indonesia akan mengungkapkan semua tindakan pungli tersebut hingga mencari tau dan bagaimana yang telah terjadi di Dermaga tersebut, pada edisi mendatang akan dikupas secara jujur dan independen, juga sesuai dengan 5 W – 1 H. (What-Who-Why-When-Where- dan How), sehingga berita tersebut seimbang dan akurat. (Albert)

Kirim Komentrar Anda..!!












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola